Miqdad Qawasmeh Bebas Setelah Mogok Makan 113 Hari

GAZA MEDIA, RAMALLAH –   Miqdad Qawasmeh pemuda Palestina yang ditahan ‘Israel’ tanpa tuduhan telah mengakhiri mogok makannya selama 113 hari, setelah pihak berwenang ‘Israel’ setuju membebaskannya.

Miqdad Qawasmeh merupakan mahasiswa berusia 24 tahun. Ia telah menghabiskan sekitar empat tahun di penjara ‘Israel’ pada beberapa waktu terpisah sejak 2015. Januari lalu, dia ditangkap lagi dan ditahan tanpa tuduhan berdasarkan ‘informasi rahasia’, di bawah sistem penahanan administratif Israel, demikian dilaporkan The New Arab.

Pada akhir Juli, Qawasmeh memulai mogok makan terbuka untuk memprotes pembaruan perintah penahanan enam bulannya dan menuntut pembebasannya. Dia kemudian dipindahkan ke klinik penjara Israel di Ramleh, kemudian ke rumah sakit Kaplan Israel menyusul penurunan kesehatan yang serius.

Qawasmeh dilaporkan menderita masalah penglihatan, nyeri terus-menerus, detak jantung rendah dan ketidakmampuan untuk bergerak. Pada akhir Oktober, ibunya melaporkan bahwa petugas medis Israel secara paksa menyuntikkan nutrisi ke dalam tubuhnya melalui infus.

Omar Qawasmeh, ayah Miqdad, mengatakan kepada radio lokal pada hari Kamis bahwa “keluarga itu sangat gembira”, setelah menerima berita tentang kesepakatan Miqdad untuk mengakhiri mogok makan yang “hampir mengakhiri hidupnya”. []