Al Quds Palestina

Kementrian Wakaf Palestina: “Israel” Nodai Masjid Al-Aqsha Sebanyak 21 Kali & Larang Adzan di Masjid Ibrahimi 52 Kali

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Menteri Wakaf Palestina, Syeikh Hatem Al-Bakri melaporkan, terhitung bulan April 2022 ini “Israel” telah menodai Masjid Al-Aqsha sebanyak 21 kali dan mencegah adzan di Masjid Ibrahimi sebanyak 52 kali. Tindakan mereka sengaja dilakukan sebagai bentuk provokatif dan melecehkan 2 tempat suci umat Islam tersebut, Rabu (11/5/2022).

“Selama perayaan “Paskah Ibrani”, “pemerintah Israel” mengerahkan semua upaya intimidasi terhadap jamaah muslim yang tengah beribadah, tindakan brutal dan penangkapan kerap dilakukan untuk memudahkan praktik ritual pemukim ilegal “Yahudi” yang meyerbu masuk masjid.” Al-Bakri melaporkan diterima tim Gaza Media Agency.

Sejak Al-Quds dijajah pada 1967, secara aktif dan sistematis Zionist kendalikan tempat ibadah bagi umat Islam dan Kristen, terutama Masjid Al-Aqsha dan Gereja Makam Suci (Al-Qiyamah) serta beberapa masjid lainnya, dengan dalih keamanan, kebijakan politik dan mengambil “kesempatan” dengan mengosongkannya dari warga Palestina diganti dengan pemukim ilegal “Yahudi” yang secara jelas melanggar wujud toleransi antarumat beragama.

Al-Bakri menekankan perlunya perhatian serius atas pelanggaran di Masjid Al-Aqsha yang dilakukan “Israel”. Tujuan mereka tampak jelas untuk bisa mengendalikan sepenuhnya kepemilikan kiblat suci pertama Umat Islam dunia di bawah kendali mereka.

Kementerian menambahkan, “Namun, dengan semangat pengorbanan di bulan Ramadhan penuh berkah, warga Al-Quds berhasil pukul mundur pasukan penjajah dan para pemukim ilegalnya dengan pergerakan yang semakin kuat belum pernah terjadi sebelumnya”.

“Kerusakan di Masjid Al-Aqsha cukup parah. Terutama Mushalla Al-Qibli yang menjadi target serangan bertubi-tubi oleh pasukan Zionist dengan menembakkan tabung gas air mata, dan merusak jendela mushalla serta kabel speaker yang putus selama konfrontasi”.

Selain itu, pasukan penjajah juga persekusi para wanita, lansia dan anak-anak Palestina yang tengah berjaga di sekitar Kubah Sakhrah dan Al-Udayy dengan memukul brutal dan menangkap mereka. Juga menembakkan peluru karet dari atap ruang sholat teror jamaah masjid yang terperangkap di dalamnya.

Pasukan Zionist “Israel” juga halangi pekerjaan petugas medis dan pers di halaman masjid dengan menembakkan gas beracun atau semprotan merica ke arah mereka.

Laporan kementrian juga menunjukkan, bulan lalu kelompok ekstremis “Yahudi” semakin gencar serukan tindakan provokatif di Masjid Al-Aqsa dengan lakukan ritual kurban di hari paskah.

Berkenaan dengan pelanggaran Masjid Ibrahimi selama sebulan terakhir pelarangan adzan terjadi sebanyak 52 kali, dan ratusan pemukim ilegal “Yahudi” menyerbu Masjid Ibrahimi menodainya dengan ritual Talmud sambut “Paskah” Yahudi.

Pasukan Zionist juga memperketat pos pemeriksaan di sekitar Masjid Ibrahimi dan menutupnya selama dua hari.

Laporan tersebut mendokumentasikan pelanggaran juga terjadi selama perayaan denominasi Kristen pada “Sabtu Terang” di Kota Tua Al-Quds, ibu kota abadi Negara Palestina yang pendudukannya berubah menjadi pejuang sejati.

Pasukan penjajah memberlakukan pembatasan jumlah orang yang memasuki Gereja Makam Suci di Al-Quds untuk berpartisipasi dalam perayaan hingga warga Nasrani-pun turut diserang dengan senjata mereka.

Sementara itu hal yang semakin mengkhawatirkan adalah lanjutan pembongkaran halaman Masjid Ibrahimi menggunakan buldoser diganti rumah peristirahatan Kotamadya Hebron pemukim ilegal “Yahudi”.

Para pemukim ilegal juga memasang tirai di atas taman Masjid Ibrahimi di sebelah rumah peristirahatan untuk menutupi serangan warga Palestina yang terjadi di daerah tersebut. [ml/ofr]