#gazastrip

Pesawat Tempur “Israel” Bombardir Pos Pejuang dan Area Pertanian di Gaza

GAZAMEDIA, GAZA – Pesawat tempur Zionist “Israel” serang pos militer pejuang Palestina di Gaza Tengah dengan lepaskan 9 rudal, dan mengklaim sebuah rudal ditembakkan ke kota Ashkelon pada Sabtu pagi (18/6/2022) waktu setempat.

Laporan yang diterima Gaza Media menyebutkan pesawat penjajah bombardir pos militer pejuang serta lahan pertanian milik warga di wilayah Timur Selatan Kota Gaza.

Sementara itu, drone “Israel” juga menargetkan beberapa titik pemantauan dan pergererakan di Timur Kota Gaza dengan lepaskan tembakan di dua titik Jalur Gaza Utara.

Penargetan menyebabkan kerusakan material yang signifikan, tetapi tidak ada cedera yang dilaporkan.

Diketahui, peristiwa pemboman ini bertepatan dengan kunjungan Presiden AS Joe Biden ke wilayah jajahan Palestina yang dijadwalkan pada Sabtu malam. [ml/ofr]

Hendak Serang Gaza, Petinggi “Israel” Bingung dan Takut Jatuh di Lobang yang Sama

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Saluran Ibrani 12 mengungkapkan bahwa kekacauan internal terjadi antara Perdana Menteri “Israel”, Naftali Bennett dan senior petinggi pasukan Zionist mengenai rencana operasi militer serbu Gaza baru-baru ini, Senin (9/5/2022).

Saluran itu mengatakan: “Bennett bersikukuh bahwa pimpinan Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar harus menerima balasan karena orasi pergerakan dan perjuangannya berhasil bangkitkan semangat pejuang Palestina di segala lini. Sementara senior pasukan Zionist dan Shin Bet percaya bahwa peran Sinwar dalam operasi gerilya baru-baru ini dan Hamas di belakangnya adalah hal wajar dan tak perlu dikaitkan untuk menyerbu Jalur Gaza.

Selama sesi keamanan diperluas yang diadakan internal “Israel”, tentara Zionist dan Shin Bet menyatakan bahwa kepentingan “Israel” terletak pada melanjutkan kebijakan isolasi (penangkapan besar-besaran) anggota faksi pejuang Palestina.

Kepala Staf Angkatan Darat, Aviv Kohavi dan pimpinan Shin Bet, Ronen Bar menjelaskan bahwa “Sinwar tidak mengarahkan gelombang operasi, dan dia tidak boleh digambarkan seperti itu, karena ia sudah menjalankan peran beri pengaruh besar kepada rakyat Palestina”.

Di sisi lain, Naftali Bennett percaya bahwa operasi gerilya baru-baru ini tidak luput dari campur tangan faksi pejuang Gaza. Hal setimpal juga ditekankan oleh faksi bahwa “Israel” mesti bertanggung jawab atas peristiwa kekacauan di masjid Al-Aqsa beberapa bulan lalu.

Saluran Ibrani 12 turut melaporkan bahwa Bennett meminta pasukan Zionist dan Tim Intelijen Shin Bet untuk menyajikan opsi yang memungkinkan menjelang sesi pertemuan di Capitol Amerika mengenai pertimbangan menyerbu Jalur Gaza dan kemungkinan rencana penjajahan atas bangsa Palestina lainnya. [as/nb]

Tegas! Faksi Pejuang Palestina Peringatkan “Israel” Hentikan Provokatif di Al-Quds

GAZAMEDIA, GAZA – Faksi-faksi pejuang Palestina di Gaza peringatkan “Israel” agar tidak menggelar pawai bendera di Al-Quds dan provokatif warga Palestina di Masjid Al-Aqsa, Senin (18/4/2022).

Pernyataan faksi pejuang yang diterima tim Gaza Media Agensi menyebutkan, “Kita tidak tinggal diam dan menunggu waktu yang cukup lama, tindakan provokatif “Israel” segera kita sambut dengan kejutan dan ledakan besar yang siap kita luncurkan!”.

Faksi juga menyerukan sikap bersatu dan konfrontasi di segala lini wilayah Palestina, melalui solidaritas dan itikad selama Ramadhan sekaligus menolak kehadiran pemukim ilegal “Yahudi” di bawah perlindungan pasukan “Israel” yang hendak menodai kiblat suci pertama Umat Islam tersebut.

