#ceasefirenow

Palestina tuntut pemerintah Jerman karena memungkinkan terjadinya genosida di Gaza

Gaza Media, Jerman – Sekelompok orang awam Jerman, yang mewakili keluarga dua warga Gaza, mengajukan pengaduan pidana terhadap para pejabat Pemerintah Jerman atas kejahatan membantu dan bersekongkol dalam genosida terhadap rakyat Palestina, demikian dikatakan European Legal Support Centre (ELSC) dalam sebuah pernyataan hari Jumat.

LSM tersebut mengklarifikasi bahwa “membantu dan bersekongkol” dapat dilakukan melalui “dukungan logistik, keuangan atau material, tetapi juga dengan menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk kejahatan utama.”

 

“Secara khusus, membantu dan bersekongkol mencakup otorisasi ekspor senjata dan dukungan politik,” kata pernyataan itu.

Kelompok itu menambahkan bahwa putusan Mahkamah Internasional (ICJ) dalam kasus yang diajukan oleh Afrika Selatan terhadap Israel atas kejahatan genosida, menunjukkan “alasan untuk kecurigaan,” yang menurut hukum pidana Jerman merupakan prasyarat untuk penyelidikan atas kejahatan yang mungkin terjadi.

 

(Sabtu, 24 Februari 2024)

(08.34)

_____

 

 

Source : @MEE

Writer/Translator: @kuntariaii

Palestina tuntut pemerintah Jerman karena memungkinkan terjadinya genosida di Gaza Read More »

Pakar PBB : ekspor senjata ke Israel harus segera dihentikan

Gaza Media, Tel Aviv – Ekspor senjata ke Israel yang kemungkinan besar akan digunakan di Gaza harus segera dihentikan, para ahli PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Mereka menambahkan bahwa ekspor ini dapat digunakan di Gaza dan ada “risiko yang jelas” bahwa senjata-senjata tersebut akan digunakan untuk melakukan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

 

“Semua negara harus ‘memastikan penghormatan’ terhadap hukum humaniter internasional oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata, seperti yang disyaratkan oleh Konvensi Jenewa 1949 dan hukum internasional yang berlaku umum,” ujar para ahli tersebut.

 

“Oleh karena itu, negara-negara harus menahan diri untuk tidak mentransfer senjata atau amunisi apa pun – atau suku cadangnya – jika diperkirakan, berdasarkan fakta-fakta atau pola perilaku di masa lalu, senjata atau amunisi tersebut akan digunakan untuk melanggar hukum internasional.

 

“Transfer semacam itu dilarang bahkan jika negara pengekspor tidak bermaksud senjata tersebut akan digunakan untuk melanggar hukum – atau tidak mengetahui dengan pasti bahwa senjata tersebut akan digunakan dengan cara seperti itu – selama ada risiko yang jelas,” kata mereka.

 

Pada tanggal 12 Februari, pengadilan banding Belanda memerintahkan Belanda untuk menghentikan ekspor suku cadang jet tempur F-35 ke Israel.

 

Pengadilan menemukan bahwa ada “risiko yang jelas” bahwa suku cadang tersebut akan digunakan untuk melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional, karena “ada banyak indikasi bahwa Israel telah melanggar hukum humaniter perang dalam jumlah yang tidak sedikit”.

 

(Jum’at, 23 februari 2024)

(22.15)

_____

 

Source : MEE

Writer/Translator: @kuntariaii

Pakar PBB : ekspor senjata ke Israel harus segera dihentikan Read More »

Veto, Senjata Lain Melawan Palestina

Gaza Media, Gaza – Lebih dari 29.000 warga Palestina syahid dan 69.000 orang lainnya terluka, kehancuran besar-besaran di Gaza, dan lebih dari 2,2 juta orang di Jalur Gaza tanpa air, makanan, atau kebutuhan hidup apa pun.

