Gaza

Shtayyeh Undur Diri dari Pemerintahan Palestina

Gaza Media, Palestina – Pemerintahan Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammed Shtayyeh secara resmi mengajukan pengunduran dirinya hari ini setelah Shtayyeh memimpin pemerintahan selama 5 tahun.

 

Dalam serangkaian postingan Facebook yang menggelikan, Shtayyeh mengklaim bahwa pemerintahannya “tetap setia kepada para Syahid, tahanan, dan rakyat kami di Gaza”, sementara selama lima tahun terakhir, pemerintahan korup anti-pembebasannya telah mengejar, menyerang, menculik, dan membunuh para pejuang Palestina, para pemimpin (seperti Khader Adnan dan Ahmed Sa’adat), aktivis, pelajar, dan tahanan yang dibebaskan. Postingannya mendapat ejekan, sama seperti momen dramatisnya menangis di TV pada bulan November yang diejek dari Ramallah : “Jangan menangis di TV. Kami ingin operasi!”.

 

Pada bulan Juni 2023, Shtayyeh menghina seorang pria yang menuntut agar Shtayyeh mengerahkan 70.000 orang bersenjata dari Pasukan Keamanan PA (Otoritas Palestina) untuk melindungi desa-desa dari serangan pemukim, setelah istri dan rumahnya diserang.

 

Kita ingat saat ini syahid Nizar Banat, yang naik takhta akibat tangan pengkhianat pemerintah Shtayyeh, serta puluhan syahid yang naik karena penyiksaan dan peluru berbahaya yang dilakukan PA. Tonton serial 10 bagian dengan subtitle: “Mengapa Mereka Membunuh Nizar?”.

 

Pengunduran diri palsu ini terjadi ketika AS dan entitas Zionis memberikan tekanan pada Otoritas Palestina untuk mencabut pajak yang mereka tarik, dan ketika Otoritas Palestina mengambil tindakan yang tidak mempunyai arti untuk memanfaatkan gelombang “menyelamatkan rakyat Palestina” dalam rangka menerapkan kebijakan rencana rencana Zionis-Amerika mereka.

 

Mahmoud Abbas, yang menjalani tahun ke-19 dari masa jabatannya selama 4 tahun yang telah berakhir, tetap menjabat sebagai presiden PA, melanjutkan “koordinasi keamanan suci” dengan musuh Zionis. Faksi-faksi Palestina diperkirakan akan bertemu di Moskow pada tanggal 29 Februari 2024 untuk konferensi 2 hingga 3 hari.

 

(Senin, 26 februari 2024)

(23.32)

_____

 

Source: RNN

Writer/Translator: @nanaandriiana

Shtayyeh Undur Diri dari Pemerintahan Palestina Read More »

Bagaimana Warga Palestina Bertahan Hidup Ketika Israel Terus Serang Wilayah Terakhir di Gaza?

Gaza Media, Gaza – Para pejabat PBB memperingatkan bahwa serangan darat Israel di Rafah yang merupakan wilayah perlindungan terakhir bagi warga Gaza akan menjadi bencana yang besar, di mana lebih dari 600.000 anak-anak berada dalam bahaya.

Di celah sempit di antara tenda-tenda yang memenuhi hampir setiap inci kota Rafah di wilayah Gaza paling selatan, warga Palestina terus bertahan hidup di tengah serangan darat maupun udara Israel yang intensif tiada henti.

Seorang anak laki-laki bertelanjang kaki memakai pot di kepalanya dan tersenyum. Seorang anak membawa jerigen yang ukurannya setengahnya berisi air. Para lelaki duduk di meja setengah kosong yang menjual makanan kaleng. Permadani cucian tergantung di setiap baris.

Perhatian dunia tertuju pada Rafah, kota yang dulunya sepi, kota di sepanjang perbatasan Mesir yang dianggap sebagai “zona aman” bagi warga sipil yang telah kehilangan tempat tinggal untuk melarikan diri, namun kini telah berubah dan menjadi fokus Israel unruk melancarkan serangan berikutnya di wilayah Gaza.

Rafah, kini telah menjadi kota terpadat dalam beberapa minggu terakhir. Ratusan ribu pengungsi Palestina tersebar di sana dari seluruh wilayah kota Gaza, dan saat ini mereka tinggal di tenda-tenda, di rumah teman ataupun kerabat.