Sementara itu, pejuang Palestina diketahui luncurkan rudal eksperimental ke arah laut Gaza dalam rangka mengembangkan kemampuan pertahanan antisipasi agresi “Israel” atas Jalur Gaza. [ml/ofr]

18 Tahun Kepergian “Singa Palestina” Dr. Aziz Ar-Rantisi

GAZAMEDIA, GAZA – Ahad 17 April ditandai dengan peringatan 18 tahun syahidnya salah satu pendiri dan pimpinan Gerakan Perjuangan Islam (Hamas) di Jalur Gaza, Abdel Aziz Ar-Rantisi, yang juga dijuluki “Singa Palestina”.

“Israel” teror mobil Rantisi dengan helikopter Apache pada malam hari tanggal 17 April 2004. Ketika itu juga beliau syahid saat lakukan perjalanan di Kota Gaza.

Peringatan wafatnya Rantisi bertepatan dengan peringatan Hari Tahanan Palestina. Mendengar kematiannya, para tahanan Palestina marah sekaligus termotivasi dengan perjuangan Rantisi.

Ar-Rantissi lahir pada tanggal 23 Oktober 1947 di Desa Yabna (antara Ashkelon dan Jaffa). Saat usia 6 bulan keluarganya mengungsi akibat tragedi Nakba tahun 1948. Di mana rakyat Palestina terpaksa meninggalkan tanah air akibat genoside penjajah “Zionist Israel”. Beberapa dari pengungsi memilih tetap teguh bertahan di Tepi Barat, Jalur Gaza, Al-Quds dan beberapa menjadi diaspora.

Rantisi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Alexandria Mesir tahun 1972. Kemudian peroleh gelar master di bidang pediatri, dan bekerja sebagai dokter tetap di Rumah Sakit Nasser, Khan Yunis pada tahun 1976.

Rantisi juga diamanahkan memegang beberapa jabatan penting seperti; anggota dewan administrasi Masyarakat Islam Dunia dan Asosiasi Medis Arab di Jalur Gaza serta Bulan Sabit Merah Palestina.

Rantisi bekerja di Universitas Islam Gaza sejak dibuka pada tahun 1978 sebagai dosen ilmu sains, genetika, dan parasitologi. Dia aktif menulis artikel politik yang diterbitkan surat kabar Arab, Yordania dan Qatar. Dia juga seorang penulis, penyair, pendidik, dan orator ulung.

Ar-Rantissi adalah satu dari tujuh pimpinan gerakan Ikhwanul Muslimin di Gaza. Ketika insiden karavan terjadi, para pemimpin Ikhwanul Muslimin Gaza, dipimpin Rantisi adakan pertemuan khusus bahas penyelesaian masalah yang dipicu politik adu domba “Israel”. Sehingga mereka tegas dan bulat ambil keputusan bersejarah bangkitkan aksi persatuan Jalur Gaza lawan penjajah “Israel”.

Pertama kalinya, Rantissi ditangkap pada 15 Januari 1988 oleh “Israel”. Dia ditahan selama 21 hari setelah Intifadhah Palestina Pertama pecah pada 9 Desember 1987.

Karakternya yang kharismatik, kepribadian tegas, kuat secara militer, politik dan agama, menjadikannya dihormati dan dicintai sebagian besar rakyat Palestina, Arab dan umat Islam.

Selama di penjara pada tahun 1990, ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Quran. Di saat bersamaan juga berada satu sel dengan Mujahid Syaikh Ahmed Yassin.

Tanggal 17 Desember 1992, Rantisi diusir bersama 416 aktivis kader Hamas dan Jihad Islam ke Libanon Selatan. Di mana ia aktif sebagai juru bicara resmi bagi rakyat Palestina yang dideportasi ke kamp Marj al-Zohour. Rantisi memaksa “Israel” mengembalikan hak mereka masyarakat Palestina dan di lain sisi juga menunjukkan ekspresi penolakan terhadap keputusan sepihak “Israel”.

Pasca memperjuangkan kamp Marj al-Zohour, Rantisi kembali ditangkap pasukan “Israel” dan menjatuhkan hukuman penjara hingga pertengahan tahun 1997.

