#gazamedianews

Penerbang AS Membakar Diri sebagai Protes atas ‘Genosida Israel’ di Gaza

Gaza Media, Amerika Serikat – Seorang anggota aktif militer Amerika Serikat membakar dirinya sendiri di luar Kedutaan Israel di Washington, DC, sebagai tindakan protes terhadap agresi Israel yang telah menghancurkan Gaza.

Penerbang aktif tersebut dilaporkan bahwa dia tidak ingin ‘terlibat dalam genosida’ saat dia membakar dirinya sendiri.

Menurut pemadam kebakaran ibu kota AS, pria yang diketahui bernama Aaron Bushnell itu dilarikan ke rumah sakit pada hari Minggu (25/2) dengan “luka kritis yang mengancam jiwa”.

Badan tersebut mengatakan kepada para responden untuk segera bergegas ke tempat kejadian tepat sebelum pukul 1 siang (18:00 GMT) sebagai tanggapan atas “panggilan untuk orang yang terbakar di luar Kedutaan Israel”.

Mereka tiba dan menemukan bahwa petugas dari Dinas Rahasia AS telah memadamkan api.

Angkatan Udara AS mengatakan bahwa insiden tersebut melibatkan seorang penerbang aktif.

Media AS melaporkan bahwa pria tersebut menyiarkan langsung dirinya di Twitch sambil mengenakan seragam dan menyatakan dia “tidak akan terlibat dalam genosida” sebelum menyiram dirinya sendiri dengan sebuah cairan.

Dia kemudian membakar dirinya sendiri sambil berteriak “Bebaskan Palestina!” sampai dia terjatuh ke tanah.

Rekaman tersebut telah dihapus dari Twitch. Polisi setempat mengatakan mereka sedang menyelidiki insiden tersebut.

Polisi juga mengatakan peraturan pembuangan ledakan diminta ke tempat kejadian sehubungan dengan kendaraan yang mencurigakan mungkin telah terhubung dengan individu tersebut. Namun di lokasi kejadian tidak ada bahan berbahaya yang ditemukan.

Kedutaan Israel mengatakan bahwa tidak ada anggota stafnya yang terluka, dan semua personel telah dipastikan aman, kata juru bicara kepada New York Times.

Kedutaan Besar Israel terus menjadi sasaran protes terhadap agresi Israel di Gaza. Protes dimulai setelah awal agresi di mulai pada tanggal 7 Oktober 2023.

Sejak saat itu, pasukan Israel terus melancarkan kampanye militer terhadap wilayah Gaza, menyerang hampir sebagian besar wilayah Gaza, menghancurkannya, dan hampir 30.000 warga Palestina syahid, menurut pejabat kesehatan Palestina.

Pada bulan Desember, seorang demonstran juga membakar dirinya sendiri di luar Konsulat Israel di Atlanta. Sebuah bendera Palestina ditemukan di tempat kejadian, dan tindakan tersebut diyakini sebagai salah satu “protes politik ekstrim”.

(Senin, 26 Februari 2024)
(15.53)
_____

Source: Aljazeera and news agencies
Writer/Translator: @sitisopiati

Penerbang AS Membakar Diri sebagai Protes atas ‘Genosida Israel’ di Gaza Read More »

Arab Saudi Hentikan Semua Transfer Keuangan Ke Palestina

Gaza Media, Arab Saudi – Menurut sumber Palestina, Arab Saudi menghentikan semua transfer keuangan ke Palestina.

Keputusan tersebut berarti tidak ada seorang pun yang dapat mentransfer sejumlah uang dari Arab Saudi ke Palestina.

Sumber-sumber Palestina melaporkan, menurut surat kabar khusus ekonomi yang melaporkan dari para pejabat di Palestina, bahwa Kerajaan Arab Saudi menghentikan segala bentuk transfer keuangan ke Palestina, tanpa menjelaskan alasannya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa keputusan tersebut mencakup semua transfer perbankan dan keuangan, baik individu, komersial, atau lainnya.

