Al Quds Indeks Palestina

Kementrian Wakaf dan Agama Palestina Catat Ribuan Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsha

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Sepanjang tahun 2021, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mencatat sebanyak 34.562 pemukim Israel telah menyerbu dan memakasa masuk kedalam kompleks Masjid Al-Aqsa.  Tindakan kaum Yahudi Israel memasuki komplek Al-Aqsha yang merupakan situs suci bagi umat Islam ini mendapat reaksi perlawanan. Akan tetapi, otoritas Israel dan dunia Internasional terkesan tutup mata dan tutup telinga.

Informasi yang dihimpun GAZAMEDIA, Senin (17/1) dari sejumlah media,  Departemen Wakaf Islam yang dikelola Yordania yang bertugas melakukan pengawasan tempat-tempat suci di Yerusalem, mengatakan, para pemukim Yahudi memasuki situs itu melalui Gerbang Al-Mugharbah dan berada di bawah perlindungan polisi Israel.

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut kompleks Masjid Al-Aqsa sebagai Temple Mount, dan mengklaim bahwa situs itu merupakan kuil Yahudi di zaman kuno. Sejak 2003, Israel mengizinkan pemukim masuk ke kompleks itu hampir setiap hari.

Pada Oktober tahun lalu, pengadilan Magistrat Israel memutuskan untuk mendukung orang-orang Yahudi yang berdoa di kompleks Masjid Al-Aqsa. Pengadilan Magistrat Israel tidak menganggap kegiatan orang Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsa sebagai tindakan kriminal.

Keputusan pengadilan Israel tersebut membuat warga Palestina khawatir bahwa kompleks Masjid Al-Aqsa akan dikuasai oleh orang Yahudi. Keputusan pengadilan Israel telah melenceng dari kesepakatan lama, yaitu umat Islam beribadah di Al-Aqsa sementara orang Yahudi beribadah di Tembok Barat di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa.

Keputusan pengadilan muncul setelah seorang pemukim Israel, Rabi Aryeh Lippo, meminta pengadilan mencabut perintah larangan sementara untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa Polisi Israel menerbitkan surat larangan kepada Lippo, karena dia melaksanakan ibadah di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Ibrahim Shtayyeh telah meminta Amerika Serikat (AS) untuk memenuhi janjinya dalam mempertahankan status quo kompleks Masjid Al-Aqsa Shtayyeh juga menyerukan kepada negara-negara Arab untuk berdiri dalam solidaritas dengan Palestina.

“Kami memberikan peringatkan kepada Israel atas upaya untuk memaksakan realitas baru di Masjid Suci Al-Aqsa,” kata Shtayyeh baru-baru ini.

Yordania, menyebut keputusan itu sebagai pelanggaran serius terhadap status historis dan status hukum Masjid Al-Aqsa. Yordania memiliki peran sebagai penjaga Al-Aqsa yang diakui dalam perjanjian damai 1994 antara Amman dan Israel.

Kompleks Masjid Al-Aqsa berada di Kota Tua  Al-Quds atau Yerusalem Timur. Kompleks tersebut merupakan bagian dari wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah pada tahun 1967 silam. Tindakan Israel mencaplok Yerusalem Timur pada 1980 diangggap telah menyalahi aturan yang telah disepakati sesuai perjanjian Internasional dimana Yerusalem Timur merupakan daerah sah milik Palestina. []