GAZA MEDIA – Dua prajurit perempuan Israel tewas akibat bunuh diri pada pekan ini, total kasus sejak awal tahun 2026 mencapai 16 orang memicu kekhawatiran meningkatnya kasus bunuh diri di internal militer Israel sejak genosida Gaza dimulai.
Harian Haaretz melaporkan pada Selasa (28/7) seorang prajurit perempuan dari Batalyon Bardelas, yang bertugas di sepanjang perbatasan Mesir-Israel, tewas karena bunuh diri pada Selasa pagi di sebuah pangkalan militer di Israel selatan.
Surat kabar itu menyebutkan korban ditemukan dalam kondisi terluka di pangkalan sebelum dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan kemudian dinyatakan tewas.
Dalam insiden terpisah, Haaretz juga melaporkan seorang prajurit perempuan yang bertugas di unit intelijen militer Israel tewas akibat bunuh diri pada Ahad di Pangkalan Militer Glilot, dekat Ramat Hasharon, Israel tengah. Laporan tersebut menyebutkan prajurit tersebut menempati posisi yang bersifat rahasia.
Menurut Haaretz, militer Israel telah membuka penyelidikan melalui Polisi Militer untuk mengusut keadaan yang melatarbelakangi kedua kejadian tersebut.
Data yang dihimpun surat kabar itu menunjukkan bahwa jumlah tentara aktif Israel yang meninggal akibat bunuh diri sejak awal tahun kini telah mencapai 16 orang.
Laporan itu juga menambahkan sedikitnya sembilan tentara lainnya, termasuk personel aktif maupun cadangan yang pernah terlibat dalam perang di Gaza, juga mengakhiri hidup mereka sendiri ketika sedang tidak bertugas.
Sebelumnya, Haaretz melaporkan pada 2025 sebanyak 22 tentara aktif Israel tewas akibat bunuh diri. Angka tersebut menjadi jumlah bunuh diri tertinggi yang pernah tercatat di militer Israel dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.


