#invasion

Palestina tuntut pemerintah Jerman karena memungkinkan terjadinya genosida di Gaza

Gaza Media, Jerman – Sekelompok orang awam Jerman, yang mewakili keluarga dua warga Gaza, mengajukan pengaduan pidana terhadap para pejabat Pemerintah Jerman atas kejahatan membantu dan bersekongkol dalam genosida terhadap rakyat Palestina, demikian dikatakan European Legal Support Centre (ELSC) dalam sebuah pernyataan hari Jumat.

LSM tersebut mengklarifikasi bahwa “membantu dan bersekongkol” dapat dilakukan melalui “dukungan logistik, keuangan atau material, tetapi juga dengan menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk kejahatan utama.”

 

“Secara khusus, membantu dan bersekongkol mencakup otorisasi ekspor senjata dan dukungan politik,” kata pernyataan itu.

Kelompok itu menambahkan bahwa putusan Mahkamah Internasional (ICJ) dalam kasus yang diajukan oleh Afrika Selatan terhadap Israel atas kejahatan genosida, menunjukkan “alasan untuk kecurigaan,” yang menurut hukum pidana Jerman merupakan prasyarat untuk penyelidikan atas kejahatan yang mungkin terjadi.

 

(Sabtu, 24 Februari 2024)

(08.34)

_____

 

 

Source : @MEE

Writer/Translator: @kuntariaii

Palestina tuntut pemerintah Jerman karena memungkinkan terjadinya genosida di Gaza Read More »

Kemenkes Gaza : Israel kembali serang kompleks rumah sakit Nasser

Gaza Media, Gaza – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa pasukan penjajah Israel kembali menyerbu Kompleks Medis Nasser dengan empat pengangkut pasukan pada Kamis malam.

Pada hari Kamis, Saluran Ibrani 13 melaporkan bahwa tentara pendudukan telah menyelesaikan operasinya di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis.

Pasukan Penjajah Israel mengepung Rumah Sakit Medis Nasser di Khan Yunis selama beberapa hari, yang menyebabkan tragedi yang dialami pasien dan tenaga medis berlipat ganda karena kurangnya sumber daya, air dan makanan, selain pemutusan aliran listrik ke rumah sakit. RSUD.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan kematian delapan warga Palestina, pada hari Rabu, akibat matinya generator listrik dan terhentinya oksigen untuk pasien, di Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.

Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa penjajah Israel menolak untuk memindahkan jenazah para syuhada dari kompleks untuk dimakamkan.

Kementerian meminta lembaga-lembaga internasional untuk menekan penjajah agar menguburkan delapan syuhada tersebut.

(Jum’at, 23 februari 2024)
(09.26)
_____

Source: Royanews
Writer/Translator: @kuntariaii

Kemenkes Gaza : Israel kembali serang kompleks rumah sakit Nasser Read More »

Serangan Tentara Israel di Rumah Sakit Nasser Tewaskan lima pasien

Gaza Media, Gaza – Tentara menangkap 20 orang dalam serangan itu, dan mengatakan beberapa di antaranya terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel pada 07 Oktober 2023.

 

Serangan Israel ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis di Jalur Gaza selatan telah menyebabkan kematian sedikitnya lima pasien setelah listrik padam dan pasokan oksigen terputus, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Rumah sakit tersebut saat ini merupakan fasilitas medis terbesar yang masih berfungsi di Gaza dan telah berada di bawah pengepungan Israel selama berminggu-minggu.

 

“Kami menganggap pasukan penjajah Israel bertanggung jawab atas nyawa pasien dan staf, mengingat kompleks tersebut sekarang berada di bawah kendali penuh mereka”, kata kementerian tersebut. Dalam sebuah pernyataan di Telegram, mereka menambahkan bahwa dua wanita melahirkan dalam kondisi yang “tidak manusiawi” dan tentara Israel memaksa wanita dan anak-anak meninggalkan unit bersalin tanpa barang bawaan apa pun.

 

Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) mengatakan stafnya juga terpaksa mengungsi akibat serangan tersebut.

 

“Pasukan Israel mendirikan pos pemeriksaan bagi orang-orang ketika mereka meninggalkan kompleks tersebut, dan salah satu rekan kami ditangkap di pos pemeriksaan ini.

 

Kami menyerukan untuk menjaga keselamatannya dan melindungi martabatnya”, tambah MSF.

 

Tentara Israel mengatakan mereka telah menangkap lebih dari 20 “teroris” berdasarkan “intelijen yang mengindikasikan adanya aktivitas teroris oleh Hamas di rumah sakit”.

 

Dilaporkan dari Yerusalem Timur yang diduduki, Rory Challands dari Al Jazeera mengatakan Daniel Hagari, juru bicara militer Israel, menuduh bahwa beberapa dari mereka yang ditahan terlibat dalam serangan 07 Oktober 2023 di Israel, termasuk seorang pengemudi ambulans.

 

Militer Israel juga percaya ada mayat tawanan Israel di suatu tempat di halaman Rumah Sakit Nasser, dan itulah alasan lain pasukan terlibat dalam ‘operasi yang tepat dan terbatas’ di fasilitas kesehatan tersebut”, kata Challands, seraya menambahkan bahwa militer juga mengatakan mereka menemukan senjata, termasuk mortir dan granat, di antara orang-orang yang ditangkap.

 

Hamas membantah adanya kehadiran di dalam Rumah Sakit Nasser.

 

Dinginnya perlawanan Palestina kami adalah menjauhkan institusi publik dan sipil serta sektor kesehatan dari aktivitas militer apa pun”, kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

 

“Kami telah beberapa kali meminta PBB dan organisasi terkait untuk menghadirkan komite internasional untuk memeriksa rumah sakit dan membuktikan bahwa narasi Israel adalah kebohongan. Tapi tuntutan kami belum didengar”.