Dia mengindikasikan, menurut apa yang diberitakan oleh surat kabar Palestina, bahwa alasan keputusan tersebut tidak jelas, namun yang pasti adalah transfer dari Arab Saudi ke Palestina kini dihentikan sepenuhnya.

Warga Palestina mengeluhkan sulitnya menerima transfer keuangan dari Arab Saudi, sementara surat kabar Palestina, Al-Iqtisadi mengutip sumber yang mengatakan bahwa bank dan toko penukaran uang tidak dapat menerima transfer apa pun dari Kerajaan Arab Saudi setelah keputusan baru-baru ini.

Sumber lain menjelaskan kepada Kantor Berita Watan Palestina bahwa keputusan tersebut berarti tidak ada seorang pun yang dapat mentransfer uang dalam jumlah berapa pun dari Arab Saudi ke Palestina, baik melalui bank, toko penukaran uang, atau transfer cepat.

Menurut perkiraan Departemen Urusan Pengungsi Organisasi Pembebasan Palestina, jumlah warga Palestina di Arab Saudi berkisar antara 400.000 hingga 500.000 orang, dan antara 270.000 hingga 300.000 di antaranya tinggal di kota Jeddah saja.

Data Bank Dunia menunjukkan kontribusi ekspatriat Palestina terhadap perekonomian Palestina mencapai 18,6 persen pada tahun 2022.

Kontribusi ekspatriat Palestina di seluruh dunia terhadap perekonomian negara mereka berjumlah sekitar $3,5 miliar pada akhir tahun 2022.

(Minggu, 25 Februari 2024)
(20.26)
_____

Source : @Royanews
Writer/Translator: @kuntariaii

Arab Saudi Hentikan Semua Transfer Keuangan Ke Palestina Read More »

Israel Beri Izin Eksplorasi Gas di Wilayah Maritim Palestina

Gaza Media, Israel – Israel, yang telah membunuh puluhan ribu warga sipil Palestina dalam serangan dan penjajahan di Jalur Gaza, mengumumkan hasil tender yang diselenggarakannya untuk eksplorasi di perairan Palestina pada 29 Oktober tahun lalu, hanya beberapa hari setelah meningkatkan serangannya di Gaza.

Mereka memberikan izin kepada enam perusahaan Israel dan internasional untuk mengeksplorasi gas alam di wilayah yang termasuk dalam perbatasan maritim Palestina.

Memprotes aturan tersebut, pada tanggal 5 Februari, Adalah, Pusat Hukum untuk Perlindungan Hak-Hak Minoritas Arab di Israel, mengirimkan surat kepada Kementerian Energi Israel menuntut pembatalan izin eksplorasi gas yang dikeluarkan di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti permintaan Adalah, Pusat Hak Asasi Manusia Al Mezan dan organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Ramallah, Al-Haq, bersama dengan Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR), juga mengeluarkan peringatan serupa kepada perusahaan pemegang izin untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah tersebut.

“Israel menggunakan kekuatan penjajahan di Jalur Gaza untuk melakukan kontrol atas wilayah maritim Palestina. Penerbitan tender dan pemberian izin eksplorasi di wilayah ini merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional,” kata Adalah dalam sebuah pernyataan.

“Tender tersebut, yang dikeluarkan sesuai dengan hukum domestik Israel, secara efektif merupakan aneksasi de facto dan de jure atas wilayah maritim Palestina, karena tender tersebut berupaya untuk menggantikan norma-norma hukum internasional yang berlaku dengan hukum domestik Israel terhadap wilayah tersebut dalam konteks pengelolaan dan eksploitasi sumber daya alam,” tambah Adalah.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa berdasarkan hukum internasional yang berlaku, Israel dilarang menggunakan sumber daya tak terbarukan yang terbatas di wilayah penjajahan untuk keuntungan komersial dan kepentingan kekuatan penjajah sesuai dengan aturan pemanfaatan hasil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 Peraturan Den Haag.

