Al Quds Indeks Palestina

Replika Dome of Rock akan Dibongkar, Komunis Muslim: Pemerintah Yerusalem Dituding Tunduk Terhadap Ekstrimis

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Akibat terus mendapatkan tekanan dari kelompok sayap kanan, pemerintah kota tua Al-Quds atau Yerusalem memerintahkan pembongkaran masjid Al-Rahman di lingkungan Palestina Beit Safafa. Pasalnya, Masjid ini dianggap oleh beberapa orang sebagai replika Kubah Batu (Dome of Rock).

Dari sejumlah informasi yang dihimpun GAZAMEDIA, Senin (17/1) dokumen pengadilan yang diajukan Rabu (12/1/2022), pemerintah kota Yerusalem menyetujui pembongkaran atas dasar lantai bangunan yang dibangun tanpa izin.

Masjid Al-Rahman dibangun sebelum Israel didirikan pada tahun 1948. Sejak saat itu, masjid Al-Rahman telah direnovasi dengan sumbangan dan sukarelawan dari komunitas Arab. Dengan kubah emas yang sangat terlihat.

Kompleks tersebut menuai kritik dari LSM Israel karena dilaporkan dibangun tanpa persetujuan dan karena kemiripannya dengan salah satu landmark Yerusalem yang paling dikenal.

Berdiri di atas Temple Mount di Kota Tua Yerusalem, Dome of the Rock adalah tempat suci bagi umat Islam yang merupakan situs warisan dunia UNESCO dan  tempat suci bagi orang Yahudi dan Muslim.

Dalam sebuah pernyataan kepada media lokal, pemerintah kota mengatakan bahwa 700 meter persegi dibangun tanpa izin atau persetujuan insinyur, dan karena itu menimbulkan ancaman keselamatan.

“Masjid mewakili fakta bahwa tidak ada hukum dan tidak ada penegakan hukum di Negara Israel,” kata Yehuda Sharabanay, Direktur Proyek LSM Im Tirtzu.

Sementara itu, penduduk Beit Safafa dan lingkungan Palestina lainnya di Yerusalem mengatakan jika mereka terkadang tidak punya pilihan selain membangun secara ilegal karena kesulitan mendapatkan izin dari pihak yang mengeclaim sebagai pemilik kawasan tersebut.

“Ini adalah lingkungan yang sangat tenang dan tenang, ini adalah masjid dan harus dihormati,” kata pemimpin komunitas muslim di Yerusalem, Muhammad Alian.

Aviv Tatarsky dari LSM sayap kiri Ir Amim mengutuk keputusan itu, dan mengatakan bahwa pemerintah setempat dinilai telah “menyerah kepada para ekstremis”.

“Pemerintah Kota Yerusalem harus bertindak untuk meningkatkan kepercayaan dan mencegah konflik yang tidak perlu antara kota itu dan penduduknya,” katanya. []