#freepalestine

Wajah Anak-anak Gaza Korban Kebengisan Zionist “Israel”

GAZAMEDIA, GAZA – Inilah wajah 15 anak-anak Gaza berusia 18 tahun ke bawah yang syahid terbunuh akibat kebrutalan serangan udara “Israel” selama tiga hari terakhir.

Zionist “Israel” dan pejuang Palestina, Jihad Islami umumkan gencatan senjata pada Ahad malam melalui mediasi Mesir setelah tiga hari agresi jet tempur “Israel” bombardir masyarakat sipil di Jalur Gaza, Senin (8/8/2022).

Menurut informasi resmi terbaru dari kementerian kesehatan Palestina, 44 warga Palestina meninggal dunia, termasuk 15 anak-anak, sementara 350 lainnya luka-luka.

Dari total 350 korban luka-luka akibat agresi #israel ke Jalur Gaza, mungkin yang terbayang oleh kita adalah hanya luka ringan akibat serpihan kaca atau benturan ringan mengenai tubuh.

Kenyataannya tidaklah demikian, memang ada luka ringan seperti yang disebut di atas, namun luka dengan kehilangan anggota badan adalah yang paling banyak dirasakan warga Gaza.

Rahaf Khalik Salman adalah salah satunya, gadis berusia 11 tahun ini kehilangan kedua kaki serta satu tangannya akibat serangan jet tempur “Israel” yang menghantam rumahnya di Kamp Jabalia.

Patut diketahui, sejak 2008 “Israel” terang-terangan lakukan pelanggaran HAM berat atas empat perang besar di wilayah Palestina, menewaskan hampir 4.000 jiwa warga sipil– yang mana seperempat dari mereka adalah anak-anak.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Defense for Children International, terhitung sejak tahun 2000an awal dimulainya Gerakan Intifada kedua, setidaknya 2.200 anak-anak Palestina tewas dibunuh pasukan penjajah dengan peralatan tempurnya di Gaza bahkan akibat tindakan anarkis para pemukim ilegal “Yahudi” di wilayah Tepi Barat. [ofr]

Source: @aj_labs, @aljazeeraenglish, @islamify

Dalam 3 Hari, Israel Bunuh 44 Warga Gaza, 15 Diantaranya Anak-anak

GAZAMEDIA, GAZA – 44 warga Palestina di Gaza “Syahid” terbunuh dan 360 lainnya terluka dalam serangan udara Zionis Israel sejak jum’at (5/8) sore hingga Senin (8/8) dini hari.

Dari total korban jiwa, 15 di antaranya adalah anak-anak dan 4 lainnya wanita, sebagaimana laporan dari koresponden Gazamedia.net di Gaza mengutip pernyataan resmi kementrian kesehatan Palestina yang dirilis Senin (8/8).

Dilansir dari Aljazeera English, dalam postingan Instagramnya: “Gaza Under Attack: Key Question Answered, Is “Israel” Targeting Civilians (Apakah “Israel” Sengaja Menyerang Warga Sipil?)” pakar analisa politik M Khimar Abusada menyebutkan, “Gaza dengan kisaran 2 juta penduduk yang membentang sejauh 365 km adalah hal mudah bagi “Israel” untuk membunuh warga sipil melalui jalur udara dengan dalih hendak menyerang kelompok pejuang Jihad Islami.”

“Motif politik petinggi “Israel” adalah penyebab utama kekejaman brutal ini, karena mereka akan menghadapi pemilihan umum baru. Salah satu cara meningkatkan elektabilitas adalah melemparkan serangan ke kelompok pejuang Gaza sekaligus dengan sengaja mentarget warga sipil”. Tambah pakar politik Universitas Al-Azhar Gaza tersebut.

Lagi, Puluhan Pemukim Ilegal “Yahudi” Paksa Masuk Masjid Al-Aqsha

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Puluhan pemukim ilegal “Yahudi” kembali menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa dengan perlindungan ketat polisi Zionist “Israel” pada Ahad pagi (26/6/2022) waktu setempat.

Sumber media lokal melaporkan, para pemukim ilegal menyerbu masjid dengan beberapa kelompok dari Gerbang Mughrabi dengan tujuan melakukan ritual Talmud dan melakukan tur keliling masjid secara provokatif.

Tindakan berulang para pemukim ilegal ini sepanjang minggunya adalah bagian dari upaya penjajah untuk memaksakan rencana pembagian temporal dan spasial di Masjid Al-Aqsa.

Selama periode penyerangan, pasukan penjajah “mensterilkan” area Timur masjid dari jemaah muslim dan mengasingkan para laki-lakinya agar memudahkan penyerbuan oleh pemukim ilegal. [ml/ofr]

Wakaf Islam Al-Quds Peringatan “Israel” Agar Tidak Mengubah Bangunan Masjid Al-Aqsha

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Dewan Wakaf dan Situs Suci Umat Islam memperingatkan agar Zionist tidak terus merusak, menyabotase, dan mengubah tempat bersejarah dan keagamaan umat Islam yang berada di Masjid Al-Aqsa, Sabtu (25/6/2022)

Kepala Dewan Wakaf, Syaikh Abdul ‘Adzhim Salhab menegaskan “dengan sangat serius menindaklanjuti hal ini jika penggalian ilegal tetap dilakukan oleh pasukan penjajah dan alat berat di sekitar Masjid Al-Aqsha.

“Israel” Antiquities Authority dan asosiasi pemukiman ilegal Elad telah melakukan penggalian ilegal di sekitar Masjid Al-Aqsha, terutama dari sisi Selatan dan Barat yang berdekatan dengan fondasi luar Tembok Barat dan Istana Umayyah.” Keterengan Syaikh Salhab.

“Pekerjaan ilegal tersebut antara lain lakukan pengeboran dinding dan membuat lubang yang berdekatan dengan selatan masjid di mana Zionist berupaya mengosongkan koridor dalam upaya menyembunyikan penggalian ilegal yang mereka lakukan.” Ungkap pihak Dewan Wakaf. [ml/ofr]

Selama Bennet Menjabat, Penggusuran Properti Milik Warga Palestina Meningkat 62%

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Organisasi B’Tselem “Israel” menyatakan pemukiman ilegal yang dibangun di atas tanah Palestina di Tepi Barat meningkat sebesar 62% selama periode “pemerintahan” Naftali Bennett dan Yair Lapid.

Dalam sebuah laporan, organisasi tersebut mengatakan, “Pembangunan unit pemukiman ilegal termasuk di Al-Quds melonjak 62% selama periode pemerintahan Bennett-Lapid.”

Laju pembongkaran rumah dan properti milik warga Palestina meningkat 35% selama periode pemerintahan saat ini dibandingkan dengan pemerintah sebelumnya, ketika 6 komplek pemukiman ilegal berhasil berdiri pada periode pemerintahan saat ini.

Pada Senin malam mendatang, diketahui Bennett akan menyerahkan sertijab ke perdana menteri alternatif yang sebelumnya merupakan Menteri Luar Negeri, Yair Lapid setelah kesepakatan mereka membubarkan parlemen Knesset.

“Israel” mengumumkan pemilihan ulangakan berlangsung pada 25 Oktober atau pada 1 November mendatang. [ml/ofr]

Media “Israel” Sebar Propaganda Palsu Syaikh Raed Salah Tewas Terbunuh

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Ketua Harakah Islamiyah (Gerakan Islam) Palestina wilayah Tepi Barat, Sheikh Raed Salah membantah keaslian berita yang beredar di beberapa media sosial tentang dirinya yang ditembak pasukan penjajah ketika berada di Kota Umm Al-Fahm, Rabu (22/6/2022).

Syaikh Raed mengungkapkan pemerintahan Zionist mesti bertanggung jawab atas segala bahaya yang mungkin menimpanya di masa depan, karena hasutan beberapa media “Israel”, petinggi Zionist maupun media ekstremis yang menyerang dirinya.

“Lembaga pers media harus menangani secara profesional dan kredibel dalam mengedarkan berita apa pun yang mungkin mereka terima dan memverifikasi sumber resmi, sehingga mereka tidak menjadi alat untuk menyebarkan desas-desus dan berita yang menyesatkan.” Ungkap Syaih Raed.

Syaikh menegaskan keberlanjutannya menyuarakan dan mendukung misi komite pemerintahan untuk menyebarkan perdamaian di wilayah Palestina, memperkuat ikatan keamanan dan perdamaian sosial, dan bekerja untuk melindungi warga Arab dan Islam Palestina.

Namun pihak keamanan “Israel” sebaliknya, menghasut pembunuhan ikonik Syekh Al-Aqsha tersebut karena pengaruhnya yang besar terhadap rakyat Palestina, Arab dan Islam untuk memperjuangan kemerdekaan Masjid Al-Aqsha. [ml/ofr]

Tok! Koalisi “Knesset” Resmi Bubar, Netanyahu Siap Duduki Kembali “Pemerintahan Israel”

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Sebagai cabang legislatif dari pemerintah “Israel”, 110 anggota koalisi Knesset berdasarkan RUU sepakat untuk membubarkan diri dan menyerukan pemilihan parlemen baru di tengah upaya pihak oposisi, Benjamin Netanyahu ambil alih pemerintahan, Rabu (22/6/2022).

Setelah musyawarah yang cukup alot, Knesset menyetujui dengan suara bulat dari 11 RUU untuk parlemen yang dirancang oleh para deputi bagi koalisi pemerintah dan oposisi diharapkan RUU ini akan disatukan menjadi satu undang-undang.

Kepala Komite Ordo Knesset, yang berwenang dalam membahas langkah ini mengisyaratkan, kesempatan terbuka untuk membentuk pemerintahan alternatif berdasarkan kombinasi Perdana Menteri “Israel” Naftali Bennett dan Menteri Luar Negeri Yair Lapid sebagai pemimpin sayap kanan Benjamin Netanyahu dengan tenggat waktu 10 hari membentuk koalisi pemerintah sayap kanan yang dipimpin olehnya. Bagaimanapun, Netanyahu berusaha untuk kembali berkuasa tanpa ada perlawanan apa pun.

Hasil dari 4 jajak pendapat memperkirakan partai Likud Netanyahu – dan partai nasionalis dan agama yang kemungkinan berkoalisi dengannya – akan memimpin pemilihan ulang kursi pemerintahan mendatang tanpa memperoleh suara mayoritas dari anggota Knesset “Israel” yang memiliki 120 kursi di parlemen sebelumnya. [ml/ofr]

“Israel” Berencana Adakan Event Olahraga Provokatif di Al-Quds

GAZAMEDIA, AL-QUDS – “Israel” sedang bersiap untuk menyelenggarakan acara olahraga provokatif bertaraf besar mengibarkan bendera “Israel” di kota Al-Quds pada pertengahan Juli mendatang dengan menghadirkan 10.000 pemukim ilegal “Israel” dari seluruh dunia, Rabu (22/6/2022).

“Maccabiah Games” menjadi ajang olahraga yang akan  diselenggarakan Kementerian Luar Negeri “Israel” berarti Olimpiade khusus “Yahudi”, di mana atlet dari komunitas Yahudi di seluruh dunia ikut berpartisipasi.

Ini adalah pertama kalinya Maccabean Games diselenggarakan di Al-Quds setelah 20 tahun terakhir.

Acara ini dijadwalkan 14 Juli mendatang, sebelumnya perhelatan olahraga provokatif ini diadakan di Bukit Musim Semi milik tanah Palestina. [ml/ofr]

Parlemen Knesset “Israel” Bubar, Naftali Bennet Mundur dari Perdana Menteri

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Perdana Menteri “Israel” Naftali Bennett resmi digantikan dengan Menteri Luar Negerinya Yair Lapid atas pembubaan parlemen Knesset dan menyerukan kembali kepada pemilihan awal, hal ini disebabkan karena kurangnya prospek koalisi “pemerintah israel” saat ini sehingga mencapai jalan buntu, Senin (20/6/2022).

Keputusan tersebut menetapkan Bennett mundur dari pemerintahan “Israel” dan parlemen Knesset dibubarkan, sedangkan Yair Lapid ditunjuk mengambil posisi perdana menteri sampai pemilihan pemerintahan baru dijadwalkan ulang.

Saluran Ibrani 12 melaporkan bahwa “koalisi pemerintah” berikan suara mendukung RUU untuk membubarkan “Knesset” minggu depan; Sehingga pengadaan persiapan pemilu lebih awal untuk dilakukan.

Dengan kehilangan semua kursinya di Knesset, Bennet memutuskan untuk pensiun dari kehidupan politik secara permanen.

Sementara itu, pemimpin oposisi “Israel”, Benjamin Netanyahu mengungkapkan kebahagiaannya atas berita tersebut, menekankan bahwa dia akan kembali berkuasa dengan formasi penuh mewakili Partai Likud. [ml/ofr]

Provokatif, Pemukim Ilegal “Yahudi” Kembali Serbu Masjid Al-Aqsa

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Puluhan pemukim ilegal “Yahudi” kembali serbu halaman Masjid Al-Aqsa di bawah pengamanan ketat polisi Zionist “Israel”, Senin pagi (20/6/2022) waktu setempat.

Sumber media lokal melaporkan, puluhan pemukim menyerbu halaman masjid dengan berkelompok masuk melalui Gerbang Mughrabi, tujuan mereka berdalih laksanakan ritual Talmud provokatif.

Serangan yang sering dilakukan oleh para pemukim ilegal ini adalah bagian dari upaya penjajah mengambil alih masjid Al-Aqsha secara temporal.

Selama periode penyerangan, polisi Zionist mengevakuasi area timur masjid dari para jemaah laki-laki warga Palestina dan mempersilahkan pemukim ilegal untuk berkeliaran di dalamnya.

Serangan biasanya terjadi dalam dua kelompok; Yang pertama pagi hari dan yang kedua setelah salat Zuhur.

Sebagai tanggapan atas serbuan para pemukim ilegal ini, warga Palestina terutama umat muslim terus berjuang sampaikan seruan mereka agar rakyat Palestina bersatu gagalkan skema Yudaisasi di Masjid Al-Aqsa. [ml/ofr]