(Minggu, 18 Februari 2024)
(07.51)
_____

Source: Anadolu Agency
Writer/Translator: @nurlitas

Israel Beri Izin Eksplorasi Gas di Wilayah Maritim Palestina Read More »

Warga Palestina kembali mencari tempat yang aman di tengah serangan Israel di Rafah

Gaza Media, Gaza – Ratusan warga Palestina melarikan diri dari kota Rafah paling selatan di Gaza setelah pasukan Israel menyerang daerah di mana setidaknya 1,4 juta warga Palestina berlindung.

Otoritas kesehatan Palestina mengatakan setidaknya 67 orang syahid dalam serangan pada hari Senin (12/2) setelah serangan Israel menghantam 14 rumah dan tiga masjid.

Meskipun ada seruan untuk menahan diri, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berbicara tentang melancarkan serangan darat di Rafah. Dengan adanya ancaman serangan lagi, banyak warga Palestina yang awalnya melarikan diri ke selatan menuju kota untuk mencari keselamatan. Kini melarikan diri kembali ke wilayah tengah.

Rafah di Gaza, hanya memilimi luas sekitar 64 km persegi (25 mil persegi), wilayah tersebut sangat padat sejak ratusan ribu warga sipil Palestina melarikan diri ke wilayah tersebut setelah tentara Israel menetapkan Kota Rafah sebagai “zona aman” dalam perang yang sedang berlangsung.

Lebih dari separuh penduduk Gaza kini memadati wilayah tersebut untuk menghindari pengeboban Israel. Sayangnya, Israel tidak pernah membiarkan warga Palestina untuk hidup dengan tenang.

Rawaa Abu Dayya, yang telah tujuh kali mengungsi bersama keluarganya sejak perang Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, termasuk di antara mereka yang baru-baru ini meninggalkan Rafah.

“Kami hidup dalam ketakutan yang luar biasa,” katanya kepada Al Jazeera. Keluarga tersebut berasal dari Beit Lahiya di utara Gaza, dan sekarang mendirikan tenda di Deir el-Balah di Gaza tengah.

“Tidak ada tempat yang aman. Tapi setidaknya kami merasa Deir el-Balah relatif aman saat ini. Ketakutan terbesar saya adalah kehilangan anggota keluarga saya, seseorang yang saya cintai dan sangat saya sayangi,” jelasnya.

(Rabu/14 Februari 2024)
(06.31)

________

Source: @aljazeeraenglish
Writer/translator: @sitisopiati

Warga Palestina kembali mencari tempat yang aman di tengah serangan Israel di Rafah Read More »

Afrika Selatan mengajukan permintaan mendesak kepada ICJ mengenai serangan Israel di Rafah

Gaza Media, Afrika Selatan – Pemerintah Afrika Selatan telah meminta Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mempertimbangkan apakah rencana Israel untuk memperluas operasi di Rafah “mengharuskan pengadilan menggunakan kekukasaannya untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut terhadap hak-hak warga Palestina di Gaza”.

Dikatakan dalam pernyataannya bahwa “pengadilan dapat sewaktu-waktu memutuskan untuk memeriksa Proprio Motu apalah keadaan kasus tersebut memerlukan indikasi tindakan sementara yang harus diambil atau dipatuhi oleh salah satu atau semua pihak”.

Proprio Motu sendiri memiliki arti secara garis besar adalah kewenangan ‘inisiatif diri sendiri’ oleh jaksa yang digunakan untuk memulai investigasi atas kejahatan internasional yang menjadi yurisdiksi (berdasarkan hukum) Intenational Criminal Court (ICC), yakni genosida, kejahatan perang, kejahatan perang, dan kejahatan agresi tanpa adanya laporan terlebih dahulu. Hal ini dijelaskan rinci di pasal 5 Statuta Roma, (sumber : Google).

Pemerintah Afrika Selatan menambahkan bahwa pihaknya sangat prihatin bahwa serangan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rafah telah menyebabkan dan akan mengakibatkan pembunuhan, kerusakan, dan kehancuran dalam skala besar.

“Ini merupakan pelanggaran serius dan tidak dapat diperbaiki baik terhadap Konvensi Genosida maupun Perintah Peradilan tanggal 26 Januari 2024. Afrika Selatan percaya bahwa masalah ini akan menjadi genting mengingat jumlah kematian setiap harinya di Gaza”, tambahnya.