Semua hal yang telah terjadi terhadap warga Palestinda di Gaza tidak mendorong Amerika Serikat untuk mendukung resolusi di Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan agresi brutal yang sedang terjadi di Jalur Gaza selama lebih dari 138 hari.

Hak Veto telah digunakan sebanyak 3 kali untuk proyek-proyek yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza. Yang terbaru adalah resolusi Aljazair. Meskipun Dewan Keamanan PBB yang dibentuk pada tahun 1945 diharapkan tercapainya keadilan bagi sebagian besar negara di dunia, monopoli 5 negara atas Hak Veto menghancurkan harapan tersebut.

Menurut angka resmi, Hak Veto telah digunakan sebanyak 261 kali semenjak berdirinya Dewan Keamanan PBB.

Bagian Amerika Serikat sudah digunakan sebanyak 115 kali, termasuk 80 kali menggunakan hak tersebut untuk mencegah kecaman terhadap sekutunya Israel, dan 35 kali melanggar Undang-undang yang mendukung hak-hak rakyat Palestina.

(Jumat, 23 februari 2024)
(00.24)
_____

Source: Friends of Palestine
Writer/Translator: @nanaandriiana

Veto, Senjata Lain Melawan Palestina Read More »

Pasien kedelapan meninggal, pasokan oksigen habis dan generator mati di komplek rumah sakit Nasser

Gaza Media, Gaza – Kementrian kesehatan di Gaza mengumumkan hari ini, Minggu (18/2/2024), kematian pasien kedelapan di Komplek rumah sakit Nasser akibat generator listrik mati dan oksigen terhenti.

 

Sebelumnya, Dr. Ashraf Al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, mengatakan bahwa tentara pendudukan Israel mengubah Komplek Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis menjadi barak militer dan menghentikan layanannya.

 

Dia membenarkan bahwa pasukan pendudukan menangkap puluhan pasien di Komplek Ruma Sakit Nasser, memasukkan mereka ke dalam truk dan membawa mereka ke tujuan yang tidak diketahui. Pemadaman listrik di Komplek Rumah Sakit Nasser berlanjut selama tiga hari, yang menyebabkan terhentinya pasokan oksigen untuk pasien.

 

Berhenti nya oksigen, sejauh ini menyebabkan kematian 7 pasien, dan puluhan pasien kritis diperkiran akan segera tewas, selain itu, pemadaman air total karena generator listrik mati sudah berjalan selama tiga hari dan air limbah membanjiri unit gawat darurat di gedung operasi.

 

Source : alqaheranews

Translator : Nafilah Bachmid

Pasien kedelapan meninggal, pasokan oksigen habis dan generator mati di komplek rumah sakit Nasser Read More »

Mantan pejabat intelijen Israel: Al-Sinwar akan bertempur sampai mati syahid dan tak akan tinggalkan Gaza.

Gaza Media, Gaza – Mantan interogator Israel: Al-Sinwar memiliki prinsip dan tidak akan menyerah

Surat kabar Inggris “The Times” menerbitkan sebuah wawancara dengan mantan interogator pemimpin Hamas Yahya Sinwar di Jalur Gaza, Michael Kuby, yang mengatakan bahwa pemimpin gerakan Palestina itu akan bertempur sampai mati.

 

Kuby menambahkan bahwa ia menghabiskan 150 jam menginterogasi Sinwar lebih dari 30 tahun yang lalu, dan bahwa Yahya muda memandang interogator dengan jijik, dan alisnya yang hitam seperti batu bara yang dikelilingi oleh kebencian.

 

Interogator berusia 78 tahun, yang mengepalai departemen interogasi di badan keamanan internal penjajah Israel (Shin Bet), juga mengatakan: “Mata Sinwar adalah mata seorang pembunuh.”

