NEW YORK, Puluhan delegasi negara meninggalkan ruang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menyampaikan pidato pada Kamis (24/9) waktu New York.
Aksi walk out tersebut berlangsung sesaat setelah Netanyahu naik ke podium dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut meninggalkan ruang sidang.
Rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York dan diterima di Jakarta memperlihatkan diplomat Indonesia berdiri dari kursinya ketika Netanyahu dipersilakan menyampaikan pidato. Setelah itu, kursi delegasi Indonesia tampak kosong.
Surat Kabar Inggris melaporkan puluhan delegasi melakukan aksi serupa. Sementara sejumlah laporan media menyebut terdapat sekitar 77 delegasi yang meninggalkan ruang sidang sebelum atau ketika Netanyahu mulai berbicara.
Aksi tersebut melibatkan delegasi dari sejumlah kawasan, termasuk negara-negara Arab, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Di antara negara yang dilaporkan melakukan walk out adalah Arab Saudi, Suriah, Yordania, Afrika Selatan, Uganda, Kenya, Brasil, Chile, Kolombia, Spanyol, Irlandia, dan Slovenia.
Indonesia Ikut Walk Out saat Netanyahu Naik Podium
Indonesia menjadi sorotan setelah rekaman diplomat Indonesia meninggalkan ruang sidang beredar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, delegasi Indonesia terlihat meninggalkan tempat duduk ketika Netanyahu bersiap menyampaikan pidato. Aksi itu dilakukan bersama sejumlah delegasi negara lain.
Walk out terjadi ketika perhatian internasional masih tertuju pada perang Gaza serta kebijakan militer Israel. Sejumlah delegasi memilih tidak berada di dalam ruangan saat perdana menteri Israel tersebut menyampaikan pembelaannya.
Suasana ruang sidang juga sempat diwarnai sorakan dan protes dari sejumlah pihak. Pimpinan sidang beberapa kali meminta peserta menjaga ketertiban.
Netanyahu kemudian menanggapi aksi tersebut pada awal pidatonya.
“If there are any other moral cowards who haven’t yet left this hall, please do so now,” kata Netanyahu.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah besar delegasi keluar dari ruang sidang. Tim Netanyahu yang berada di dalam ruangan kemudian memberikan tepuk tangan.
Netanyahu Bela Operasi Israel di Gaza dan Iran
Meski banyak kursi delegasi kosong, Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya. Ia menggunakan kesempatan tersebut untuk membela operasi militer Israel dan menolak tuduhan bahwa negaranya melakukan genosida di Gaza.
Netanyahu menyebut tuduhan genosida terhadap Israel sebagai kebohongan dan mengatakan negaranya justru mencegah terjadinya genosida.
“Israel is not committing genocide. Israel is preventing genocide,” kata Netanyahu dalam pidatonya.
Ia juga membela operasi Israel terhadap Iran. Netanyahu mengatakan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran merupakan salah satu keputusan paling mudah yang pernah diambilnya sebagai perdana menteri.
Menurut Netanyahu, tindakan Israel terhadap Iran dilakukan untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Ia juga mengklaim bahwa Israel sekaligus melindungi negara-negara lain dari ancaman tersebut.
Pidato Netanyahu berlangsung di tengah kritik internasional terhadap kebijakan pemerintah Israel terkait Gaza dan Tepi Barat. Sejumlah negara sebelumnya telah menyampaikan kritik terhadap operasi militer Israel dalam rangkaian sidang Majelis Umum PBB.