Diperkirakan 1,5 juta orang telah berlindung di Rafah, lebih dari separuh penduduk Gaza tidak memiliki tempat untuk mengungsi dalam menghadapi serangan Israel yang telah meratakan sebagian besar wilayah perkotaan di seluruh wilayah tersebut dan lebih dari 29.000 orang Palestina telah syahid akibat serangan tentara penjajah.

Para pejabat PBB memperingatkan bahwa serangan terhadap Rafah akan menjadi bencana besar, karena lebih dari 600.000 anak-anak berada dalam jalur serangan tersebut. Serangan tentara Israel terhadap kota Rafah dan daerah di sekitarnya juga dapat menyebabkan runtuhnya sistem bantuan kemanusiaan yang berjuang untuk menjaga agar penduduk Gaza tetap hidup. Sekutu Israel di Barat juga menyatakan keprihatinannya, namun tidak dapat mengubah keadaan ataupun menhentikan serangan.

Namun, Israel mengatakan, mereka harus merebut Rafah untuk memastikan penghancuran Hamas dan pembebasan sandera Israel yang masih ditahan oleh mereka.

Makanan di Rafah, seperti halnya di tempat lain di Jalur Gaza, sangatlah langka. Kerumunan orang berkerumun di sekitar toko roti, berharap mendapatkan beberapa potong roti untuk memberi makan keluarga. Yang lain memanggangnya sendiri di tungku dengan tepung apa pun yang bisa mereka peroleh. Seorang anak, duduk di bahu anak yang lebih besar, menikmati gigitan pertama roti empuk tersebut.

Jalan-jalan tampak dipenuhi dengan tenda-tenda pengungsi dan kerumunan warga Palestina yang tengah berjuang untuk menghidupi keluarga mereka.

Dentuman kehidupan yang biasa-biasa saja terus berlanjut di beberapa tempat. Seorang anak laki-laki sedang potong rambut. Seorang gadis mengenakan gaun bermotif bunga berwarna merah muda kebesaran. Perempuan dan anak-anak menghindari genangan air besar di dekat tenda.

Meskipun Israel terus menyerang rumah-rumah mereka hingga tempat perlindungan meraka yang terakhir, warga Gaza terus semangat menjalani kehidupannya, mereka terus bertahan hidup di tengah keterbatasan. Apa yang saat ini sedang terjadi tidak mengurangi semangat juang mereka untuk mempertahankan tanah air mereka. Dengan darah, dengan nyawa, mereka terus berjuang hingga mendapatkan sebuah “kemerdekan”.

(Minggu, 25 Februari 2024)
(16.33)
_____

Source: Aljazeera
Writer/Translator: @nurlitas

Bagaimana Warga Palestina Bertahan Hidup Ketika Israel Terus Serang Wilayah Terakhir di Gaza? Read More »

Palestina tuntut pemerintah Jerman karena memungkinkan terjadinya genosida di Gaza

Gaza Media, Jerman – Sekelompok orang awam Jerman, yang mewakili keluarga dua warga Gaza, mengajukan pengaduan pidana terhadap para pejabat Pemerintah Jerman atas kejahatan membantu dan bersekongkol dalam genosida terhadap rakyat Palestina, demikian dikatakan European Legal Support Centre (ELSC) dalam sebuah pernyataan hari Jumat.

LSM tersebut mengklarifikasi bahwa “membantu dan bersekongkol” dapat dilakukan melalui “dukungan logistik, keuangan atau material, tetapi juga dengan menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk kejahatan utama.”

 

“Secara khusus, membantu dan bersekongkol mencakup otorisasi ekspor senjata dan dukungan politik,” kata pernyataan itu.

Kelompok itu menambahkan bahwa putusan Mahkamah Internasional (ICJ) dalam kasus yang diajukan oleh Afrika Selatan terhadap Israel atas kejahatan genosida, menunjukkan “alasan untuk kecurigaan,” yang menurut hukum pidana Jerman merupakan prasyarat untuk penyelidikan atas kejahatan yang mungkin terjadi.