 

Tel Aviv menuduh Sinwar, 62 tahun, mendalangi serangan Hamas pada 7 Oktober lalu dan telah memasang sayembara sebesar $400.000 di kepalanya

 

Tekad Tel Aviv untuk memburu dan membunuh Sinwar terlihat jelas ketika tentara penjajah Israel mempublikasikan sebuah foto yang diduga diambil oleh kamera pemimpin Hamas itu saat memasuki sebuah terowongan di Khan Younis pada bulan Oktober.

 

Mereka juga mengklaim telah mengenali Sinwar dari telinganya, karena foto itu diambil dari belakang.

 

namun Sinwar tetap sulit dikenali lebih dari lima bulan setelah perang yang menghancurkan di Gaza.

 

Kuby percaya bahwa tidak akan ada kemenangan tanpa menemukan Sinwar, dengan mengatakan: “Orang-orang yang terlibat dalam pembantaian itu harus dibunuh. Al-Sinwar tidak akan meninggalkan Gaza, dia akan berjuang sampai mati syahid, dia memiliki prinsip, dia tidak akan menyerah, dan dia tidak akan melarikan diri ke Mesir.”

 

Palestina. Gaza. Gaza Yahya Sinwar

 

(Sabtu, 17 Februari 2024)

(21.22)

_____

 

Source: royanews

Writer/Translator: Rofif Syahrul

Mantan pejabat intelijen Israel: Al-Sinwar akan bertempur sampai mati syahid dan tak akan tinggalkan Gaza. Read More »

Israel Tidak akan Tunduk Perintah Internasional Mengenai Solusi Dua Negara

Gaza Media, Tel Aviv – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan kembali sikapnya terhadap solusi dua negara dan sebuah negara Palestina yang merdeka dalam sambutan yang disiarkan oleh televisi.

“Kita tidak akan tunduk pada perintah internasional dalam hal kesepakatan masa depan dengan Palestina. Kompromi seperti itu harus melalui negosiasi langsung tanpa prakondisi,” katanya.

“Siapapun yang mengatakan kepada kami untuk tidak beroperasi di Rafah mengatakan kepada kami untuk kehilangan telinga,” katanya.

Netanyahu juga menyebut tuntutan Hamas dalam negosiasi untuk mencapai gencatan senjata di Gaza “delusional”.

Kebijakan Amerika Serikat yang dinyatakan, sekutu dan pendukung terdekat Israel, adalah bahwa solusi dua negara harus mengukuti akhir perang di Gaza.

(Minggu, 18 Februari 2024)
(05.43)
_____

Source: Middle East Eye
Writer/Translator: @nurlitas

Israel Tidak akan Tunduk Perintah Internasional Mengenai Solusi Dua Negara Read More »

Serangan Tentara Israel di Rumah Sakit Nasser Tewaskan lima pasien

Gaza Media, Gaza – Tentara menangkap 20 orang dalam serangan itu, dan mengatakan beberapa di antaranya terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel pada 07 Oktober 2023.

 

Serangan Israel ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis di Jalur Gaza selatan telah menyebabkan kematian sedikitnya lima pasien setelah listrik padam dan pasokan oksigen terputus, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Rumah sakit tersebut saat ini merupakan fasilitas medis terbesar yang masih berfungsi di Gaza dan telah berada di bawah pengepungan Israel selama berminggu-minggu.

 

“Kami menganggap pasukan penjajah Israel bertanggung jawab atas nyawa pasien dan staf, mengingat kompleks tersebut sekarang berada di bawah kendali penuh mereka”, kata kementerian tersebut. Dalam sebuah pernyataan di Telegram, mereka menambahkan bahwa dua wanita melahirkan dalam kondisi yang “tidak manusiawi” dan tentara Israel memaksa wanita dan anak-anak meninggalkan unit bersalin tanpa barang bawaan apa pun.

 

Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) mengatakan stafnya juga terpaksa mengungsi akibat serangan tersebut.

