#beritapalestinaterkini

Pasukan Penjajah “Israel” Tak Henti Culik & Tindas Warga Palestina di Tepi Barat

Tepi Barat, Gazamedia.net – Pasukan penjajah “Israel” lakukan kampanye besar-besaran penggerebekan dan penangkapan warga Palestina di wilayah kota dan desa yang tersebar di Tepi Barat, sehubung dengan bebasnya sejumlah warga Palestina dari penjara “Israel”,  Rabu pagi (23/2).

Sumber lokal melaporkan, pasukan menangkap Sheikh Abdul Ghani Dwaikat dari Kota Beita, Selatan Nablus, yang merupakan ayah dari syahid, Islam Dwaikat, pejuang pembela Jabal Subaih serta salah satu pemimpin perjuangan rakyat Palestina di wilayahnya.

Penculikan juga dilakukan kepada Khaled Hamayel dan editor, Ali Loulah, dari Kota Beita dan Awarta, Selatan Nablus.

Sementara itu, pasukan penjajah juga menangkap Islam Abu Aoun, yang baru saja dibebaskan dari penjara Kota Jaba’, Selatan Jenin.

Patut dicatat bahwa Abu Oun adalah seorang aktivis dan penulis politik ternama dari Kota Jaba’. Namun menghabiskan beberapa tahun di penjara penjajahan. Kebanyakan dari tahanan diberlakukan secara penahanan administratif tanpa ada tuntutan hukum yang jelas.

Di lain tempat, pasukan penjajah menyerbu kota Ramallah, Hebron, Salfit dan Qalqilya serta menangkap puluhan warga Palestina dari rumah mereka tanpa tuntutan hukum yang jelas.

Beberapa daerah di Tepi Barat dan Al-Quds terus dihadapi aksi teror, penculikan dan brutalisme oleh pasukan penjajah. Termasuk lansia, wanita dan anak-anak. []

Hamas Kutuk Australia atas Pelabelan Organisasi Teroris

Palestina, Gazamedia.net – Gerakan Pejuang Palestina Hamas, mengutuk langkah kebijakan Australia yang memasukkannya ke dalam daftar organisasi teroris, mengingat keputusan tersebut dengan jelas melanggar hukum internasional. Kamis (17/2).

Melalui pernyataannya Hamas menegaskan, pendekatan pemerintah Australia tidak sesuai dengan hukum internasional yang menjamin hak masyarakat dalam melawan segala bentuk penjajahan maupun penindasan. “Israel” dengan terang-terangan labrak semua hukum dan menindas rakyat Palestina. Sebagaimana laporan terbaru lembaga Amnesty International yang menuntut pertanggungjawaban penjajah “Israel” dengan kejahatan apartheid terhadap Palestina.

Kamis pagi (17/2), Australia mengumumkan penunjukan Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, dengan sayap militer dan politiknya, sebagai “organisasi teroris”.

Menteri Dalam Negeri Australia, Karen Andrews mengatakan Perdana Menteri Scott Morrison bermaksud menunjuk Hamas yang menguasai Jalur Gaza, sebagai “organisasi teroris” di bawah hukum pidana negara tersebut.

Amerika Serikat dan Inggris mengklasifikasikan Hamas sebagai organisasi teroris, dan keputusan serupa oleh Uni Eropa hingga kini menjadi sengketa peradilan yang panjang dalam mengupayakan kembalinya Hamas ke daftar teroris.

Patut diketahui, Hamas berawal dari organisasi masyarakat yang berkembang menjadi partai politik. Didirikan pada tahun 1987, memiliki sayap militer Brigade Izz al-Din al-Qassam, yang melaluinya banyak melakukan manuver operasi militer perlawanan melawan penjajah “Israel” dengan berbagai catatan sejarah agresi pertempuran sebagai tanggapan dalam melindungi rakyat serta merebut kembali kemerdekaan Palestina. []

Pemukim Ilegal Yahudi Ancam Bakar Wanita Palestina di Shekh Jarrah

Tepi Barat, Gazamedia.net – Seorang wanita Palestina, Fatima Salem, dan keluarganya diancam akan dibakar oleh seorang pemukim ilegal Yahudi jika mereka tidak mengosongkan rumahnya di lingkungan Sheikh Jarrah, Al-Quds terjajah, Selasa (15/2/22).

Kepanikan meningkat di lingkungan Sheikh Jarrah karena para pemukim ilegal yang terus melakukan aksi biadab mereka, terutama dengan berlanjutnya penyerbuan sayap kanan MK Itamar Ben Gvir ke lingkungan barat Sheikh Jarrah dan aksi-aksi hasutan terhadap Palestina.

Patut dicatat bahwa pada tahun 2014, seorang bocah, Muhammad Abu Khdeir, dari lingkungan Shuafat di Al-Quds timur terjajah, diculik dan dibakar sampai mati. Kurang dari setahun kemudian, para pemukim ilegal juga membakar keluarga Dawabsheh di desa Duma di Tepi Barat. [terj/AF].