(Selasa/13 Februari 2024)
(11.23)

____

Source: @aljazeeraenglish
Writer/Translator: @nanaandriiana

Afrika Selatan mengajukan permintaan mendesak kepada ICJ mengenai serangan Israel di Rafah Read More »

Senat AS Mengesahkan bantuan Israel Senilai $14 miliar dan Meneruskannya ke Kongres

Gaza Media, Amerika Serikat – Senat AS yang dipimpin Demokrat hari ini mengesahkan paket bantuan $95,34 miliar untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan, di tengah-tengah keraguan tentang nasib undang-undang di Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan oleh Republik, laporan Reuters.

Anggota parlemen menyetujui langkah tersebut dalam 70-29 suara yang melampaui batas 60 suara untuk pengesahan dan pengiriman undang-undang ke Dewan. Dua puluh dua partai Republik bergabung dengan sebagian besar Demokrat untuk mendukung RUU tersebut.

Undang-undang tersebut mencakup $61 miliar untuk Ukraina, $14 miliar untuk Israel, dan $4,83 miliar untuk mendukung mitra di Indo-Pasifik, termasuk Taiwan, dan mencegah agresif oleh Cina.

Ini juga akan memberikan $9,15 miliar bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Gaza dan Tepi Barat, Ukraina, dan zona konflik lainnya di seluruh dunia.

(Selasa, 13 Februari 2024)
(21.36)
_____

Source: Middle East Monitor
Writer/Translator: @nurlitas

Senat AS Mengesahkan bantuan Israel Senilai $14 miliar dan Meneruskannya ke Kongres Read More »

‘Menunggu’ Kematian Sistem Kesehatan di Gaza Akibat Genosida Israel.

Gaza Media, Gaza – Pelayanan medis di seluruh Gaza terganggu oleh serangan Israel yang sengaja ditujukan kepada tenaga medis dan fasilitas medis. Dengan ancaman invasi darat ke Rafah, para profesional medis khawatir tentang bagaimana operasi darat tersebut akan semakin melemahkan sistem kesehatan yang sudah runtuh di daerah tersebut.

Jamal al-Hams, merupakan seorang dokter di Rumah Sakit Kuwait di Rafah, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan Israel terhadap kota di wilayah selatan akan menyebabkan penderitaan tak berujung bagi rakyat Palestina.

“Kami sangat menderita selama beberapa hari karena jumlah besar pengungsi dari daerah utara dan tengah Jalur Gaza menuju Rafah,” kata al-Hams.

“Kedua, kami memiliki sejumlah besar orang yang terluka dan pasien dengan penyakit kronis dan penyakit akut yang telah dikumpulkan dari seluruh Jalur Gaza ke Rafah. Kami menderita karena kekurangan peralatan medis dan obat-obatan. Sebagian besar antibiotik dan analgesik tidak tersedia.”

Selain itu, kepala WHO mengatakan rumah sakit di Rafah di Jalur Gaza kelebihan beban dan penuh sampai meluap. “Di bagian lain dari Jalur Gaza, sebagian besar rumah sakit minim atau tidak berfungsi,” tambahnya.

Sementara itu, di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, air limbah telah membanjiri bagian gawat darurat kompleks medis. Hal tersebut menghambat staf medis dalam memberikan perawatan medis dan menyelamatkan nyawa. Kementerian Kesehatan Palestina meminta perlindungan bagi staf teknis rumah sakit untuk memperbaiki jaringan air limbah di halaman medis. Namun, hal tersebut berujung tujuh orang syahid akibat ditembak mati oleh penembak jitu Israel dan 14 lainnya terluka.

Baik Rumah Sakit Al Nasser maupun Rumah Sakit Al Amal di Khan Younis telah berada di bawah pengepungan militer selama lebih dari dua minggu dan menjadi sasaran serangan Israel yang konstan. PRCS sekali lagi meminta masyarakat internasional untuk melindungi para staf kesehatan profesional setelah pasukan Israel membunuh dua paramedis PRCS dalam serangan udara saat mereka bertugas untuk menyelamatkan Hind Rajab, gadis berusia enam tahun, yang juga dibunuh oleh Israel beberapa meter dari tempat tersebut.

