doa

Doa Minta Anak dan Harta

Saudaraku, pernahkah terbesit di hati kita untuk minta kaya sekaligus panjang umur? Saya rasa, kita semua pernah punya keinginan agar dijadikan Allah orang kaya sekaligus diberi umur panjang? Dan hal itu adalah lumrah adanya. Sebagai seorang hamba yang selalu merendah, merunduk dan berusaha menaati Allah dan Rasul-Nya, maka hal yang wajar jika kita pun berharap agar hidup ini menjadi lebih baik lagi dengan meminta harta dan panjang umur.

Tentu saja, doa yang dipanjatkan kepada Allah adalah doa-doa yang kita sendiri sadar jika doa itu terwujud, maka konsekuensi logisnya adalah semakin taatnya kita kepada Allah. Tapi sayang, tidak setiap kita komitmen saat doa-doa yang kita panjatkan itu diijabah-Nya. Kita tak jarang lupa bahwa doa-doa kita sudah terwujud. Tak jarang bahkan, kita merasa seolah apa yang diraih hari ini adalah semata hasil jerih payah sendiri. Terlalu angkuh.

Kembali tentang doa minta banyak harta dan panjang umur tadi. Sebenarnya, Islam agama yang lengkap. Bukan hanya doa minta banyak harta dan panjang umur saja yang ada, tapi juga doa meminta agar dibanyakkan anak-anak juga telah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii

Artinya, “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480).

Dahsyat sekali bukan? Inilah doa yang tidak semua orang mengetahuinya. Lengkap sekali kandungan doa di atas. Berikut uraian singkatnya.

Pertama, doa agar diberi harta yang banyak. Sekali lagi, siapa di antara kita yang tak memerlukan harta? Mustahil rasanya kita bisa hidup tanpa harta. Artinya, harta bagi seorang muslim sangat diperlukan untuk membiayai dakwah ini. Dakwah tanpa ada biaya, maka kelak dakwah itu akan runtuh di tengah jalan.

Kedua, perhatikanlah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan agar meminta anak yang banyak. Tentu saja, maknanya agar kelak Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bisa berbangga dihadapan para Nabi yang lainnya. Selain itu, doa ini adalah tuntunan bagi siapa pun dari kaum muslimin yang hingga kini belum dikaruniai anak agar bisa berdoa dengan doa di atas.

Anak adalah cindera mata. Bahkan lebih dari itu, anak-anak adalah investasi yang akan menjadi tabungan jariyah bagi kedua orang tuanya jika mampu mendidik menjadi anak-anak yang sholeh sholehah.

Ketiga, minta agar diberikan umur yang panjang dalam ketaatan. Umur panjang tapi taat, adalah jauh lebih berharga daripada umur panjang tapi tidak taat. Tak sedikit orang tua yang sudah berumur panjang, hingga pengalaman duniawinya begitu luas, pergaulannya dengan semua kalangan, tapi sayang ia tidak pernah mengenal Allah. Ia lupa, bahwa sebenarnya perjalanan hidupnya akan segera berakhir. Tak heran, orang tua semacam ini seringkali disebut dalam pepatah, ‘tua tua keladi, makin tua makin jadi’. Usia sudah tidak lagi muda. Harum badan suadah berubah mendekati bau tanah, tapi masih pula tak mau mendatangi Allah.

Hidupnya memang berpendidikan dan punya pengalaman luas, tapi sayang tidak berkah. Yang terjadi malah menyusahkan orang lain dan selalu membuat Allah ‘geram’ melihat perilaku anehnya. Karena itu, berdoa agar diberi umur panjang dalam ketaatan adalah sunnah. Yang tidak boleh dan dilarang adalah jika berdoa, “Ya Allah, panjangkanlah umurku” (tanpa ada tambahan kata, “dalam ketaatan kepada-Mu”.

Keempat, minta agar diperindah amalnya. Amalan yang baik adalah investasi yang kelak akan dipetik di akhirat. Bukan hanya di akhirat. Di dunia pun setiap amalan yang baik akan segera mendapat ganjaran yang baik pula dari Allah Ta’ala. Allah tidak akan menyia-nyiakan amal sholeh seorang hamba-Nya. Bahkan, Dia akan segera membalasnya di dunia ini sebelum kelak di balas pula dengan pahala terbaik di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS an-Nahl [16]: 97).

