HomeBeritaKedatangan Aktivis GSF di Bilbao Diwarnai Kericuhan, Massa dan Polisi Terlibat Bentrok

Kedatangan Aktivis GSF di Bilbao Diwarnai Kericuhan, Massa dan Polisi Terlibat Bentrok

BILBAO – Kedatangan sejumlah aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla di Kota Bilbao, Spanyol, diwarnai ketegangan setelah aparat kepolisian setempat terlibat bentrokan dengan massa solidaritas Palestina yang menyambut para relawan, akhir pekan ini.

Insiden terjadi ketika ratusan pendukung Palestina dan aktivis hak asasi manusia berkumpul di pusat kota untuk menyambut para peserta misi kemanusiaan yang baru kembali dari pelayaran menuju Gaza. Massa membawa bendera Palestina, poster solidaritas, serta menyerukan penghentian blokade terhadap Jalur Gaza.

Namun situasi berubah memanas ketika aparat keamanan berupaya membubarkan kerumunan dengan alasan pengamanan dan pengendalian massa. Sejumlah saksi menyebut polisi mendorong demonstran dan melakukan tindakan represif saat massa mencoba mendekati rombongan aktivis yang baru tiba.

Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi saling dorong antara aparat dan peserta aksi. Terdengar pula teriakan protes dari massa yang mengecam tindakan kekerasan aparat terhadap warga sipil dan relawan kemanusiaan.

Sejumlah aktivis mengaku mengalami perlakuan kasar saat berusaha mengawal para relawan Global Sumud Flotilla menuju lokasi konferensi pers. Beberapa peserta aksi dilaporkan terjatuh dalam kericuhan tersebut, sementara aparat tampak membentuk barikade untuk membatasi akses massa.

“Para relawan baru saja kembali dari pengalaman traumatis setelah menghadapi kekerasan saat dicegat di Laut Mediterania, tetapi di sini mereka kembali menghadapi tindakan represif,” ujar salah satu aktivis solidaritas Palestina di Bilbao.

Kedatangan para aktivis Global Sumud Flotilla di Bilbao sendiri menjadi perhatian luas masyarakat setempat. Banyak warga hadir untuk menunjukkan dukungan terhadap misi kemanusiaan internasional yang bertujuan menembus blokade Gaza dan menyalurkan bantuan bagi warga Palestina.

Sebelumnya, para peserta flotilla mengungkap berbagai dugaan penyiksaan dan kekerasan yang mereka alami setelah kapal mereka dicegat militer Israel di perairan internasional pada 18 Mei 2026. Kesaksian tersebut memicu kecaman internasional dan tuntutan investigasi independen terhadap tindakan aparat Israel.

Organisasi solidaritas Palestina di Spanyol mengecam keras tindakan aparat kepolisian Bilbao yang dinilai berlebihan terhadap massa penyambut. Mereka menegaskan aksi penyambutan berlangsung damai dan bertujuan memberikan dukungan moral kepada para relawan kemanusiaan.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari otoritas keamanan Bilbao terkait dugaan kekerasan tersebut maupun jumlah korban yang mengalami luka dalam kericuhan. Namun sejumlah organisasi hak asasi manusia menyerukan penyelidikan terbuka atas tindakan aparat selama pengamanan berlangsung.

Meski diwarnai ketegangan, para aktivis Global Sumud Flotilla menegaskan perjuangan solidaritas terhadap rakyat Palestina akan terus berlanjut. Mereka menyebut dukungan masyarakat internasional menjadi bukti bahwa isu kemanusiaan Gaza masih mendapat perhatian luas dari dunia. (cky)

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler