Serangan di Tepi Barat Tewaskan Satu Pria Israel, Hamas Puji Aksi Heroik Warga Palestina

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Kelompok pejuang kemerdekaan Palestina Hamas memuji sikap heroik warga Palestina di Nablus, Tepi Barat yang terus melakukan perlawanan terhadap arogansi penduduk ilegal Yahudi, Israel.

Menurut juru bicara Hamas Hazim Qosim, pihaknya memuji serangan dan perlawanan warga Palestina yang sampai saat ini masih terjajah. Akan tetapi pihaknya tidak bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Hamas memberkati operasi heroik di Nablus ini melawan pasukan pendudukan dan pemukim yang membunuh,” kata Qasim.

Lebih lanjut, Operasi ini membuktikan lagi bahwa orang-orang heroik kita akan melanjutkan perjuangan mereka sampai saat ini.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang pria Israel tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan bersenjata di sebuah pos terdepan di Tepi Barat utara pada Kamis (16/12) kemarin malam waktu setempat.

Ketiga warga Yahudi ini ditembak saat berada di dalam mobil ketika mereka meninggalkan Homesh, sebuah pemukiman yang seharusnya ditinggalkan sebagai bagian dari penggusuran tahun 2005.

“Mobil itu ditabrak penyergapan dari sisi jalan,” kata Brigjen. Jenderal Avi Bluth, komandan Divisi Yudea dan Samaria IDF, seperti dikutip dari Times of Israel.

Pasukan Israel dengan cepat dikerahkan ke tempat kejadian, mendirikan pos pemeriksaan dan memblokir jalan raya di seluruh wilayah dalam upaya untuk menangkap para pelaku.

Pria Israel yang tewas diketahui bernama Yehuda Dimentman (25). Korban sudah menikah dan memiliki balita. Dia adalah penduduk pemukiman Shavei Shomron dan seorang siswa di Homesh Yeshiva. Petugas medis sempat melakukan CPR pada Dimentman yang menderita luka parah di leher, tetapi korban akhirnya tewas di tempat kejadian.

Dua korban lainnya menderita luka ringan akibat pecahan kaca dibawa dengan ambulans ke Meir Medical Center di Kfar Saba, Israel.

Menurut layanan ambulans Magen David Adom. Bluth mengatakan, bala bantuan dikerahkan ke daerah itu dalam bentuk tiga batalyon infanteri, pasukan khusus dan unit pengumpulan intelijen.

Komandan Tepi Barat menolak untuk mengomentari penyelidikan tersebut, termasuk siapa yang diyakini militer berada di balik serangan itu dan di mana ia memfokuskan upaya pencariannya. []