Karena itu, mintalah selalu kepada Allah dengan doa di atas agar selalu dituntun untuk melakukan amal-amal kebaikan dan diperindah amalnya.

Kelima, minta agar diampuni segala dosa. Bisa jadi, yang membuat pundak-pundak kita terasa berat adalah karena beratnya kita memikul dosa-dosa yang selama ini mungkin kita kurang atau bahkan tidak mau menyadarinya dengan segera bertaubat kepada Allah.

Manusia memang tempat salah dan dosa. Namun, bukan berarti manusia harus selalu berlumur dosa dan salah lalu tidak pernah mau memohon ampun kepada Allah agar semua dosanya dihapuskan. Dosa itu memang tidak terlihat layaknya kita melihat benda disekitar. Tapi dosa itu   pasti akan dirasakan dan selalu membuat si pelaku dosa itu gelisah sepanjang masa jika saja ia tidak segera bertaubat.

Tak ada yang membuat hati seorang muslim gundah kecuali jika ada kesalahan atau dosa yang sedang bersarang di hatinya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda tentang arti dosa itu sendiri. dalam hadits an-Nawwâs bin Sam’ân, “Dosa adalah apa saja yang membuat bimbang (ragu) hatimu dan engkau tidak suka dilihat (diketahui) oleh manusia.”

Semoga Allah Ta’ala mengabulkan semua doa yang kita panjatkan selama itu yang terbaik menurut Allah untuk kehidupan di dunia dan akhirat, wallahua’lam.[BA]

Doa Minta Anak dan Harta Read More »

Biar Husnul Khatimah, Ini Do’nya

Mati dalam keadaan husnul khatimah adalah puncak prestasi hidup seorang muslim. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mendapatkan akhir hayat yang baik adalah dengan memperbanyak doa kepada Allah Ta’ala. Inilah doa yang diajarkan oleh Nabi SAW,

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِيمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ.

 “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath).

Do’a di atas adalah do’a yang indah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya agar bisa diamalkan. Wasilah do’a itu, maka kelak Allah Ta’ala akan mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah, insya Allah. Wafat dalam keadaan akhir kematian yang baik adalah sejatinya puncak prestasi seseorang sepanjang menjalani kehidupannya di dunia.

Maka tak heran ada ulama yang mengatakan bahwa puncak dari perjuangan hidup seorang muslim itu ada di akhirnya, yaitu bagaimana kelak ia di akhir hayatnya kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khatimah.

Ustadz Ahmad Maududi Lc MA, pernah berkata, husnul khatimah tidak akan didapatkan secara otomatis begitu saja. Meski ada hadits Nabi SAW yang mengatakan,

من كان آخرُ كلامهِ لا إلهَ إلَّا اللهُ دخل الجنَّةَ

“Siapa yang di akhir hayatnya bisa mengucapkan la ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah), maka ia masuk surga.” (HR Abu Daud).

Menurut Maududi, husnul khatimah lahir dari amalan-amalan yang istiqamah. “Tidak mungkin orang yang selama hidupnya ingkar kepada Allah, tiba-tiba saja menjelang meninggal lancar saja lidahnya mengucapkan la ilaha illalah. Orang yang bisa mengucapkan la ilaha illallah jelang meninggal adalah orang yang selama hidupnya memang istiqamah melafazkan zikir-zikir itu,” katanya.

Istiqamah beramal adalah kunci

Karena itu, istiqamah menjadi kunci untuk meraih husnul khatimah. Bagaimana seseorang agar bisa beribadah dan beramal dengan istiqamah? Setidaknya ada beberapa langkah yang harus ditempuh menurut para ulama antara lain sebagai berikut.

Bagaimana caranya agar kita istiqamah dalam ketaatan dan kebenaran? Setidaknya ada empat hal yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut.