PRCS mengatakan, “Menurut hukum kemanusiaan internasional dan Konvensi Jenewa, penargetan langsung dan pembunuhan sengaja terhadap kru dan relawan PRCS dianggap sebagai kejahatan perang,” kata kelompok itu dalam pernyataan di X. “Para pihak yang menandatangani Konvensi Jenewa, berkewajiban untuk menegakkan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional dan harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menekan, menolak, dan menghukum pelaku,” kata PRCS.

Francesca Albanese, yang merupakan juru bicara PBB tentang Palestina, juga mengatakan bahwa eskalasi Israel di Gaza telah menyebabkan ratusan korban, lebih banyak kerusakan, dan pengungsian paksa, melanggar putusans sela yang Mahkamah Internasional berlakukan pada Israel, termasuk mengakhiri genosida dan meningkatkan pasokan bantuan kemanusiaan.

“Israel berkewajiban untuk mematuhi perintah pengadilan dan negara-negara harus bertindak secara tegas demi mencegah kejahatan lebih lanjut,” katanya.

(Selasa, 13 Februari 2024)
(21.20)
_____

Source: Mondoweiss
Writer/Translator: @nurlitas

‘Menunggu’ Kematian Sistem Kesehatan di Gaza Akibat Genosida Israel. Read More »

Gunakan Alasan Politik, Tentara Israel Merampok Bank Palestina di Gaza

Gaza Media, Gaza – Pasukan Israel telah menyita 200 juta shekel ($54,29 juta) dari markas besar Bank Palestina di Gaza dan langkah ini diambil sebagai keputusan politik.

Meskipun mencuri dari orang Palestina yang menjadi korban merupakan praktik umum olen tentara penjajah Israel, perampokan yang terjadi di kantor pusat Bank Palestina di Gaza ini berbeda, karena bermotivasi politik, kata tentara Israel.

Anadolu Agency, mengutip surat kabar Israel, Maariv, yang melaporkan bahwa pasukan Israel menyita 200 juta shekel ($54,29 juta) dari markas besar Bank Palestina di Gaza. Maariv mengacu pada perwira Israel, mengatakan pasukan militer telah mengambil dana yang dialokasikan untuk Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah.

Tidak ada komentar dari Otoritas Palestina atau Gerakan Perlawanan Palestina tentang laporan ini. Namun, tentara Israel membenarkan perampokan itu dengan logika yang unik.

“Pasukan Israel berada di markas besar Bank Palestina di Gaza minggu lalu untuk mencegah uang mencapai Hamas,” kata juru bicara militer Israel kepada Maariv, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Dia mengatakan langkah ini diambil sebagai tindakan politik.

Meskipun putusan sela telah dikeluarkan Mahkamah Internasional pada bulan lalu, Israel tetap melanjutkan serangannya terhadap Jalur Gaza.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 28.340 warga sipil syahid, dan 67.984 orang lainnya terluka akibat genosida yang sedang berlangsung di Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini.

Selain itu, setidaknya 8.000 orang tidaj diketahui nasib dan keberadaanya, di duga syahid akibat tertimbun reruntuhan puing-puing bangunan rumah mereka di seluruh Jalur Gaza. Organisasi Palestina dan Internasional mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka yang syahid dan terluka dari kalangan perempuan dan anak-anak.

(Selasa, 13 Februari 2024)
(20.49)
_____

Source: Palestine Chronicle
Writer/Translator: @nurlitas

Gunakan Alasan Politik, Tentara Israel Merampok Bank Palestina di Gaza Read More »

Media Ibrani Mengungkapkan, Sebuah Rencana untuk Mengakhiri Perang dan Mencapai Tujuannya di Gaza

Gaza Media, Israel – Dua rencana untuk mengakhiri perang di Gaza sedang diklarifikasi di dewan perang penjajah Israel, mengklaim bahwa mereka akan mencapai tujuan Tel Aviv dalam perang ini, dan dalam jangka waktu yang dapat diterima oleh Tel Aviv, pemerintah Amerika, dan sekutu Arabnya, menurut apa yang dilansir situs Ynet pada Selasa.