 

“Pasukan Israel mendirikan pos pemeriksaan bagi orang-orang ketika mereka meninggalkan kompleks tersebut, dan salah satu rekan kami ditangkap di pos pemeriksaan ini.

 

Kami menyerukan untuk menjaga keselamatannya dan melindungi martabatnya”, tambah MSF.

 

Tentara Israel mengatakan mereka telah menangkap lebih dari 20 “teroris” berdasarkan “intelijen yang mengindikasikan adanya aktivitas teroris oleh Hamas di rumah sakit”.

 

Dilaporkan dari Yerusalem Timur yang diduduki, Rory Challands dari Al Jazeera mengatakan Daniel Hagari, juru bicara militer Israel, menuduh bahwa beberapa dari mereka yang ditahan terlibat dalam serangan 07 Oktober 2023 di Israel, termasuk seorang pengemudi ambulans.

 

Militer Israel juga percaya ada mayat tawanan Israel di suatu tempat di halaman Rumah Sakit Nasser, dan itulah alasan lain pasukan terlibat dalam ‘operasi yang tepat dan terbatas’ di fasilitas kesehatan tersebut”, kata Challands, seraya menambahkan bahwa militer juga mengatakan mereka menemukan senjata, termasuk mortir dan granat, di antara orang-orang yang ditangkap.

 

Hamas membantah adanya kehadiran di dalam Rumah Sakit Nasser.

 

Dinginnya perlawanan Palestina kami adalah menjauhkan institusi publik dan sipil serta sektor kesehatan dari aktivitas militer apa pun”, kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

 

“Kami telah beberapa kali meminta PBB dan organisasi terkait untuk menghadirkan komite internasional untuk memeriksa rumah sakit dan membuktikan bahwa narasi Israel adalah kebohongan. Tapi tuntutan kami belum didengar”.

 

Israel sebelumnya mengklaim beberapa rumah sakit di Gaza telah digunakan sebagai basis Hamas.

 

Namun, sejak hancurnya sebagian besar Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza dalam sebuah serangan tahun lalu, bukti-bukti yang ada di Israel tidak mampu memenuhi klaim mereka bahwa pihak medis fasilitas tersebut digunakan sebagai markas Hamas. Serangan tersebut menyebabkan kematian pasien dan staf Palestina di rumah sakit serta ribuan orang yang berlindung di sana.

 

Sebaliknya, serangan yang dilakukan berulang kali terhadap rumah sakit telah digambarkan oleh kelompok hak asasi manusia sebagai tindakan yang “melanggar hukum” dan Human Rights Watch menyerukan agar hal tersebut “diselidiki sebagai kejahatan perang”, dan Afrika Selatan menuntut hal tersebut di Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag. bahwa serangan terhadap sistem layanan kesehatan Gaza adalah bukti “tindakan genosida” yang dilakukan oleh Israel.

 

*’Kami berdiri tak berdaya’*

 

Bagi pasien dan staf yang terdampar dalam penggerebekan rumah sakit, situasinya adalah “bencana besar”, menurut Dr. Nahed Abu Taima, direktur Kompleks Medis Nasser. “Listrik diputus di seluruh kompleks medis. Banyak pasien di ICU dan mereka yang mendapat pasokan oksigen dan juga mereka yang menjalani dialisis harus berjuang untuk hidup mereka sejak jam 3 pagi [02:00 GMT]”, kata Taima kepada Al Jazeera pada hari Jumat. “Kami berdiri tidak berdaya, tidak mampu memberikan bantuan medis dalam bentuk apa pun kepada pasien di dalam rumah sakit atau para korban yang membanjiri rumah sakit setiap menitnya”.