Pertama, Istiqamah harus berdasarkan ilmu. Seorang muslim harus selalu berubah untuk menjadi lebih baik. Jangan bertahan dan diam dalam kesalahan dan kebodohan. Karena itu seorang muslim dituntut harus selalu menuntut ilmu dengan mendatangi majlis-majlis ilmu, membaca kitab yang menunjang ke arah terwujudnya istiqamah. Semakin tinggi ilmu, peluang untuk istiqamah semakin besar.

Kedua, carilah teman dengan membuat jaringan. Kita tidak mungkin bisa berkembang menjadi lebih baik dan istiqamah jika orang-orang di sekitar kita bukan orang-orang yang tidak sefaham dan sejalan. Maka di sinilah perlu ada semacam jaringan atau sistem. Ibarat bisnis MLM, maka untuk membangun keistiqamahanpun kita memerlukan jaringan.

Kita tidak mungkin bisa benar dan berdiri sendiri tanpa ada teman yang selalu mendorong dan menjadi teladan motivasi bagi kita untuk terus istiqamah. Dengan kata lain, seorang muslim itu perlu bergaul bukan menutup diri. Dari pergaulan itu dia bisa memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk nutrisi imannya.

Ketiga, fahami bahwa setiap konsekuensi pasti berbuah resiko dan hasil. Seoranag muslim harus faham benar apa resiko yang akan ia dapat jika mengamalkan syariat Islam ini tidak istiqamah. Sebaliknya, fahami benar dengan ilmu apa yang akan diraihnya jika ia menjalankan ajaran syariat ini dengan istiqamah.

Jika seorang muslim sudah bisa membangdingkan antara resiko dan hasil dari istiqamah, maka tentu muslim yang baik adalah yang berusaha untuk istiqamah dalam amal kebaikan, bukan sebaliknya.

Keempat, mempertahankan prinsip dalam menghadapi resiko. Agar istiqamah seorang muslim harus mampu dan bisa mempertahankan prinsip atau komitmen dalam menghadapi resiko. Para sahabat sangat istiqamah dalam berjuang, walaupun sulit dan penuh bahaya, karena mereka tahu apa ujung dari cerita perjuangannya itu. Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, kalau saya beriman kepada Allah dan engkau, dan saya berjuang untuk Islam, apa keuntungan yang saya dapatkan?” Beliau menjawab, “Di dunia kamu akan bahagia, dan di akhirat kamu akan mendapat surga. Sahabat itu kemudian berkata, “Wahai Rasul, dua hal itu sudah cukup bagi saya.

Karena itu, mari kita berdo’a dengan istiqamah agar Allah akhirkan kehidupan kita kelak dalam keadaan husnul khatimah seperti doa yang telah diajarkan oleh Imam Hasan al-Bashri mengajarkan sebuah do’a,

اَللهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِىْ وَخَيْرَ عَمَلِىْ خَوَاتِمَهُ وَخَيْرَ اَيَّامِىْ يَوْمَ لِقَآئِكَ

“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amalan kami sebelum ajal (menjemput) kami, dan jadikanlah sebaik-baik hari (bagi) kami adalah hari ketika kami berjumpa dengan-Mu.” Wallahua’lam.[]

 

Biar Husnul Khatimah, Ini Do’nya Read More »

Dahsyatnya Doa Antara Dua Sujud

Sejenak mari renungkan satu per satu doa duduk di antara dua sujud yang kadang terlupakan. Pertama, robighfirlii “wahai Tuhan ampunilah dosaku.” Dosa adalah beban berat yang wajib dikurangi bahkan dibuang. Karena dosa hati menjadi kotor dan bahkan mati. Dosa pula yang menjadi sebab seorang hamba malas beribadah. Perlu istighfar setiap waktu agar dosa-dosa itu gugur.

Kedua, warhamnii “sayangilah diriku.” Tidak ada kasih sayang terindah di dunia ini selain kasih sayang Allah. Tidak pula kasih sayang manusia yang satu dengan yang lain, kasih sayang orang tua kepada anak, suami kepada istri bahkan seseorang atas dirinya sendiri. Kasih sayang Allah jauh diatas segala kasih sayang.

