GAZA MEDIA. PALESTINA – Selasa (16/11) Miqdad Qawasmeh dan Tiga Tawanan Palestina melanjutkan mogok makan dalam mengejar tuntutan mereka.

Miqdad Qawasmeh adalah seorang mahasiswa berusia 24 tahun. Ia telah menghabiskan sekitar empat tahun di penjara Israel pada beberapa waktu terpisah sejak 2015. Januari lalu, dia ditangkap lagi dan ditahan tanpa tuduhan berdasarkan ‘informasi rahasia’, di bawah sistem penahanan administratif Israel, The New Arab melaporkan.

Miqdad Qawasmeh Pria Palestina, yang ditahan Israel tanpa tuduhan telah mengakhiri mogok makannya selama 113 hari, setelah pihak berwenang Israel setuju membebaskannya pada akhir perintah penahanan administratifnya saat ini pada bulan Februari 2022,

Qawasmeh memulai mogok makan terbuka untuk memprotes pembaruan perintah penahanan enam bulannya dan menuntut pembebasannya

Qawasmeh dilaporkan menderita masalah penglihatan, nyeri terus-menerus, detak jantung rendah dan ketidakmampuan untuk bergerak. Pada akhir Oktober, ibunya melaporkan bahwa petugas medis Israel secara paksa menyuntikkan nutrisi ke dalam tubuhnya melalui infus.

Kemudian dia dipindahkan ke klinik penjara Israel di Ramleh, kemudian ke rumah sakit Kaplan Israel menyusul penurunan kesehatan yang serius.Qawasmeh dilaporkan menderita masalah penglihatan, nyeri terus-menerus, detak jantung rendah dan ketidakmampuan untuk bergerak. Pada akhir Oktober, ibunya melaporkan bahwa petugas medis Israel secara paksa menyuntikkan nutrisi ke dalam tubuhnya melalui infus.

Dan tiga tahanan Palestina itu, Jamal Al-Qam (48) dari Betlehem, Tepi Barat selatan yang diduduki, saat ini ditahan di pusat penahanan Ofer, menjalani 19 hari mogok makan terbuka dan akan terus berlanjut .

Kemudian Sheikh Khader Adnan (40) dari distrik Jenin di Tepi Barat utara, saat ini ditahan di penjara Raymond Israel, memulai mogok makan terbuka 15 hari lalu dan menegaskan menolak penahanan sewenang-wenang.

Sementara itu, tahanan Imran Al-Khatib (60) dari Jalur Gaza selatan yang diblokade, melanjutkan aksi mogok makannya selama 43 hari berturut-turut, menuntut pembebasan dini dari penahanan Israel. [NA]