 

Dilaporkan dari Rafah, Hani Mahmoud dari Al Jazeera mengatakan tragedi yang terjadi di rumah sakit tersebut juga merupakan “kelanjutan dari perang psikologis” terhadap warga Palestina, yang menyadari bahwa tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sedang mencoba untuk mendapatkan akses ke Rumah Sakit Nasser. “Ada kebutuhan mendesak untuk mengirimkan bahan bakar untuk memastikan kelanjutan penyediaan layanan penyelamatan jiwa. Kami berusaha mendapatkan akses karena masyarakat yang masih berada di Kompleks Medis Nasser membutuhkan bantuan”, kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic.

 

“WHO telah berkali-kali memperingatkan bahwa menghalangi pasien untuk mendapatkan perawatan yang dapat menyelamatkan jiwa mereka dan memaksa pasien dan orang yang terluka untuk dipindahkan dapat menyebabkan memburuknya kondisi mereka atau bahkan kematian. Kesehatan pasien harus diprioritaskan, dan perawatan tanpa gangguan di lingkungan yang aman harus dipastikan”, tambahnya.

 

Dr. James Smith, seorang dokter ruang gawat darurat yang sebelumnya bekerja di rumah sakit Gaza, mengatakan bahwa apa yang dilakukan militer Israel di Rumah Sakit Nasser “adalah pengabaian total terhadap aturan yang memandu perilaku selama konflik bersenjata”.

 

Mengingat keputusan sementara ICJ bulan lalu bahwa Israel harus melakukan semua yang mereka bisa untuk mencegah genosida di Gaza, Smith mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ini juga berarti komunitas internasional harus berbuat lebih banyak untuk menghentikan kejahatan perang Israel.

 

“ Putusan ICJ ini memberikan kewajiban moral, politik dan hukum kepada semua kekuatan dunia, khususnya mereka yang hingga saat ini terus mendanai dan memberikan dukungan diplomatik kepada negara Israel”.

______

Sabtu, 17 Feb 2024

Source : Al jazeera english

Translator : Nana

Serangan Tentara Israel di Rumah Sakit Nasser Tewaskan lima pasien Read More »

Kemenkes Palestina ungkap tragedi Kompleks Nasser di Khan Yunis

Gaza Media, Gaza – Kementrian Kesehatan Gaza: Pasukan penjajah menahan 120 pasien di dalam kompleks Nasser tanpa listrik, tanpa air, tanpa makanan, dan tanpa oksigen.

 

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza melaporkan bahwa pasukan penjajah Israel masih menahan sejumlah besar personel medis, pasien, dan pengungsi di gedung bersalin dan menginterogasi mereka dalam kondisi yang keras dan tidak manusiawi.

 

Dia membenarkan bahwa pasukan penjajah menahan 5 personel medis dengan 120 pasien di gedung lama Nasser, meninggalkan mereka tanpa listrik, tanpa air, tanpa makanan, dan tanpa oksigen.

 

Ia mencontohkan, aliran listrik di Kompleks Medis Nasser masih terputus akibat matinya generator, yang mengancam kematian kasus-kasus yang membutuhkan oksigen.

 

Dia juga menegaskan bahwa penjajah mencegah evakuasi kasus-kasus serius dari Kompleks Medis Nasser ke rumah sakit lain untuk menyelamatkan nyawa mereka.

 

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa pasukan penjajah menahan konvoi bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia yang berjarak 50 meter dari Kompleks Medis Nasser, yang berisi tokoh-tokoh internasional tingkat tinggi.

 

Dijelaskannya, konvoi tersebut terdiri dari dua truk, satu truk berisi bahan bakar dan satu lagi berisi air dan makanan, serta telah ditahan selama 7 jam.

 

Hal ini menunjukkan bahwa pasukan penjajah membuat lubang di depan dan di belakang konvoi bantuan PBB untuk mencegahnya mencapai Kompleks Medis Nasser.