Total periode penahanan yang dihabiskan Rantisi di penjara “Israel” berjumlah 7 tahun. Selain tahun yang dia habiskan saat deportasi di Marj al-Zohour, setelahnya Rantisi juga ditangkap 4 kali di penjara Otoritas Palestina dengan ruangan isolasi khusus dari tahanan lainnya.

Setelah Syekh Yassin syahid, Hamas berjanji meneruskan estafet perjuangan di dalam dan luar negeri. Perintah pertama Rantisi adalah operasi penyerangan “Pelabuhan Ashdod “Israel” yang menjadi cikal bakal pembunuhan dan kesyahidannya pada 17 April 2004.

Ar-Rantissi terkenal dengan kalimatnya, “Tanah Palestina adalah bagian dari iman. Khalifah Umar Ibn Al-Khattab menyatakannya sebagai tanah untuk semua Muslim. Oleh karena itu, tidak ada seorangpun yang berhak menjual atau merampasnya!”.

Dia juga pernah berkata dalam sebuah wawancara berbahasa Inggris, “Kematian akan datang, apakah karena serangan jantung atau oleh Apache (pesawat tempur “Israel”) dan saya lebih memilih dengan Apache”.

Salah satu cita-cita dan perjuangan Ar-Rantissi ingin capai adalah pembebasan semua tahanan Palestina di penjara “Israel”, “Saya tidak akan beristirahat sampai semua tahanan dibebaskan.” prinsipnya.

Di antara panutan karakter Rantisi di mata masyarakat adalah kerendahan hatinya dalam menjalani pekerjaan sebagai dokter anak. Ia tidak pernah membedakan pasien mana pun yang berobat dengannya.

Pada tahun 2004, sebuah buku disertasi diterbitkan dengan judul The Memries of the Martyr Abdel Aziz Ar-Rantissi oleh Amer Shamakh seorang akademisi peneliti studi Islam ternama. Selain itu karya tulisnya tentang sosok Syaikh Ahmed Yassin, Awakened a Nation juga sukses bangkitkan motivasi perjuangan di mata masyarakat Palestina dan umat Islam dunia. [ml/as/ofr]

Kabarkan Palestina, Haniyah Terima Telepon dari Utusan PBB

GAZAMEDIA, GAZA – Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah menerima panggilan telepon dari Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Timur Tengah, Tor Wencesland. Mereka membahas perkembangan politik dan situasi terbaru terkait masalah Palestina, Selasa (5/4/2022).

Hamas mengatakan bahwa Haniyah tengah meninjau “praktik terorisme Zionis “Israel” yang masih berlangsung di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Al-Quds mengacu pada pembunuhan yang terjadi baru-baru ini di Jenin, di mana rakyat Palestina menyambut bulan suci Ramadhan dengan suasana duka atas pembunuhan tiga warganya.

Haniyah meminta PBB untuk hentikan praktik-praktik terorisme “Israel” di kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dengan menghambat akses jamaah yang hendak beribadah, baik dari Tepi Barat dan wilayah jajahan “Israel” lainnya pada tahun 1948 dalam bentuk provokasi apa pun di sekitar oleh polisi “Isarel”.

Juga, Haniyah mengabarkan tentang kondisi para tahanan Palestina di penjara penjajah untuk segera dipenuhi kebutuhan kemanusiaan mereka, dan membebaskan para tahanan yang terbukti tidak melakukan tindakan kriminal tanpa ada tuntutan hukum sepihak dari “Israel”.

Selain itu, Haniyah berdiskusi dengan Tor bahas upaya membangun kembali Jalur Gaza dan mengakhiri blokade. Dan siap mendengarkan penjelasan tentang apa yang dilakukan PBB dalam hal ini.

Sementara itu, utusan PBB memuji hubungan baik yang dibangunnya dengan Hamas. Mereka menggambarkannya sebagai pandangan konstruktif dan strategis untuk menghargai upaya yang dilakukan di lebih dari satu arah dalam membantu Palestina. [ml/as/ofr]

Hamas: Zionist Jangan “Bermain Api” selama Bulan Ramadhan!