 

(Sabtu, 24 Februari 2024)

(08.34)

_____

 

 

Source : @MEE

Writer/Translator: @kuntariaii

Palestina tuntut pemerintah Jerman karena memungkinkan terjadinya genosida di Gaza Read More »

Pakar PBB : ekspor senjata ke Israel harus segera dihentikan

Gaza Media, Tel Aviv – Ekspor senjata ke Israel yang kemungkinan besar akan digunakan di Gaza harus segera dihentikan, para ahli PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Mereka menambahkan bahwa ekspor ini dapat digunakan di Gaza dan ada “risiko yang jelas” bahwa senjata-senjata tersebut akan digunakan untuk melakukan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

 

“Semua negara harus ‘memastikan penghormatan’ terhadap hukum humaniter internasional oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata, seperti yang disyaratkan oleh Konvensi Jenewa 1949 dan hukum internasional yang berlaku umum,” ujar para ahli tersebut.

 

“Oleh karena itu, negara-negara harus menahan diri untuk tidak mentransfer senjata atau amunisi apa pun – atau suku cadangnya – jika diperkirakan, berdasarkan fakta-fakta atau pola perilaku di masa lalu, senjata atau amunisi tersebut akan digunakan untuk melanggar hukum internasional.

 

“Transfer semacam itu dilarang bahkan jika negara pengekspor tidak bermaksud senjata tersebut akan digunakan untuk melanggar hukum – atau tidak mengetahui dengan pasti bahwa senjata tersebut akan digunakan dengan cara seperti itu – selama ada risiko yang jelas,” kata mereka.

 

Pada tanggal 12 Februari, pengadilan banding Belanda memerintahkan Belanda untuk menghentikan ekspor suku cadang jet tempur F-35 ke Israel.

 

Pengadilan menemukan bahwa ada “risiko yang jelas” bahwa suku cadang tersebut akan digunakan untuk melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional, karena “ada banyak indikasi bahwa Israel telah melanggar hukum humaniter perang dalam jumlah yang tidak sedikit”.

 

(Jum’at, 23 februari 2024)

(22.15)

_____

 

Source : MEE

Writer/Translator: @kuntariaii

Pakar PBB : ekspor senjata ke Israel harus segera dihentikan Read More »

Kemenkes Gaza : Israel kembali serang kompleks rumah sakit Nasser

Gaza Media, Gaza – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa pasukan penjajah Israel kembali menyerbu Kompleks Medis Nasser dengan empat pengangkut pasukan pada Kamis malam.

Pada hari Kamis, Saluran Ibrani 13 melaporkan bahwa tentara pendudukan telah menyelesaikan operasinya di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis.

Pasukan Penjajah Israel mengepung Rumah Sakit Medis Nasser di Khan Yunis selama beberapa hari, yang menyebabkan tragedi yang dialami pasien dan tenaga medis berlipat ganda karena kurangnya sumber daya, air dan makanan, selain pemutusan aliran listrik ke rumah sakit. RSUD.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan kematian delapan warga Palestina, pada hari Rabu, akibat matinya generator listrik dan terhentinya oksigen untuk pasien, di Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.

Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa penjajah Israel menolak untuk memindahkan jenazah para syuhada dari kompleks untuk dimakamkan.

Kementerian meminta lembaga-lembaga internasional untuk menekan penjajah agar menguburkan delapan syuhada tersebut.

(Jum’at, 23 februari 2024)
(09.26)
_____

Source: Royanews
Writer/Translator: @kuntariaii

Kemenkes Gaza : Israel kembali serang kompleks rumah sakit Nasser Read More »

Nasib Mereka yang Terpaksa Mengungsi Tanpa Harta Benda Mereka.

Gaza Media, Gaza – Agresi di Jalur Gaza telah memasuki hari ke-138, banyak orang di Jalur Gaza terpaksa berjalan tanpa alas kaki atau memakai sepatu usang akibat kehancuran dan krisis yang dialami.

Keadaan ini semakin diperparah oleh agresi yang sedang berlangsung saat ini. Ada pula yang terpaksa mengungsi dengan tergesa-gesa, meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan hanya dengan pakaian seadanya yang mereka kenakan.

Inilah salah satu kisah dari seorang suami istri di Gaza yang dimana mereka secara bergantian memakai sepatu usang yang sama.

“Ini sandal suamiku. Kami bergantian. Siapa pun yang keluar, pakailah itu,” kata wanita itu.

“Saya bahkan tidak menemukan sepasang sepatu bekas. Saya tidak mampu memberi makan anak saya, apalagi membeli sepatu,” tambahnya. “Kami melarikan diri dari semua harta benda kami, jika tidak dihancurkan, akan tertinggal. Sekarang, kami mengungsi ke wilayah selatan, dengan tangan kosong.”