Ketiga, wajburnii “tutuplah segala aibku.” Siapakah yang mampu menutup aib seseorang selain Allah? Bersyukur, sebab meski aib kita banyaknya tak terkira, tapi Allah telah menutupnya dari hadapan manusia. Bayangkan andai setiap aib yang dilakukan manusia itu Allah tampakkan?

Keempat, warfa’nii “tinggikanlah derajatku.” Siapakah yang mampu meninggikan derajat seorang hamba beriman kalau bukan Allah SWT? Apa yang terjadi jika manusia tidak punya derajat? Atau jika derajatnya sama dengan hewan? Lihatlah hewan ternak atau melata, adakah diantara makhluk itu mempunyai derajat di hadapan manusia? Tidak ada, semua hewan tetap sama.

Kelima, warzuqnii, “berikanlah aku rizki.” Jangankan makhluk bernama manusia, semut hitam kecil pun diberi rizki oleh Allah Ta’ala, apalagi manusia yang Ia ciptakan sebagai wakil-Nya di muka bumi ini. Sebagai seorang hamba, pasti kita membutuhkan rizki, dan Allah adalah satu-satu sumber rizki itu. Untuk mendapatkan rizki yang berkah, maka seorang Muslim harus memperhatikan halal haramnya. Sebab dengan rizki itulah ia akan semakin bersyukur kepada Allah SWT.

Keenam, wahdini, “berikanlah aku petunjuk ke jalan kebahagiaan.” Petunjuk adalah hal terpenting dalam hidup seorang hamba. Bagaimana seseorang bisa melakukan kebaikan jika dia tidak mempunyai petunjuk? Kita tidak hanya minta petunjuk yang berkaitan dengan akhirat, tapi juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah utk kebahagiaan di dunia.

Ketujuh, wa’aafinii, “berikanlah aku kesehatan.” Bila seorang Muslim itu sehat fisik dan imannya, maka ia bisa memberi dan menambah kemaslahatan bagi yang lain. Tapi tentu saja tidak bisa berbuat kemaslahatan maksimal ketika AllahSWT mengujinya dengan sakit.

Kedelapan, wa’fuannii, “Maafkan segala kesalahanku.” Allah SWT maha pemaaf kepada setiap hamba-Nya. Sejatinya manusia tak mendendam kepada manusia lain selama akidah keimanannya tidak diusik. Islam dan umatnya cinta damai serta senang memaafkan. Karena itulah contoh dari Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Semoga bacaan doa di antara dua sujud kita diterima oleh Allah Ta’ala.[]

Dahsyatnya Doa Antara Dua Sujud Read More »

Doa Minta Anak dan Harta

PERNAHKAH terbesit di hati kita untuk minta kaya sekaligus panjang umur? Saya rasa, kita semua pernah punya keinginan agar dijadikan Allah orang kaya sekaligus diberi umur panjang? Dan hal itu adalah lumrah adanya. Sebagai seorang hamba yang selalu merendah, merunduk dan berusaha menaati Allah dan Rasul-Nya, maka hal yang wajar jika kita pun berharap agar hidup ini menjadi lebih baik lagi dengan meminta harta dan panjang umur.

Tentu saja, doa yang dipanjatkan kepada Allah adalah doa-doa yang kita sendiri sadar jika doa itu terwujud, maka konsekuensi logisnya adalah semakin taatnya kita kepada Allah. Tapi sayang, tidak setiap kita komitmen saat doa-doa yang kita panjatkan itu diijabah-Nya. Kita tak jarang lupa bahwa doa-doa kita sudah terwujud. Tak jarang bahkan, kita merasa seolah apa yang diraih hari ini adalah semata hasil jerih payah sendiri. Terlalu angkuh.

Kembali tentang doa minta banyak harta dan panjang umur tadi. Sebenarnya, Islam agama yang lengkap. Bukan hanya doa minta banyak harta dan panjang umur saja yang ada, tapi juga doa meminta agar dibanyakkan anak-anak juga telah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii

Artinya, “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480).

Dahsyat sekali bukan? Inilah doa yang tidak semua orang mengetahuinya. Lengkap sekali kandungan doa di atas. Berikut uraian singkatnya.