 

 

(Sabtu, 17 februari 2024)

(05.12)

_____

 

Source: Royanews

Writer/Translator: @kuntariaii

Kemenkes Palestina ungkap tragedi Kompleks Nasser di Khan Yunis Read More »

Raja Yordania : Jangan serang Rafah, UNRWA harus didukung, hidup dua juta warga Gaza bergantung padanya

Gaza Media, Yordania – Yang Mulia Raja Abdullah II pada hari Jumat menekankan bahwa niat penjajah Israel untuk melancarkan serangan ke Rafah, tempat sekitar 1,5 juta orang melarikan diri dari kehancuran di Jalur Gaza, akan menimbulkan bencana kemanusiaan yang tidak dapat diterima.

 

Dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Yang Mulia mengatakan bahwa kita membutuhkan gencatan senjata total di Jalur Gaza.

 

Beliau menambahkan bahwa jika perang yang menghancurkan di Gaza dan eskalasi di Tepi Barat dan Yerusalem terus berlanjut, dampak dari keduanya akan meluas ke seluruh wilayah.

 

Solusi politik yang mengarah pada perdamaian berdasarkan solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk memastikan keamanan warga Palestina dan seluruh wilayah.

 

Kata Yang Mulia: “Pertemuan kami adalah bagian dari koordinasi yang sedang berlangsung selama beberapa bulan terakhir untuk bekerja mengakhiri perang di Gaza dan mengatasi bencana kemanusiaan.”

 

Raja Salman mencatat bahwa Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) harus terus didukung, karena ini adalah jalur kehidupan bagi sekitar dua juta warga Palestina di Gaza yang berisiko kelaparan.

 

Badan ini juga menyediakan layanan penting bagi para pengungsi Palestina di tempat lain di wilayah tersebut.

 

Berikut ini adalah teks pidato Yang Mulia

Bapak Presiden, sahabatku, terima kasih atas sambutan hangat Anda.

Pertemuan kita adalah bagian dari koordinasi yang telah kita lakukan selama beberapa bulan terakhir untuk berupaya mengakhiri perang di Gaza dan mengatasi bencana kemanusiaan.

 

bencana kemanusiaan.

 

Kami membutuhkan gencatan senjata yang berkelanjutan di Gaza. Serangan Israel ke Rafah, di mana 1,5 juta orang telah mengungsi akibat kehancuran di Gaza, akan menimbulkan konsekuensi kemanusiaan yang dahsyat dan tidak dapat diterima.

 

Kita juga harus bekerja sama dengan teman dan mitra untuk menghindari konflik ini meluas ke wilayah lain. Kita telah melihat bagaimana konflik yang meluas di kawasan ini dapat menimbulkan dampak yang sangat besar.

 

Jika perang yang menghancurkan di Gaza dan eskalasi di Tepi Barat dan Yerusalem terus berlanjut, dampak dari keduanya akan meluas ke wilayah ini secara besar-besaran.

 

Solusi politik yang mengarah pada perdamaian berdasarkan solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk memastikan keamanan warga Palestina, Israel, dan seluruh kawasan.

 

Bapak Presiden, kami menghargai peran aktif Anda dalam hal ini, karena Eropa memainkan peran kunci dalam mencapai solusi damai.

 

Kami berterima kasih atas upaya Prancis, di bawah kepemimpinan Anda, untuk mengupayakan

 

Gencatan senjata dan peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui berbagai titik penyeberangan dan mekanisme yang tersedia.

 

Kami telah bekerja sama dengan Prancis untuk mengamankan pasokan medis penting di Gaza melalui

 

udara, yang merupakan salah satu cara yang kami gunakan untuk memaksimalkan respons kemanusiaan.

 

Tentu saja, masih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan yang cukup mencapai Gaza secara berkelanjutan dan tanpa hambatan untuk meringankan situasi kemanusiaan yang sangat buruk ini.

 

Dukungan untuk UNRWA juga harus terus berlanjut. Badan ini merupakan jalur penyelamat bagi hampir 2 juta warga Palestina di Gaza yang terancam kelaparan. Badan ini juga menyediakan layanan penting bagi para pengungsi Palestina di tempat lain di wilayah tersebut.