GAZA MEDIA, GAZA –  Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Sheikh Saleh Al-Arouri mengkonfirmasi kemungkinan adanya konfrontasi antara pejuang Palestina dengan penjajah “Israel”. “Demi Al-Quds rakyat kami antusias dan kapanpun siap dengan pernyataan resmi (para pejuang) mencakup titik balik perang sejarah konflik dengan entitas (zionis Israel)”. Senin (28/3/3033).

 

Al-Arouri mengatakan dalam wawancara pers: “Antara kami dan gerakan pejuang Palestina lainnya ada aliansi strategis. Musuh kami jelas, bentuk perjuangan kami dengan zionis adalah konflik eksistensial. Di belakang layar, kami terus bekerja sama dengan serius, konstruktif dan bertanggung jawab dalam menyatukan semua faksi kekuatan pejuang, baik itu lingkup negara, organisasi masyarakat, maupun rakyat.”

 

“Ada dua hal di mana zionis terus ‘bermain api’, yang pertama pasukan penjajah menyerang secara brutal warga Al-Quds dan para jamaah yang hendak beribadah ke Masjid Al-Aqsha selama bulan Ramadhan, dan yang kedua adalah aksi diskriminatif penyerangan terhadap tahanan Palestina di penjara zionist.” Sahut Al-Arouri.

 

Ia mengungkapkan pesan yang disampaikan pejuang Palestina kepada pihak-pihak penjajah “Israel” jika memasuki bulan Ramadhan, tindakan teror terhadap rakyat Palestina dan para tahanan yang tetap melanjutkan aksi mogok makan, mau tidak mau, maka akan terjadi ledakan eskalasai serangan dimana-mana. [ml/as/ofr]

Hamas: Eskalasi Serangan Tidak Akan Berhenti Hingga “Israel” Kalah!

GAZAMEDIA, GAZA – Seorang anggota biro politik Hamas, Suhail al-Hindi menyatakan kepada Gaza Media bahwa operasi komando di wilayah terjajah tidak akan berhenti sampai ‘Israel’ menghentikan kejahatannya dan kalah. Rabu (30/3/2022).

 

Al-Hindi mengatakan dalam sebuah pernyataan eksklusif kepada Gaza Media Agency: “Perlawanan Palestina menunjukkan posisinya yang jelas melalui operasi di Tepi Barat, Al Quds dan wilayah lain yang terjajah.”

 

Dia menyatakan bahwa peringatan Hari Tanah datang mengingat berbagai tantangan yang dihadapi perjuangan Palestina dan eskalasi serangan ‘Israel’ terhadap rakyat Palestina. [ml/as/terj. nb]

Rencana Invasi Darat Serang Gaza, Perwira Senior Israel: Mati Konyol!

GAZAMEDIA, PALESTINA – Komandan pasukan infanteri ‘Israel’, Jenderal Tamir Daei memperingatkan opsi invasi darat ke Jalur Gaza yang akan menimbulkan biaya dan kerugian besar, Sabtu (26/3/2022).

Dia mengklaim dalam sebuah wawancara: “Tujuan yang diinginkan dari invasi darat harus sepadan dengan semua resiko kemungkinan buruk terjadi .”

Daei menjelaskan, dia mendukung rencana apa pun yang menjauhkan pasukan ‘Israel’ lakukan serangan darat ke Gaza karena takut akan penculikan dan kerugian SDM dalam jumlah besar.

Ketakutan perwira ‘Israel’ berasal dari pengalaman yang telah dilakukan selama agresi ke Jalur Gaza tahun 2014, di mana tentara mereka diculik dan alami gangguan mental akut saat keluar dari Jalur Gaza. [ml/as/terj.nb]

Hamas Kutuk Keputusan Australia yang ‘Sembrono’ dalam Menetapkan Organisasi Teroris

GAZAMEDIA, GAZA – Izzat Ar-Risyq, Anggota Biro Politik Gerakan Perjuangan Islam (Hamas) menegaskan penolakan terhadap keputusan Australia yang mengklasifikasikan gerakan pejuang Hamas sebagai organisasi “teroris”, Jumat (4/3/2022).

Dalam pernyataan pers, Ar-Risyq mengecam deskripsi pemerintah Australia mengenai usaha perlawanan bersenjata Palestina terhadap penjajahan zionist, dengan menyebutnya sebagai “keputusan yang menjijikkan!”.