Pertama, doa agar diberi harta yang banyak. Sekali lagi, siapa di antara kita yang tak memerlukan harta? Mustahil rasanya kita bisa hidup tanpa harta. Artinya, harta bagi seorang muslim sangat diperlukan untuk membiayai dakwah ini. Dakwah tanpa ada biaya, maka kelak dakwah itu akan runtuh di tengah jalan.

Kedua, perhatikanlah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan agar meminta anak yang banyak. Tentu saja, maknanya agar kelak Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bisa berbangga dihadapan para Nabi yang lainnya. Selain itu, doa ini adalah tuntunan bagi siapa pun dari kaum muslimin yang hingga kini belum dikaruniai anak agar bisa berdoa dengan doa di atas.

Anak adalah cindera mata. Bahkan lebih dari itu, anak-anak adalah investasi yang akan menjadi tabungan jariyah bagi kedua orang tuanya jika mampu mendidik menjadi anak-anak yang sholeh sholehah.

Ketiga, minta agar diberikan umur yang panjang dalam ketaatan. Umur panjang tapi taat, adalah jauh lebih berharga daripada umur panjang tapi tidak taat. Tak sedikit orang tua yang sudah berumur panjang, hingga pengalaman duniawinya begitu luas, pergaulannya dengan semua kalangan, tapi sayang ia tidak pernah mengenal Allah. Ia lupa, bahwa sebenarnya perjalanan hidupnya akan segera berakhir. Tak heran, orang tua semacam ini seringkali disebut dalam pepatah, ‘tua tua keladi, makin tua makin jadi’. Usia sudah tidak lagi muda. Harum badan suadah berubah mendekati bau tanah, tapi masih pula tak mau mendatangi Allah.

Hidupnya memang berpendidikan dan punya pengalaman luas, tapi sayang tidak berkah. Yang terjadi malah menyusahkan orang lain dan selalu membuat Allah ‘geram’ melihat perilaku anehnya. Karena itu, berdoa agar diberi umur panjang dalam ketaatan adalah sunnah. Yang tidak boleh dan dilarang adalah jika berdoa, “Ya Allah, panjangkanlah umurku” (tanpa ada tambahan kata, “dalam ketaatan kepada-Mu”.

Keempat, minta agar diperindah amalnya. Amalan yang baik adalah investasi yang kelak akan dipetik di akhirat. Bukan hanya di akhirat. Di dunia pun setiap amalan yang baik akan segera mendapat ganjaran yang baik pula dari Allah Ta’ala. Allah tidak akan menyia-nyiakan amal sholeh seorang hamba-Nya. Bahkan, Dia akan segera membalasnya di dunia ini sebelum kelak di balas pula dengan pahala terbaik di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS an-Nahl [16]: 97).

Karena itu, mintalah selalu kepada Allah dengan doa di atas agar selalu dituntun untuk melakukan amal-amal kebaikan dan diperindah amalnya.

Kelima, minta agar diampuni segala dosa. Bisa jadi, yang membuat pundak-pundak kita terasa berat adalah karena beratnya kita memikul dosa-dosa yang selama ini mungkin kita kurang atau bahkan tidak mau menyadarinya dengan segera bertaubat kepada Allah.

Manusia memang tempat salah dan dosa. Namun, bukan berarti manusia harus selalu berlumur dosa dan salah lalu tidak pernah mau memohon ampun kepada Allah agar semua dosanya dihapuskan. Dosa itu memang tidak terlihat layaknya kita melihat benda disekitar. Tapi dosa itu   pasti akan dirasakan dan selalu membuat si pelaku dosa itu gelisah sepanjang masa jika saja ia tidak segera bertaubat.

Tak ada yang membuat hati seorang muslim gundah kecuali jika ada kesalahan atau dosa yang sedang bersarang di hatinya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda tentang arti dosa itu sendiri. dalam hadits an-Nawwâs bin Sam’ân, “Dosa adalah apa saja yang membuat bimbang (ragu) hatimu dan engkau tidak suka dilihat (diketahui) oleh manusia.”

Semoga Allah Ta’ala mengabulkan semua doa yang kita panjatkan selama itu yang terbaik menurut Allah untuk kehidupan di dunia dan akhirat, wallahua’lam.[]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Doa Minta Anak dan Harta Read More »