Rencana pertama disusun oleh Perdana Menteri pemerintah penjajah, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Urusan Strategis, Ron Dermer, dan rencana kedua disusun oleh Benny Gantz dan Gadi Eisenkot.

Situs web tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan besar antara kedua rencana tersebut, kecuali jadwalnya. Gantz dan Eisenkot juga sepakat untuk mengungkap isi rencana mereka dan membahasnya di dewan perang, sementara Netanyahu menunda pembahasan rencananya untuk mengantisipasi reaksi mitranya dari sayap kanan ekstrem, yang diwakili oleh Menteri Bezalel Smotrich dan Itamar Ben. Gvir, dan penarikan mereka dari pemerintah dan penggulingannya.

Netanyahu akan berusaha mengungkapkan rencananya untuk mengakhiri perang pada menit-menit terakhir, tetapi dia sedang melakukan negosiasi rahasia mengenai hal tersebut, melalui Dermer, dengan pemerintahan Biden, menurut “Ynet.”

Rencana Netanyahu bertujuan untuk “mencapai tujuan perang dan menormalisasi hubungan dengan Arab Saudi,” dan dia bertaruh pada solusi militer dalam waktu singkat, menurut Ynet. Netanyahu ingin mencapai kesepakatan pertukaran tahanan sebelum bulan Ramadhan, namun kemungkinan besar hal tersebut tidak mungkin terjadi, setelah ia menolak tuntutan gerakan Hamas dalam kesepakatan tersebut.

Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Galant mengharapkan ketegasan militer penuh terhadap Hamas, membunuh pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar, dan memimpin gerakan tersebut atau menetralisirnya dengan mengendalikan Rafah, sebelum atau selama bulan Ramadhan.

Rencana Netanyahu mengklaim bahwa serangan militer terhadap Rafah, meskipun tidak mengarah pada pembunuhan Sinwar, akan membuat Hamas melunakkan posisinya dan memungkinkan terjadinya kesepakatan pertukaran tahanan. Hal ini juga akan memungkinkan Tel Aviv untuk mengambil keputusan mengenai “hari berikutnya”. ” setelah perang dari posisi yang kuat.

Ynet melanjutkan, “Netanyahu bertaruh pada solusi militer yang akan memberinya semua tujuan perang tanpa dipaksa untuk menyerah atau melakukan konfrontasi dengan mitra koalisinya mengenai harga pembebasan para tahanan.”

Netanyahu menyerukan kepada Kepala Staf tentara pendudukan, Herzi Halevy, “untuk mengakhiri penghancuran Hamas di Khan Yunis dan mulai mengambil kendali atas Rafah.” Sementara itu, Halevy mengatakan bahwa pertempuran di Khan Yunis akan berlanjut untuk periode lain, selain beberapa minggu, untuk melakukan evakuasi ke Rafah dari lebih dari 1,3 juta pengungsi Palestina yang mengungsi di sana. Hal ini juga membutuhkan kesepakatan dengan Mesir.

Diperkirakan Netanyahu akan mulai memaksakan rencananya pada bulan April atau Mei mendatang, dan sampai saat itu fase ketiga perang akan berakhir, dan transisi ke fase keempat – “Kontrol keamanan Israel di Jalur Gaza dari dalam wilayah pendudukan dan zona penyangga, dan ini akan menandai berakhirnya perang di sektor Selatan.

Netanyahu berharap pada saat itu akan tercapai kesepakatan untuk menormalisasi hubungan antara Tel Aviv dan Riyadh, dan sampai saat itu tercapai penyelesaian diplomatik yang akan menyingkirkan pasukan Hizbullah dari perbatasan Lebanon.

Mengenai rencana Gantz dan Eisenkot, rencana tersebut menetapkan “pencapaian kemenangan secara bertahap, termasuk gencatan senjata jangka panjang untuk melaksanakan kesepakatan pertukaran tahanan, membongkar kemampuan militer dan otoriter Hamas, dan mencapai keamanan bagi penduduk wilayah utara yang diduduki.” Menurut rencana ini, kesepakatan pertukaran tahanan “tidak ada harganya.”