Seorang tukang sepatu di Jalur Gaza juga mengatakan bahwa pada awal agresi, masyarakat di Gaza masih memiliki sejumlah uang untuk memperbaiki sepatu. Namun saat ini, orang-orang telah kehabisan cara, dan dia tidak dapat menemukan bahan untuk memenuhi pesanan apapun yang di terima.

“Ini sungguh menyedihkan. Ini sebuah kesengsaraan,” katanya.

Hingga saat ini, serangan tentara Israel masih terus berlanjut. Setidaknya lebih dari 29.000 warga Palestina di Gaza syahid akibat serangan udara tentara Israel sejak awal agresi 7 Oktober 2023, di mana lebih dari 12.000 korban syahid merupakan dari kalangan ana-anak Gaza.

(Rabu, 21 Februari 2024)
(17.10)
_____

Source: Aljazeera
Writer/Translator: @nurlitas

Nasib Mereka yang Terpaksa Mengungsi Tanpa Harta Benda Mereka. Read More »

Menteri Wanita Israel, Bangga dengan Penderitaan dan Kehancuran di Gaza

Gaza Media, Tel Aviv – May Golan yang merupakan Menteri Israel untuk kemajuan Perempuan, menyatakan kebanggannya terhadap “kehancuran” Gaza dan mengklaim bahwa bayi-bayi Palestina anak tumbuh besar dan akan menceritakan kepada cucu-cucu mereka dikemudian hari tentang “apa yang dilakukan orang-orang Yahudi” dalam sidang Knesset yang diadakan pada Senin (19/2).

“Saya secara pribadi bangga dengan kehancuran Gaza dan bahwa setiap bayi, bahkan 80 tahun dari sekarang, akan menceritakan kepada cucu-cucu mereka apa yang telah dilakukan oleh keluarga Yahudi ketika keluarga mereka dibunuh dan diperkosa, serta warga sipil mereka diculik. ”

“Anda (Ofer Cassif) dan teman-teman anda akan mengizinkan membangun pemerintahan, karena jika anda berpikir bahwa hadiah ini dari pembantaian orang Yahudi, pemerkosaan terhadap wanita, pemenggalan kepala serta penculikan warga sipil merupakan duduk di dalam ‘pemerintahan perubahan’, anda sedang bermimpi.”

“Anda dapat terus meneriakan “perdamaian sekarang” dan “pemilihan umum sekarang”. Dari Kaplan hingga Gaza, biarkan mereka mendengarkan anda. Kita punya misi.”

“Dan hal terakhir yang kami izinkan kepada anda adalah Ofer Cassif (Anggota Knesset Israel) naik le Tempe Mount (Dome of the Rock) dengan bendera Palestina dan Yahya Sinwar (Pemimpin Hamas). Menjadi menteri pertahanan negara Palestina, seperti saudaranya Yaser Arafat.”

“Bukan merpati dan ranting zaitun, hanya pedang untuk memenggal kepala Sinwar, itulah yang akan dia terima dari kita.”

(Kamis, 22 Februari 2024)
(16.26)
_____

Source: TRTWorld
Writer/Translator: @nanaandriiana

Menteri Wanita Israel, Bangga dengan Penderitaan dan Kehancuran di Gaza Read More »

Ekonomi Israel menyusut hampir seperlima pada kuartal terakhir tahun 2023

Gaza Media, Tel Aviv – Penurunan produk domestik bruto (PDB), yang oleh Financial Times digambarkan sebagai “jauh lebih curam” daripada yang diperkirakan oleh para analis, terjadi pada bulan-bulan setelah dimulainya perang pada 7 Oktober.

 

Biro Pusat Statistik mengatakan bahwa PDB turun 19,4% secara tahunan dibandingkan dengan kuartal ketiga, sementara pada basis kuartal per kuartal, dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya, ekonomi mengalami kontraksi 5,2%.

 

Pemanggilan 300.000 tentara cadangan untuk berperang di Gaza merupakan penyebab utama penurunan ini, demikian juga dengan sponsor pemerintah untuk perumahan bagi lebih dari 120.000 orang Israel yang dievakuasi dari daerah-daerah yang dekat dengan zona-zona konflik.

 

Meskipun ekonomi terus tumbuh, lembaga pemeringkat Moody’s bulan ini menurunkan peringkat utang Israel dari A1 menjadi A2.

 

Penurunan peringkat ini dilakukan sebagai tanggapan atas kekhawatiran akan berapa lama konflik di Gaza akan berlangsung, sementara itu juga menurunkan prospek utang Israel menjadi negatif karena adanya risiko perang yang menyebar ke Lebanon.

 

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mencoba untuk meremehkan masalah ini.

 

“Penurunan peringkat ini tidak berhubungan dengan ekonomi. Ini sepenuhnya disebabkan oleh fakta bahwa kita berada dalam perang. Peringkat akan kembali naik saat kami memenangkan perang – dan kami akan memenangkan perang,” katanya dalam sebuah pernyataan.

 

Serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 membunuh 1.139 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil. Sekitar 240 orang dibawa kembali ke Gaza sebagai tawanan.

 

Serangan Israel berikutnya terhadap Gaza telah menewaskan hampir 30.000 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur dan rumah-rumah warga sipil di daerah kantong tersebut.

 

(Rabu, 21 februari 2024)

(09.33)

_____

 

 

Source: MEE

Writer/Translator: @kuntariaii

Ekonomi Israel menyusut hampir seperlima pada kuartal terakhir tahun 2023 Read More »

Pasukan Penjajah: Operasi Darat di Rafah dimulai Kembali, Situasinya Hampir Terselesaikan

Gaza Media, Gaza – Radio pasukan penjajah: Perkiraan akhir operasi darat di Khan Yunis. Pasukan hampir memutuskan posisinya mengenai dimulainya operasi darat di Rafah. Pada hari Selasa (20/2), bahwa entitas tersebut hampir menyelesaikan posisi mengenai dimulainya operasi darat di Rafah, seperti yang dikatakannya.

Radio pasukan penjajah yang mengutip pejabat militer menambahkan, diperkirakan operasi darat di Khan Yunis akan segera berakhir.

Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Nasional di pemerintahan penjajah Israel, mengatakan, “Kami berada dalam keadaan perang dan entitas tersebut diperkirakan akan terbakar, namun kebijakan tangan yang kuat membuat kami tenang.”

Hal ini terjadi ketika penjajah terus melanjutkan agresinya terhadap Gaza selama 137 hari, membom berbagai wilayah di Jalur Gaza, dan melakukan pembantaian terhadap warga Palestina di rumah sakit.

Agresi penjajah yang sedang berlangsung telah mengakibatkan sebanyak 29.092 warga Palestina syahid, ditambah 69.028 orang terluka, sejak 7 Oktober tahun lalu, dan ribuan orang kehilangan nyawa di bawah reruntuhan, menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.

Brigade Al-Qassam, cabang militer Gerakan Perlawanan Islam “Hamas,” melancarkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada tanggal 7 Oktober 2023 sebagai tanggapan atas pelanggaran penjajah  Israel di wilayah Palestina yang dijajah.

Di sisi lain, penjajah Israel melancarkan operasi militer terhadap Jalur Gaza, yang disebut “Pedang Besi,” dan melancarkan serangkaian serangan kekerasan di beberapa wilayah di Jalur Gaza, yang mengakibatkan ratusan orang syahid dan ribuan orang terluka. Selain itu mengakibatkan hancurnya sejumlah besar bangunan, menara tempat tinggal, institusi, dan infrastruktur.

(Selasa, 20 Februari 2024)
(14.38)
_____

Source: Royanews
Writer/Translator: @kuntariaii

Pasukan Penjajah: Operasi Darat di Rafah dimulai Kembali, Situasinya Hampir Terselesaikan Read More »

Pakar PBB Terkejut dengan Laporan Pelanggaran HAM Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan Palestina

Gaza Media, Jenewa – Senin (19/2) para ahli PBB menyatakan keprihatinannya atas tuduhan kredibel atas pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan yang terus dialami oleh perempuan dan anak perempuan Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Perempuan dan anak perempuan Palestina dilaporkan telah dieksekusi secara sewenang-wenang di Gaza, seringkali bersama dengan anggota keluarga mereka, termasuk anak-anak mereka, menurut informasi yang kami terima. “Kami terkejut dengan laporan-laporan tentang penargetan dan pembunuhan di luar hukum yang disengaja terhadap perempuan dan anak-anak Palestina di tempat-tempat di mana mereka mencari perlindungan, atau ketika melarikan diri. Beberapa dari mereka dilaporkan memegang kain putih ketika mereka dibunuh oleh tentara Israel atau pasukan yang berafiliasi dengannya,” ujar para ahli.

Para ahli menyatakan keprihatinan serius mengenai penahanan sewenang-wenang terhadap ratusan perempuan dan anak perempuan Palestina, termasuk para pembela hak asasi manusia, jurnalis dan pekerja kemanusiaan, di Gaza dan Tepi Barat sejak tanggal 7 Oktober 2023. Banyak dari mereka yang dilaporkan mengalami perlakuan yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat, tidak diberi pembalut, makanan dan obat-obatan, serta dipukuli dengan kejam. Setidaknya dalam satu kesempatan, perempuan Palestina yang ditahan di Gaza diduga dikurung di dalam kandang di tengah hujan dan dingin, tanpa makanan.

“Kami sangat tertekan dengan laporan bahwa perempuan dan anak perempuan Palestina yang ditahan juga mengalami berbagai bentuk kekerasan seksual, seperti ditelanjangi dan digeledah oleh petugas tentara Israel. Setidaknya dua tahanan perempuan Palestina dilaporkan diperkosa sementara yang lain dilaporkan diancam dengan pemerkosaan dan kekerasan seksual,” ujar para ahli. Mereka juga mencatat bahwa foto-foto tahanan perempuan dalam keadaan yang merendahkan juga dilaporkan diambil oleh tentara Israel dan diunggah secara online.

Para ahli menyatakan keprihatinannya bahwa sejumlah perempuan dan anak-anak Palestina, termasuk anak perempuan, dilaporkan hilang setelah kontak dengan tentara Israel di Gaza. “Ada laporan yang mengkhawatirkan tentang setidaknya satu bayi perempuan yang dipindahkan secara paksa oleh tentara Israel ke Israel, dan anak-anak yang dipisahkan dari orang tua mereka, yang keberadaannya masih belum diketahui,” kata mereka.

“Kami mengingatkan Pemerintah Israel akan kewajibannya untuk menegakkan hak hidup, keselamatan, kesehatan, dan martabat perempuan dan anak perempuan Palestina serta memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang menjadi sasaran kekerasan, penyiksaan, perlakuan buruk atau perlakuan yang merendahkan martabat, termasuk kekerasan seksual,” ujar para ahli tersebut.

Mereka menyerukan penyelidikan yang independen, tidak memihak, cepat, menyeluruh dan efektif atas tuduhan-tuduhan tersebut dan meminta Israel untuk bekerja sama dalam penyelidikan tersebut.

“Secara keseluruhan, dugaan tindakan ini mungkin merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter, dan merupakan kejahatan serius di bawah hukum pidana internasional yang dapat dituntut di bawah Statuta Roma,” kata para ahli. “Mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan yang nyata ini harus dimintai pertanggungjawaban dan para korban serta keluarga mereka berhak atas ganti rugi dan keadilan penuh,” tambah mereka.

* Para ahli: Reem Alsalem, Pelapor Khusus tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, penyebab dan konsekuensinya; Francesca Albanese, Pelapor Khusus tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun 1967; Dorothy Estrada Tanck (Ketua), Claudia Flores, Ivana Krstić, Haina Lu, dan Laura Nyirinkindi, Kelompok kerja tentang diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan.

Para ahli tersebut merupakan bagian dari apa yang dikenal sebagai Prosedur Khusus Dewan Hak Asasi Manusia. Prosedur Khusus, badan terbesar yang terdiri dari para ahli independen dalam sistem hak asasi manusia PBB, merupakan nama umum dari mekanisme pencarian fakta dan pemantauan independen Dewan HAM. Pemegang mandat Prosedur Khusus adalah para ahli hak asasi manusia independen yang ditunjuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia untuk menangani situasi negara tertentu atau isu-isu tematik di seluruh bagian dunia. Para ahli Prosedur Khusus bekerja secara sukarela; mereka bukan staf PBB dan tidak menerima gaji untuk pekerjaan mereka. Mereka independen dari pemerintah atau organisasi manapun dan bekerja dalam kapasitasnya masing-masing.

(Selasa, 20 Februari 2024)
(14.04)
_____

Source: https://www.ohchr.org/en
Writer/Translator: @kuntariaii

Pakar PBB Terkejut dengan Laporan Pelanggaran HAM Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan Palestina Read More »