KHAN YOUNIS, Jalur Gaza — Jurnalis sekaligus imam Palestina, Mohammed Abdul Aziz al-Najjar (38), tewas dalam serangan drone Israel di Gaza selatan pada Rabu (30/9/2026). Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan kematiannya menambah jumlah jurnalis dan pekerja media yang tewas sejak perang dimulai menjadi 263 orang. Militer Israel (IDF) memberikan versi berbeda. Mereka menyebut al-Najjar anggota sayap militer Hamas.
Lokasi Serangan dan Latar Belakang Korban
Kompleks Medis Nasser mengonfirmasi kematian al-Najjar. Laporan media berbeda soal lokasi persisnya. TRT World menyebut drone menghantam kerumunan warga sipil di dekat Masjid Al-Awqaf di kawasan Al-Mawasi, utara Khan Younis. The New Arab menyebut lokasinya di Mawasi al-Qarara, barat laut Khan Younis. Kantor Media Pemerintah Gaza, seperti dikutip Drop Site News, menyebut serangan menghantam kampung halamannya, Khuza’a, di timur Khan Younis.
Al-Najjar bekerja sebagai penyiar Radio Al-Quran dan menjadi imam Masjid Ibad al-Rahman. Ia tetap menjalankan tugas medianya meski mengungsi dari Khuza’a. Menurut Kementerian Wakaf Gaza, ia sedang menyiapkan laporan tentang hafalan Al-Quran saat diserang. Ia meninggalkan tiga anak. Saudaranya, Muhannad, juga tewas lebih dulu selama perang.
Klaim Militer Israel
Pada Kamis (1/10), IDF merilis pernyataan tentang serangan itu. IDF mengatakan al-Najjar adalah anggota sayap militer Hamas yang ikut menyerbu Israel pada 7 Oktober 2023. Menurut IDF, ia juga berupaya memajukan serangan terhadap pasukan dan warga sipil Israel serta memulihkan kemampuan Hamas, “sambil secara sistematis melanggar perjanjian gencatan senjata”.
Media Palestina mengidentifikasinya sebagai jurnalis setelah kematiannya. Sumber-sumber yang dikutip dalam artikel ini tidak memuat verifikasi independen atas klaim IDF maupun atas identitas profesinya.
Serangan Lain pada Hari yang Sama
Al-Najjar bukan satu-satunya korban hari itu. The New Arab melaporkan serangan Israel menewaskan setidaknya delapan warga Palestina dan melukai lebih dari 20 orang di seluruh Gaza pada Rabu. Lima di antaranya tewas ketika sebuah kendaraan penumpang dihantam di dekat persimpangan Dewan Menteri, lingkungan Tel al-Hawa, barat daya Kota Gaza.
Serangan ini terjadi saat gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025 masih berjalan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina yang dikutip Drop Site News, total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.040 jiwa dengan 175.168 terluka. Sejak hari penuh pertama gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, Israel disebut menewaskan sedikitnya 1.439 warga Palestina di Gaza. Israel membantah melanggar gencatan senjata dan menyatakan menyerang target yang dikaitkan dengan Hamas.


