MUI: Berharap Joe Biden Ubah Cara Pandang Amerika Demi Dunia

GAZA MEDIA, JAKARTA – Krisis kemanusian dan situasi keamanan di Palestina yang belum kondusif masih menjadi perhatian dunia internasional, termasuk Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Buya Sudarnoto Abdul Hakim.

Ia menyebutkan bahwa nasib Palestina selalu berat, salah satunya karena hak veto Amerika Serikat di PBB.

Kedekatan Amerika Serikat dan Israel membuat kesepakatan mayoritas negara menjadi percuma jika negeri Paman Sam memakai hak veto.

Oleh karena itu, Buya Sudarnoto mengusulkan agar hak veto di PBB dibatasi, sehingga masalah pelik bertahun-tahun seperti Palestina bisa lekas selesai.

“Hak Veto Amerika di PBB menjadi salah satu sumber masalah, sehingga nasib bangsa Palestina semakin berat. Selain invasi terus menerus Israel terhadap Palestina , upaya memecah Timur Tengah juga dilakukan melibatkan Amerika,” katanya.

MUI dalam berbagai seminar dan pertemuan internasional selalu mendorong demokratisasi di internal PBB. Salah satunya meninjau ulang dan membatasi hak veto,” katanya seperti yang dikutip oleh pikiran-rakyat.com

Ia menilai bahwa hak veto tidak mungkin dihapuskan. Namun, bisa dibuat lebih fleksibel, sehingga diharapkan bisa membantu penyelesaian konflik Palestina dan Israel.

Disebutkan bahwa terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika seperti membawa angin segar terhadap nasib Palestina. Sebab, Joe Biden memberikan gestur politik yang positif kepada umat Islam pada awal menduduki kursi presiden.

“MUI pernah berharap terhadap Joe Biden untuk mengubah cara pandang Amerika demi dunia yang lebih progresif dan humanis. Meskipun sampai saat ini belum ada tanda menggembirakan,” katanya.

Terpilihnya Presiden baru Israel Isaac Herzog meskipun memberikan harapan tapi belum ada bukti nyata.

Selain itu, MUI juga ingin menjadi juru damai untuk mencari solusi konflik seperti Israel dan Palestina.

“MUI berupaya secara terus menerus mengoptimalkan perannya sebagai panutan yang baik. Sehingga memberikan perlindungan terhadap umat Islam dan kemanusiaan internasional,” ujarnya yang dikutip dari MUI, Senin, 29 November 2021.