#gazamediaupdate

‘Menunggu’ Kematian Sistem Kesehatan di Gaza Akibat Genosida Israel.

Gaza Media, Gaza – Pelayanan medis di seluruh Gaza terganggu oleh serangan Israel yang sengaja ditujukan kepada tenaga medis dan fasilitas medis. Dengan ancaman invasi darat ke Rafah, para profesional medis khawatir tentang bagaimana operasi darat tersebut akan semakin melemahkan sistem kesehatan yang sudah runtuh di daerah tersebut.

Jamal al-Hams, merupakan seorang dokter di Rumah Sakit Kuwait di Rafah, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan Israel terhadap kota di wilayah selatan akan menyebabkan penderitaan tak berujung bagi rakyat Palestina.

“Kami sangat menderita selama beberapa hari karena jumlah besar pengungsi dari daerah utara dan tengah Jalur Gaza menuju Rafah,” kata al-Hams.

“Kedua, kami memiliki sejumlah besar orang yang terluka dan pasien dengan penyakit kronis dan penyakit akut yang telah dikumpulkan dari seluruh Jalur Gaza ke Rafah. Kami menderita karena kekurangan peralatan medis dan obat-obatan. Sebagian besar antibiotik dan analgesik tidak tersedia.”

Selain itu, kepala WHO mengatakan rumah sakit di Rafah di Jalur Gaza kelebihan beban dan penuh sampai meluap. “Di bagian lain dari Jalur Gaza, sebagian besar rumah sakit minim atau tidak berfungsi,” tambahnya.

Sementara itu, di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, air limbah telah membanjiri bagian gawat darurat kompleks medis. Hal tersebut menghambat staf medis dalam memberikan perawatan medis dan menyelamatkan nyawa. Kementerian Kesehatan Palestina meminta perlindungan bagi staf teknis rumah sakit untuk memperbaiki jaringan air limbah di halaman medis. Namun, hal tersebut berujung tujuh orang syahid akibat ditembak mati oleh penembak jitu Israel dan 14 lainnya terluka.

Baik Rumah Sakit Al Nasser maupun Rumah Sakit Al Amal di Khan Younis telah berada di bawah pengepungan militer selama lebih dari dua minggu dan menjadi sasaran serangan Israel yang konstan. PRCS sekali lagi meminta masyarakat internasional untuk melindungi para staf kesehatan profesional setelah pasukan Israel membunuh dua paramedis PRCS dalam serangan udara saat mereka bertugas untuk menyelamatkan Hind Rajab, gadis berusia enam tahun, yang juga dibunuh oleh Israel beberapa meter dari tempat tersebut.

PRCS mengatakan, “Menurut hukum kemanusiaan internasional dan Konvensi Jenewa, penargetan langsung dan pembunuhan sengaja terhadap kru dan relawan PRCS dianggap sebagai kejahatan perang,” kata kelompok itu dalam pernyataan di X. “Para pihak yang menandatangani Konvensi Jenewa, berkewajiban untuk menegakkan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional dan harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menekan, menolak, dan menghukum pelaku,” kata PRCS.

Francesca Albanese, yang merupakan juru bicara PBB tentang Palestina, juga mengatakan bahwa eskalasi Israel di Gaza telah menyebabkan ratusan korban, lebih banyak kerusakan, dan pengungsian paksa, melanggar putusans sela yang Mahkamah Internasional berlakukan pada Israel, termasuk mengakhiri genosida dan meningkatkan pasokan bantuan kemanusiaan.

“Israel berkewajiban untuk mematuhi perintah pengadilan dan negara-negara harus bertindak secara tegas demi mencegah kejahatan lebih lanjut,” katanya.

(Selasa, 13 Februari 2024)
(21.20)
_____

Source: Mondoweiss
Writer/Translator: @nurlitas

‘Menunggu’ Kematian Sistem Kesehatan di Gaza Akibat Genosida Israel. Read More »

5 Pemukim Ilegal “Israel” Tewas Ditembak di Tel al-Rabi’

GAZAMEDIA, PALESTINA – Empat pemukim ilegal “Israel” tewas dan beberapa lainnya terluka parah dan dalam aksi penembakan heroik di kota Tel al-Rabi’ terjajah, Selasa (29/3/2022).

