Lagi, “Israel” Bakal Bangun 12 Pemukiman Ilegal Baru di Naqab

GAZAMEDIA, TEPI BARAT –  Pemerintah penjajah “Israel” menyetujui pembangunan 12 pemukiman ilegal baru di Naqab terjajah, Palestina Selatan pada saat pemerintah terus menolak untuk mengakui pemukiman desa Arab dengan berencana menggusur penduduk asli dari sana, Selasa (29/3/2022).

 

Rencana baru pemukiman ilegal di Naqab bertujuan untuk mendirikan sebuah kota bagi warga Yahudi religius yang disebut “Kisif” dan “Nitzana” untuk akademisi dan insinyur “teknologi tinggi”, hal ini menurut rencana khusus yang disiapkan oleh Menteri Dalam Negeri “Israel”, Ayelet Shaked, Menteri Konstruksi dan Perumahan “Ze’ev Elkin”.

 

Di sisi lain, warga Badui di Naqab terus berjuang mempertahankan eksistensinya melindungi tanah dan rumah mereka, dan mereka menentang rencana “Israel” yang bertujuan mencabut dan mengusir mereka dari tanah dan desa mereka dengan dalih “pembangunan”.

 

Gurun Naqab dihuni oleh sekitar 1,3 juta orang, 300.000 di antaranya adalah warga Badui Palestina, dan itu mencakup 40 kota, 9 di antaranya adalah warga Badui.

 

Tanah Negev membentang dari Ashdod, Beersheba, dan Ashkelon ke Jalur Gaza, Lembah Yordan dan Wadi Arraba di utara, dan Umm al-Rashrash di Teluk Aqaba dan Semenanjung Sinai di selatan.

 

“Israel” menguasai 12 ribu kilometer persegi Naqab, yang merupakan 86% dari wilayahnya. Hanya area kecil 150.000 dunum yang tersisa untuk kota-kota Arab yang diakui berjumlah 9 kota. [ml/as/terj. af]