HomeBeritaOCHA: Persiapan Musim Dingin di Gaza Berjalan di Tengah Serangan, Bantuan Dinilai...

OCHA: Persiapan Musim Dingin di Gaza Berjalan di Tengah Serangan, Bantuan Dinilai Belum Memadai

GAZA CITY — Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan pada Rabu (14/10/2026) bahwa PBB dan mitranya meningkatkan persiapan menghadapi musim dingin di Jalur Gaza. Serangan yang menimpa warga sipil masih berlangsung, sementara bantuan yang masuk dinilai belum memenuhi kebutuhan akibat pendanaan yang kurang dan pembatasan akses oleh Israel.

Dalam dua hari terakhir, mitra kemanusiaan mencatat serangan udara, tembakan artileri, ledakan pembongkaran, tembakan dari laut, dan penembakan di seluruh wilayah Gaza. Menurut OCHA, serangan paling banyak terjadi di sisi barat “Garis Kuning” yang ditetapkan otoritas Israel.

Para mitra memasukkan tambahan bahan bakar, terpal plastik, pakaian musim dingin, obat-obatan, dan perlengkapan medis. OCHA menilai jumlahnya terbatas dan tidak cukup. Pengiriman terhambat oleh kekurangan dana serta pembatasan Israel, antara lain larangan beroperasi bagi sebagian mitra, pembatasan impor seperti oli mesin dan suku cadang, dan akses terbatas ke lebih dari 64 persen wilayah Gaza.

Kebutuhan Tempat Berlindung

Lima hari sebelumnya, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan di Jenewa bahwa hampir seluruh dari sekitar dua juta penduduk Gaza akan melewati musim dingin tanpa tempat berlindung yang memadai. IOM menyebut pasokan yang ada baru menutup 17 persen kebutuhan musim dingin yang teridentifikasi.

Sekitar 8.600 paket tempat berlindung darurat IOM yang disimpan di luar Gaza, menurut lembaga itu, terus ditolak di pintu perlintasan oleh otoritas Israel. IOM juga memperingatkan bahwa fenomena El Nino berpotensi memperderas hujan tahun ini. Hujan deras dapat melemahkan bangunan yang tidak aman, dan sistem drainase yang rusak berat membuat permukiman rawan banjir.

Direktur Jenderal IOM Amy Pope, dalam pernyataan di Jenewa pada 9 Oktober, mengatakan, “Bahan tempat berlindung harus masuk dengan cepat, terprediksi, dan dalam skala yang dibutuhkan” (terjemahan).

Korban Berjatuhan di Masa Gencatan Senjata

Kantor berita Shafaq News melaporkan bahwa serangan Israel pada Rabu menewaskan lebih dari lima warga Palestina di sejumlah wilayah Gaza. Dua di antaranya tewas dalam serangan terhadap sebuah kendaraan di Gaza selatan. Serangan udara terhadap sebuah apartemen di kawasan Al-Rimal, Kota Gaza, disebut menewaskan seorang perempuan dan melukai beberapa orang lain.

Shafaq mengutip Kementerian Kesehatan Gaza yang melaporkan total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.392 jiwa, dengan 175.440 orang terluka. Kementerian itu mencatat 1.501 orang tewas dan 5.323 terluka sejak gencatan senjata. Penghitungan itu dimulai 11 Oktober 2025, sedangkan 838 jenazah lain telah ditemukan.

Gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat diumumkan pada 10 Oktober 2025. Pada 9 Oktober 2026, lebih dari 100 organisasi kemanusiaan dan masyarakat sipil menyatakan gencatan senjata itu “hanya ada di atas kertas”, menurut Al Jazeera.

Gaza Media belum menemukan tanggapan resmi otoritas Israel atas pernyataan OCHA tersebut hingga naskah ini ditulis.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini