HomeBeritaDubes Palestina: Tiga Tahun Perang, Israel Belum Berhasil Menguasai Gaza

Dubes Palestina: Tiga Tahun Perang, Israel Belum Berhasil Menguasai Gaza

JAKARTA — Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, menyampaikan pandangan mengenai perang Gaza dan ketahanan rakyat Palestina saat berkunjung ke INH (International Networking for Humanitarian). Dalam pertemuan tersebut, ia menyoroti bahwa perang yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 belum membuat Israel sepenuhnya menguasai Jalur Gaza.

Menurut Al-Sattari, perkembangan perang menunjukkan perbedaan antara kemampuan militer untuk melakukan serangan dan kemampuan untuk menguasai serta mengendalikan sebuah wilayah secara penuh.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan kemampuan Israel menguasai wilayah Palestina dalam waktu relatif singkat pada konflik-konflik sebelumnya.

“Dalam enam hari Israel bisa merebut wilayah Palestina. Tetapi setelah tiga tahun sejak 7 Oktober, Israel belum berhasil menguasai Gaza,” ujar Al-Sattari dalam pertemuan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan ketika perang Gaza telah memasuki tahun keempat. Laporan Reuters pada Oktober 2026 menyebut Israel masih menguasai sebagian besar wilayah Gaza, sementara Hamas masih mengendalikan wilayah lainnya. Konflik yang pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 juga telah menimbulkan korban dalam jumlah sangat besar di kedua pihak.

Bukan Sekadar Konflik Israel-Hamas

Al-Sattari juga menyoroti narasi yang menggambarkan perang Gaza semata-mata sebagai konflik antara Israel dan Hamas.

Menurut dia, cara pandang tersebut mengabaikan keberadaan masyarakat sipil Palestina yang menjadi korban perang.

“Apakah anak kecil, sekolah, rumah sakit itu Hamas?” ujarnya.

Ia menilai persoalan Palestina perlu dilihat dalam konteks sejarah yang lebih panjang, termasuk pendudukan dan persoalan hak-hak rakyat Palestina, bukan hanya dimulai pada 7 Oktober 2023.

Pandangan tersebut menjadi salah satu narasi utama diplomasi Palestina dalam menjelaskan konflik kepada masyarakat internasional. Di sisi lain, Israel menyatakan operasi militernya diarahkan untuk menghancurkan kemampuan Hamas dan membebaskan para sandera yang ditangkap dalam serangan 7 Oktober.

Serangan 7 Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyebabkan 251 orang disandera, menurut data yang dikutip Reuters. Serangan tersebut kemudian menjadi pemicu utama perang Gaza yang berlangsung hingga kini.

Pendidikan Gaza Menjadi Salah Satu Korban Terbesar

Dalam pertemuan tersebut, Al-Sattari juga memberikan perhatian khusus terhadap sektor pendidikan Gaza.

Ia mengatakan banyak korban perang berasal dari kalangan anak-anak, pelajar, mahasiswa, guru dan intelektual. Kerusakan terhadap sekolah dan perguruan tinggi, menurut dia, bukan hanya persoalan kerusakan bangunan, tetapi juga ancaman terhadap masa depan generasi Palestina.

Data internasional menunjukkan besarnya kerusakan tersebut.

Komisi Penyelidikan Internasional PBB mencatat bahwa hingga 25 Februari 2025, 403 dari 564 bangunan sekolah di Gaza telah terkena serangan dan mengalami kerusakan, dengan 85 sekolah hancur sepenuhnya. Bangunan-bangunan tersebut sebelumnya melayani sekitar 435.290 siswa dan 16.275 guru.

Pembaruan berikutnya menunjukkan situasi yang semakin berat. Penilaian UNOSAT/UNRWA pada Juli 2025 memperkirakan 97 persen bangunan sekolah di Gaza mengalami kerusakan, sementara sekitar 91,8 persen membutuhkan rekonstruksi penuh atau rehabilitasi besar agar dapat kembali berfungsi.

Kerusakan juga terjadi pada pendidikan tinggi. Penilaian UNESCO bersama Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina terhadap 21 institusi pendidikan tinggi dengan 38 kampus menemukan bahwa 95 persen kampus terdampak, dengan 22 kampus hancur sepenuhnya dan 14 lainnya mengalami berbagai tingkat kerusakan.

Belajar dari Tenda

Namun, Al-Sattari menegaskan bahwa kehancuran fasilitas pendidikan tidak menghentikan masyarakat Gaza untuk belajar.

Kegiatan pendidikan, menurut dia, terus dilakukan meskipun harus berlangsung di tempat-tempat sementara, termasuk tenda.

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh berbagai laporan lembaga internasional. UNRWA melaporkan bahwa anak-anak Gaza tetap mengikuti pembelajaran melalui Temporary Learning Spaces, dengan guru-guru yang beradaptasi di tengah kerusakan dan keterbatasan fasilitas.

Pada awal 2026, sekitar 136.000 anak tercatat mengikuti pembelajaran di 100 ruang belajar sementara yang didukung UNICEF. Laporan PBB juga mencatat bahwa lebih dari 97 persen sekolah telah rusak atau hancur dan keterbatasan perlengkapan membuat sebagian guru bahkan harus menulis di dinding tenda.

UNESCO juga menjalankan Gaza Virtual Campus yang memungkinkan lebih dari 20.000 mahasiswa melanjutkan pendidikan secara daring, sementara ruang belajar sementara telah memberikan dukungan kepada lebih dari 10.000 mahasiswa.

“Perjuangan Tidak Akan Berhenti”

Al-Sattari mengatakan berbagai pengorbanan yang dialami masyarakat Palestina tidak akan dianggap sia-sia.

Ia menilai perubahan sikap masyarakat internasional terhadap Israel merupakan bagian dari perkembangan penting yang sedang terjadi. Menurut dia, dukungan terhadap Israel di sejumlah negara Barat menghadapi tekanan akibat besarnya dampak kemanusiaan perang Gaza.

“Apapun yang kami korbankan tidak akan sia-sia,” katanya.

Ia juga mengatakan perjuangan rakyat Palestina akan terus berlangsung meskipun Israel melakukan serangan dan menimbulkan korban.

Dalam pandangannya, ketahanan masyarakat Palestina tidak hanya terlihat dari perjuangan bersenjata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan kehidupan sehari-hari, termasuk pendidikan.

“Banyak sekolah dihancurkan, tetapi pendidikan tidak berhenti. Mereka belajar di tenda,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan satu sisi penting dari perang Gaza yang kerap luput dari pemberitaan: pertempuran untuk mempertahankan masa depan melalui pendidikan.

Bagi masyarakat Palestina, mempertahankan guru, mahasiswa, pelajar, pengetahuan dan kegiatan belajar di tengah kehancuran menjadi bagian dari upaya mempertahankan keberlangsungan masyarakat itu sendiri.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini