Al Quds Opini Palestina

Perempuan Pejuang Al-Aqsha: Ustadzah Zena Said, MA

Penulis: Yani Nuraeni

GAZAMEDIA, – Kisah pejuang wanita Palestina yang bertahan hidup dalam penjajahan bertahun-tahun lamanya demi memperjuangkan kiblat pertama umat Islam, pejuang itu Ustadzah Zena Said beliau merupakan guru Majlis Taklim di Masjidil Aqsha. Zionis Israel menggunakan berbagai cara untuk menjadikan impian kota Al Quds menjadi milik mereka, dengan memiliki ciri-ciri keyahudian, menjadikan kota Al Quds kota “Yahudi” semata, begitulah impian “Yahudi”.

Penyerangan yang dilakukan Zionis “Israel” membuat kondisi Palestina buruk, berbagai penderitaan yang dialami di Al Quds, tidak dapat digambarkan karena nyatanya lebih dari apa yang digambarkan. Zionis yang sengaja mempersulit aktivitas kehidupan warga di kota Al Quds, serta kondisi sosial yang sengaja dihancurkan, penghancuran rumah, pelecehan terhadap perempuan dan anak-anak menjadi pihak yang terpengaruh dengan kondisi ini tidak mendapat tempat yang teduh dan nyaman.

Tak hanya permasalahan penghancuran rumah, kisah Ustadzah Zena Said yang selalu khawatir ketika mengantarakan anaknya ke sekolah, khawatir bisa pulang atau tidak, yang dialaminya Zionis menangkap anaknya di penjara 10 tahun lamanya, beliau hanya berharap anaknya bisa pulang dengan kondisi syahid, kondisi terhormat, dibandingkan pulang dengan kondisi tak bermoral. Zionis sengaja menargetkan moral aqidah, agar mereka rusak dan tidak melanjutkan perjuangannya, menjadi sosok manusia yang tidak berguna yang menjadi sampah masyarakat, dan Zionis berupaya menyebarkan Narkoba kepada anak-anak dan pemuda.

Para perempuan, para murobithun menjadi target Zionis, perempuan disana waktu luang dimanfaatkan dengan mengadakan Majlis Taklim di Masjidil Aqsha, namun Zionis marah dan berusaha untuk melenyapkan para perempuan disana, karena para perempuan yang mengadakan Majlis Taklim itu menjadi penghalang mereka untuk menjadikan Haikal Sulaiman di atas Masjidil Aqsha.

Ustadzah Zena Said, mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh Zionis pertama kali pada tahun 2014 karena maksa untuk masuk ke Masjidil Aqsha. Beliau mengalami patah rahang gigi dan pipi beliau sobek karena dipukul oleh senjata, di beberapa tahun berikutnya kepalanya sampai terluka karena di serang, terjadi juga dengan anak-anak dan suaminya, selain itu mendapatkan ancaman rumah dirobohkan, dan sudah dirobohkan sebagian, sempat dilarang masuk juga ke Masjid Al-Aqsha 4 tahun, padahal posisi rumah dekat dengan Masjid Al-Aqsha.
Ustadzah Zena Said hidup sendirian di kota Al Quds, saudara keluarga yang lain tinggal di luar Al Quds. Keluarganya tidak bisa masuk padahal hanya berapa km, ini disebabkan karena adanyanya tembok rasial. Zionis melarang renovasi, tidak memberikan izin membuat rumah, warga disana terpaksa memasang tenda di tanah mereka, demi tetap berada di tanah mereka.

Ditengah segala kesulitan yang dialami para pejuang Al-Aqsha, para perempuan disana berusaha mendidik anak-anaknya dengan baik. Para perempuan mengkhawatirkan anak dan suaminya apakah bisa pulang atau tidak karena ditangkap, mengkhawatirkan rumah. Namun yang lebih mereka khawatirkan adalah tempat Isra’ Mi’Raj Rasulullah SAW yaitu Masjidil Aqsha, karena itu adalah amanah Rasulullah SAW dan mereka menjaganya melebihi anak, suami, dan rumah mereka.

“Kami akan tetap teguh kokoh bertahan, bersumpah kepada kita, saudara kita di Al Quds akan tetap bertahan dengan apapun yang akan di alami, sehingga suatu saat datangnya kemenangan, yang in syaa Alloh kemenangan itu dekat. Hendaklah umat Islam di seluruh dunia mengarahkan arah perjuangan mereka ke Baitul Maqdis karena itu dalam kompas perjuangan umat Islam saat ini.” Ucap Ustadzah Zena Said.

Mereka bukan membutuhkan bantuan materi, tapi mereka membutuhkan agar bagaimana caranya agar mereka bisa merdeka dari cengkraman penjajahan ini, dan mereka berharap semua Muslim laki-laki dan perempuan mempersiapkan agar kita sampai ke fase berikutnya, fase kemenangan, menguatkan perspesi bahwa kita akan menang in syaa Allah dengan waktu yang dekat, beliau menunggu kedatangan kita di halaman Masjid Al-Aqsha dalam kondisi Masjid Al-Aqsha sudah dibebaskan dan kita sama sama sholat di sama, dan in syaa Allah tidak ada yang sulit bagi Allah.

Sumber: Duka Perempuan dan Anak Al-Quds, Duka Kita. Channel Youtube Rasil TV

Editor: Ofr