 

Kami akan terus bekerja sama dengan Anda, Bapak Presiden, untuk menangani perkembangan ini dan memperluas kemitraan strategis kami dengan Prancis.”

 

Raja Abdullah II. Prancis Paris. Presiden Prancis Emmanuel Macron. Palestina. Jalur Gaza

 

Raja Yordania : Jangan serang Rafah, UNRWA harus didukung, hidup dua juta warga Gaza bergantung padanya

 

(Jumat, 16 Februari 2024)

(22.07)

_____

 

 

Source: royanews

Writer/Translator: Rofif Syahrul

Raja Yordania : Jangan serang Rafah, UNRWA harus didukung, hidup dua juta warga Gaza bergantung padanya Read More »

Terus Ditekan Internasional, Netanyahu Tak Mau Palestina Legal Sebagai Negara  

Gaza Media, Internasional – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui media sosial X menyatakan bila ia menolak negara lain untuk ikut campur dalam kesepakatan permanen antara Israel dan Hamas pada Jumat (16/2). Selain itu, Netanyahu juga menyebut bahwa Israel akan menolak pengakuan Palestina sebagai negara.

 

“Pengakuan tersebut setelah pembantaian 7 Oktober 2023 akan memberikan dampak yang besar terhadap terorisme yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mencegah penyelesaian perdamaian di masa depan,” tulisnya.

 

Meski begitu, tekanan internasional terus berdatangan dari seluruh dunia agar Israel menghentikan genosida di Palestina. Afrika Selatan bahkan secara legal menyeret Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ). Meski ICJ baru menyatakan Israel “berpotensi” melakukan genosida. Nikaragua dilaporkan juga akan mengikuti jejak Afrika Selatan.

 

Sampai saat ini aksi melawan genosida Israel masih terus dilakukan diberbagai negara. Aktivis Pro-Palestina di AS melakukan aksi di Gedung Kantor Cannon House di Capitol Hill, Washington DC, Kamis (15/2).

 

Menurut laporan, tiga belas aktivis melakukan aksi telentang, mengenakan kaus oranye sambil mengelilingi spanduk bertuliskan “Gencatan Senjata Sekarang” dengan taburan kelopak bunga mawar. Polisi yang tiba di lokasi lantas menangkapi para aktivis.

 

Selain itu, aktivis di San Fransisco AS melakukan aksi penutupan jembatan Golden Gate, Rabu (14/2), meski tidak lama. Mereka meminta agar Israel menghentikan agresi militer yang dilakukan di wilayah Rafah.

 

Sebanyak 50 aktivis yang datang membawa banner bertuliskan “Hentikan apa yang terjadi di Rafah” dan “Hentikan pengiriman senjata ke Israel”. AS merupakan negara yang membiayai dan mengirim senjata perang untuk Israel. Pajak warga AS diketahui menjadi pembiayaan negaranya untuk militer Israel.

 

Di Timur Tengah, Presiden Mesir, Abdel Fattah El Sisi bertemu langsung dengan Presiden Turki, Racep Tayyip Erdogan di Kairo untuk membahas gencatan senjata. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Mesir, Qatar, Jordania, dan Uni Emirat Arab telah berkumpul untuk membicarakan gencatan senjata segera.

 

Hari ini hingga Minggu (18/2), petinggi dunia akan menghadiri Konferensi Keamanan Munich di Jerman. Salah satunya akan membahas soal keamanan di Palestina. Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh dan Presiden Israel akan turut hadir untuk membahas gencatan senjata. Bersama dengan negara-negara sekutunya.

 

(Jum’at, 16 Februari 2024)

(14.08)

_____

Source: Al Jazeera, Reuters, The Times of Israel

Writer/Translator: @nurlitas

Terus Ditekan Internasional, Netanyahu Tak Mau Palestina Legal Sebagai Negara   Read More »