“Australia deklarasikan hal ini dengan Inggris dan semua negara yang mendukung penjajahan “Israel” untuk mempertahankan pendapat mereka. Dan bergantung pada narasi Zionis mempraktikkan kebijakan standar ganda melalui tuduhan tak berdasar “terorisme”. Tak lain dan tak bukan, tujuan mereka adalah suaka politik dan berperan seolah playing victim. Jelas ini tidak adil bagi rakyat kita!”, Tegas Ar-Risyq.

Ar-Risyq menekankan bahwa keputusan Australia adalah palsu. Tidak berdasarkan pemahaman yang akurat tentang sejarah dan realitas rakyat Palestina, yang hingga saat ini terus berjuang melawan penjajahan dan genosida apartheid zionist “Israel”. [ml/as/terj.ofr].

Kisah Inspiratif Ahmed, Bocah Gaza Usia 12 Tahun dan Keluarganya yang Hafiz Quran

GAZAMEDIA, QALQILYA – Keluarga Muhammad Ad-Dalu dari Qalqilya, Jalur Gaza digambarkan sebagai keluarga Al-Qur’an, setelah anggota keluarganya menghafal seluruh Al-Qur’an, termasuk Ahmed yang dipanggil dengan si khatib kecil 12 tahun. Selain hafiz, Ahmed juga pandai berpidato dan berkhutbah karena kemampuan retorikanya yang fasih membuat setiap orang tersentuh mendengarnya.

Di usia kecil, Ahmed sudah lancar melafalkan kata, seperti yang disampaikan: “Saya mulai menghafal Al-Qur’an untuk pertama kalinya di kelas 7, dengan menyelesaikan hafalan 4 juz. Ketika usia 10 tahun, saya kembali menghafal Al-Qur’an dari awal, dan butuh satu setengah tahun untuk menghafalkan 30 juz. Di saat menghafal, tidak ada yang menghalangi saya untuk terus belajar, alhamdulillah saya malah mendapat sejumlah prestasi, karena di dalam menghafal ada keberkahan, kebaikan yang terus bertambah”.

Ahmed menambahkan, “Saya mengatasi semua hambatan dalam menghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat, dan menghafalnya bukanlah akhir yang melelahkan, melainkan titik awal untuk memulai kesuksesan lainnya,”

Orang tua Ahmed dan anak-anak di kamp hafiz Quran lainnya mengikuti karir Ahmed, ia memiliki kontribusi besar terhadap keberhasilan yang luar biasa ini.

Ayah dari “Keluarga Qurani” mengatakan bahwa 4 dari 5 putranya menghafal seluruh Al-Qur’an, termasuk putri sulungnya, Fadwa  yang menyelesaikan hafalannya dalam waktu 3 bulan, dan putrinya Amna dalam waktu 8 bulan. Sementara Khawla dan putranya Ahmed menghafal dalam waktu satu setengah tahun. Menghafal Quran tidak mempengaruhi semeangat mereka mengecam pendidikan, mereka termasuk di antara siswa pertama-juga Ahmed- yang memiliki rangking tertinggi di sekolahnya dengan nilai rata-rata 99,7%.

Mengenai karakteristik Ahmed, ayahnya mengatakan: “Dia adalah anak yang tidak memiliki cukup waktu untuk bermain dan bersenang-senang. Dia selalu rajin menghafal Al-Qur’an dengan sempurna, dan juga tidak melupakan tugas sekolah. Ketika waktu luang, dia segera menyiapkan diri untuk pergi ke Masjid Al-Aqsha Gaza dan mengikuti sholat subuh berjamaah.”

Dia menambahkan, “Meskipun saya melihat tanda-tanda kelelahan pada Ahmed, dia bersikeras untuk pergi ke Masjid Al-Aqsha Gaza sejak bangun dini hari, sehingga kami bersama dapat melaksanakan solat berjamaah di masjid dan berdoa di sana.”

Ayah dari “keluarga Al-Qur’an” menunjukkan bahwa ia tidak merasa lelah atau bosan, dan terus memotivasi anak-anaknya untuk menghafal dan membaca Al-Qur’an setiap saat. Tak luput sang ayah juga sering memberi penghargaan atas pencapaian luar biasa dari anak-anaknya. [as/terj.nb]