 

Sumber-sumber Ibrani mengatakan bahwa seorang pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor melepaskan tembakan ke sebuah kendaraan, langsung melukai sejumlah penumpang di dalamnya, dan kemudian melanjutkan perjalanannya untuk melakukan aksi yang sama di dua tempat lain di kota Tel Al-Rabi`.

 

Bala bantuan militer besar bergegas ke tempat kejadian dan menutup jalanan di daerah itu dalam upaya untuk menangkap pelaku yang kabur dari tempat tersebut dengan selamat.

 

Aksi heroik tersebut dilakukan dua hari setelah operasi Hadera, di mana dua tentara “Israel” tewas, dan satu minggu setelah operasi Beersheba, di mana 4 pemukim “Israel” tewas. [ml/as/terj. af]

5 Pemukim Ilegal “Israel” Tewas Ditembak di Tel al-Rabi’ Read More »

Tolak Partisipasi “Israel”, Delegasi Kuwait Menarik Diri Dari Konferensi Bahrain

GAZAMEDIA, KUWAIT –  Delegasi akademik Kuwait baru-baru ini menarik diri dari konferensi yang diselenggarakan oleh Universitas Bahrain sebagai protes terhadap partisipasi delegasi “Israel”.

“Asosiasi Pemuda Al-Quds” Kuwait mengatakan dalam sebuah tweet di akun resminya di Twitter.

“Mereka mengundang kami untuk mengunjungi tanah rampasan kami yang dijajah oleh entitas kriminal mereka, dan kemudian mereka menyebutnya pertemuan akademis dan ilmiah!” cuit akun tersebut.

Di sisi lain, Asosiasi Profesor Universitas di Palestina menghargai apa yang disebut bahwa posisi Arab otentik yang dicatat oleh delegasi akademik Kuwait dengan penarikan dan penolakan partisipasi dalam konferensi ilmiah di mana akademisi dari partisipasi negara “Israel”.

Patut dicatat bahwa Sekolah Tinggi Administrasi Bisnis di Universitas Bahrain mengumumkan pembentukan konferensi “Asosiasi Timur Tengah untuk Pengembangan Sekolah Tinggi Administrasi Bisnis”, di hadapan sejumlah perguruan tinggi administrasi bisnis di negara-negara Teluk, tanpa menyebutkan partisipasi delegasi “Israel” dalam konferensi tersebut. [AYS/FKR/CKY]

Tolak Partisipasi “Israel”, Delegasi Kuwait Menarik Diri Dari Konferensi Bahrain Read More »

Taliban: Kami Memiliki Persyaratan Lengkap Agar Diakui Internasional

Kabul, Gazamedia.net – Selasa (15/2), Pimpinan gerakan Taliban, Suhail Shaheen, menekankan situasi di Afghanistan kini lebih stabil daripada pemerintahan sebelumnya. Taliban kembali mengimbau kepada masyarakat internasional untuk mengakui pemerintahan dan kondusifitas negara tersebut.

“Apa yang dibutuhkan dunia adalah mencabut sanksi dari rakyat Afghanistan. Menimbang kemiskinan dan situasi kemanusiaan di Afghanistan saat ini diwarisi oleh pemerintah sebelumnya.  Sanksi yang dijatuhkan lebih tepat kepada pejabat negara sebelumnya.” Sahut Shaheen.

Shaheen menambahkan, “Pemerintahannya terus mengabarkan Uni Eropa bahwa situasi di Afghanistan sekarang jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya, dan tidak ada cara untuk membandingkan situasi sebelumnya hinggaa saat ini.”

Shaheen mengulangi seruan masyarakat internasional untuk pengakuan pemerintah gerakannya, menekankan bahwa Taliban memiliki semua bahan untuk mendapatkan pengakuan, menikmati dukungan rakyat, dan mengontrol negara dan mengelola perbatasan dengan negara-negara tetangga. []

Taliban: Kami Memiliki Persyaratan Lengkap Agar Diakui Internasional Read More »