Gantz dan Eisenkot percaya bahwa rencana mereka akan mengurangi tekanan terhadap Biden dari dalam dan luar Amerika Serikat, yang mengharuskan dia untuk memberikan tekanan pada Tel Aviv untuk menghentikan perang, dan agar presiden Amerika mengklaim bahwa perang akan berhenti pada bulan Juni mendatang. lima bulan sebelum pemilihan presiden.

Rencana ini memperhitungkan bahwa hal itu tidak akan dilaksanakan, dan bahwa perang akan berlanjut di semua lini di Tel Aviv, dan bahwa tentara harus bersiap menghadapi kemungkinan seperti itu.

Secara paralel, rencana ini mengusulkan untuk mulai menerapkan rencana Biden pasca perang: menormalisasi hubungan dengan Arab Saudi, setelah Tel Aviv mengumumkan janji yang tidak jelas mengenai negosiasi pembentukan negara Palestina; Perjanjian pembiayaan rekonstruksi Gaza dalam kerangka perjanjian normalisasi; Terus membangun zona penyangga di Jalur Gaza dengan lebar 1.000 hingga 1.200 meter. Negosiasi mengenai penyelesaian diplomatik sebagai imbalan bagi Hizbullah untuk memindahkan pasukannya sejauh 8 hingga 10 kilometer dari perbatasan; Tel Aviv mempertahankan kebebasan bertindak untuk mempertahankan keamanannya melalui operasi militer dan intelijen di Jalur Gaza.

(Selasa, 13 Februari 2024)
(21.11)
_____

Source: Royanews
Writer/Translator: @kuntariaii

Media Ibrani Mengungkapkan, Sebuah Rencana untuk Mengakhiri Perang dan Mencapai Tujuannya di Gaza Read More »

Semua Mata Tertuju Pada Rafah

Gaza Media, Gaza – Saat ini kami sedang menyaksikan pembantaian masal didepan mata kami.

Israel membom Rafah yang berada di wilayah Gaza selatan. Saat ini Rafah menjadi tempat terpadat di bumi. Sekitar 1,4 juta lebih warga sipil Palestina telah berlindung di Rafah setelah dipaksa melarikan diri, mengungsi, mencari tempat yang katanya ‘aman’ di kota tersebut setelah tentara Israel membombardir wilayah Gaza utara, dan Khan Younis di Gaza selatan. Saat ini, tidak ada lagi tempat yang tersisa untuk pergi.

Serangan tersebut telah menewaskan setidaknya selusin anak-anak, dan dianggap sebagai pelopor invasi darat skala penuh yang direncanakan ke kota tersebut. Meskipun ada peringatan dari seluruh pemimpin di seluruh dunia, Netanyahu menegaskan, bahwa operasi diperlukan, dengan mengatakan bahwa “kemenangan total” berada dalam jangkauan.

Israel telah menyarankan warga sipil untuk dapat mencari perlindungan di kamp tenda yang belum dibangun.

Dua per tiga dari wilayah Gaza sudah berada dibawah perintah untuk evakuasi, tetapi dengan pertempuran yang meluas, melintasi jalur pesisir dan perbatasan yang dikendalikan ketat, tidak jelas ke mana begitu banyak orang bisa pergi dengan aman.

Mesir telah mengatakan dalam keadaan apapun mereka tidak akan membiarkan pengungsi Palestina menyeberang ke Mesir, yang berbatasan langsung dengan wilayah Gaza di selatan. Jika hanya tersisa satu wilayah, ke mana lagi warga sipil di Gaza harus pergi dan mencari tempat perlindungan?

Ini sudah jelas dan sangat-sangat jelas merupakan pembataian terhadap warga Palestina di Gaza. Jangan berpaling. Dan tidak ada pilihan lain selain “Hentikan pembantaian sekarang juga!”

(Selasa, 13 Februari 2024)
(07.58)
_____

Source: Visualizing Palestine, Earth Studio
Writer/Translator: @nurlitas

Semua Mata Tertuju Pada Rafah Read More »