YERUSALEM – Ratusan yahudi ekstsrem Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Minggu (20/9/2026) kemarin waktu setempat. Mereka disebut melakukan ritual Talmud di halaman kompleks masjid dengan pengawalan polisi Israel.
Informasi tersebut disampaikan Kantor Media Kegubernuran Yerusalem. Menurut laporan tersebut, rombongan memasuki halaman kompleks Al-Aqsa pada Minggu pagi dan menjalankan sejumlah ritual keagamaan Yahudi di bawah perlindungan aparat keamanan Israel.
Aksi tersebut berlangsung menjelang dimulainya Yom Kippur, hari paling sakral dalam kalender Yahudi, yang dimulai pada Minggu malam dan berlangsung hingga Senin malam.
Kantor Media Kegubernuran Yerusalem menyatakan bahwa aktivitas serupa di kompleks Al-Aqsa meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama bertepatan dengan hari-hari besar keagamaan Yahudi. Pihak Palestina sebelumnya telah memperingatkan mengenai upaya mengubah pengaturan yang berlaku di tempat suci tersebut.
Terjadi Sehari Setelah Kunjungan Netanyahu
Aksi masuk ke kompleks Al-Aqsa tersebut terjadi sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sejumlah menteri, serta ribuan warga Israel berkumpul di area Tembok Barat atau Western Wall di Yerusalem Timur dengan pengamanan ketat.
Menurut laporan Al Jazeera, Netanyahu pada Minggu juga mempublikasikan dokumentasi dirinya mengikuti doa Selichot di Tembok Barat menjelang Yom Kippur. Ia juga mengunjungi terowongan yang berada di bawah kawasan Kota Tua Yerusalem.
Kunjungan dan aktivitas keagamaan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar kompleks Al-Aqsa.
Sementara laporan awal dari Middle East Monitor dan Anadolu menyebut sekitar 100 orang memasuki kompleks Al-Aqsa, laporan dari Kantor Media Kegubernuran Yerusalem yang dikutip sejumlah media Palestina menyebut jumlah warga Israel yang memasuki halaman Al-Aqsa pada Minggu pagi mencapai sekitar 570 orang hingga pukul 10.00 waktu setempat.
Perbedaan angka tersebut kemungkinan berkaitan dengan waktu pencatatan dan perkembangan aksi sepanjang pagi. Karena itu, angka 100 orang merujuk pada laporan awal, sedangkan angka 570 merupakan jumlah yang dilaporkan kemudian pada pagi hari yang sama.
Palestina Khawatir Status Quo Al-Aqsa Berubah
Aktivitas keagamaan Yahudi di dalam kompleks Al-Aqsa menjadi isu sensitif karena berkaitan dengan pengaturan atau status quo yang selama ini berlaku di situs suci tersebut.
Pihak Palestina menilai masuknya kelompok warga Israel dan pelaksanaan ritual keagamaan di dalam kompleks tersebut berpotensi mengubah pengaturan yang berlaku. Departemen Urusan Yerusalem Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyebut perkembangan tersebut sebagai upaya untuk menciptakan realitas baru di sekitar tempat suci tersebut.
Al Jazeera juga melaporkan bahwa peningkatan aksi masuk ke kompleks Al-Aqsa terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir, terutama bertepatan dengan hari-hari besar Yahudi.
Situasi tersebut kembali menempatkan kompleks Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina, terutama ketika aktivitas keagamaan dan politik berlangsung bersamaan di kawasan Kota Tua Yerusalem. (cky)