 

Israel sebelumnya mengklaim beberapa rumah sakit di Gaza telah digunakan sebagai basis Hamas.

 

Namun, sejak hancurnya sebagian besar Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza dalam sebuah serangan tahun lalu, bukti-bukti yang ada di Israel tidak mampu memenuhi klaim mereka bahwa pihak medis fasilitas tersebut digunakan sebagai markas Hamas. Serangan tersebut menyebabkan kematian pasien dan staf Palestina di rumah sakit serta ribuan orang yang berlindung di sana.

 

Sebaliknya, serangan yang dilakukan berulang kali terhadap rumah sakit telah digambarkan oleh kelompok hak asasi manusia sebagai tindakan yang “melanggar hukum” dan Human Rights Watch menyerukan agar hal tersebut “diselidiki sebagai kejahatan perang”, dan Afrika Selatan menuntut hal tersebut di Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag. bahwa serangan terhadap sistem layanan kesehatan Gaza adalah bukti “tindakan genosida” yang dilakukan oleh Israel.

 

*’Kami berdiri tak berdaya’*

 

Bagi pasien dan staf yang terdampar dalam penggerebekan rumah sakit, situasinya adalah “bencana besar”, menurut Dr. Nahed Abu Taima, direktur Kompleks Medis Nasser. “Listrik diputus di seluruh kompleks medis. Banyak pasien di ICU dan mereka yang mendapat pasokan oksigen dan juga mereka yang menjalani dialisis harus berjuang untuk hidup mereka sejak jam 3 pagi [02:00 GMT]”, kata Taima kepada Al Jazeera pada hari Jumat. “Kami berdiri tidak berdaya, tidak mampu memberikan bantuan medis dalam bentuk apa pun kepada pasien di dalam rumah sakit atau para korban yang membanjiri rumah sakit setiap menitnya”.

 

Dilaporkan dari Rafah, Hani Mahmoud dari Al Jazeera mengatakan tragedi yang terjadi di rumah sakit tersebut juga merupakan “kelanjutan dari perang psikologis” terhadap warga Palestina, yang menyadari bahwa tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sedang mencoba untuk mendapatkan akses ke Rumah Sakit Nasser. “Ada kebutuhan mendesak untuk mengirimkan bahan bakar untuk memastikan kelanjutan penyediaan layanan penyelamatan jiwa. Kami berusaha mendapatkan akses karena masyarakat yang masih berada di Kompleks Medis Nasser membutuhkan bantuan”, kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic.

 

“WHO telah berkali-kali memperingatkan bahwa menghalangi pasien untuk mendapatkan perawatan yang dapat menyelamatkan jiwa mereka dan memaksa pasien dan orang yang terluka untuk dipindahkan dapat menyebabkan memburuknya kondisi mereka atau bahkan kematian. Kesehatan pasien harus diprioritaskan, dan perawatan tanpa gangguan di lingkungan yang aman harus dipastikan”, tambahnya.

 

Dr. James Smith, seorang dokter ruang gawat darurat yang sebelumnya bekerja di rumah sakit Gaza, mengatakan bahwa apa yang dilakukan militer Israel di Rumah Sakit Nasser “adalah pengabaian total terhadap aturan yang memandu perilaku selama konflik bersenjata”.

 

Mengingat keputusan sementara ICJ bulan lalu bahwa Israel harus melakukan semua yang mereka bisa untuk mencegah genosida di Gaza, Smith mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ini juga berarti komunitas internasional harus berbuat lebih banyak untuk menghentikan kejahatan perang Israel.

 

“ Putusan ICJ ini memberikan kewajiban moral, politik dan hukum kepada semua kekuatan dunia, khususnya mereka yang hingga saat ini terus mendanai dan memberikan dukungan diplomatik kepada negara Israel”.

______

Sabtu, 17 Feb 2024

Source : Al jazeera english

Translator : Nana

Serangan Tentara Israel di Rumah Sakit Nasser Tewaskan lima pasien Read More »

UNRWA Diambang Kematian akibat Krisis Pendanaan

Gaza Media, Internasional – Perwakilan Eropa dari badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengeluarkan peringatan keras pada Selasa (12/2) mengenai operasinya di Gaza, dengan mengatakan bahwa jika keputusan pendanaan tidak dikembalikan, maka mereka akan terpaksa menghentikan kegiatan dalam hitungan minggu.

 

Marta Lorenzo, Direktur Kantor Perwakilan UNRWA untuk Eropa, menyampaikan pengumuman tersebut dalam diskusi yang diselenggarakan bersama oleh Komite Urusan Luar Negeri dan Pembangunan Parlemen Eropa.

 

Menyoroti situasi mengerikan di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, Lorenzo menekankan bahwa penangguhan pendanaan dari negara-negara tertentu telah membuat UNRWA berada di ambang penutupan di Gaza.

 

“Rafah sekarang menampung populasi enam kali lebih besar dibandingkan sebelum perang, dan kondisi di sana tidak dapat digambarkan,” katanya.

 

Mengedepankan situasi penderitaan warga Gaza yang bergulat dengan kelaparan dan penyakit saat terjebak di selatan, Lorenzo menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan yang efektif, dengan mengutip keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) baru-baru ini di Den Haag, Belanda yang menyerukan aksi cepat tanggap kemanusiaan.

 

Namun, dia menyesalkan bahwa UNRWA hanya memiliki waktu beberapa minggu lagi sebelum mereka terpaksa menghentikan operasinya.

 

Lorenzo juga menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh staf UNRWA, dengan menyebutkan contoh-contoh konvoi kemanusiaan di utara yang menjadi sasaran, sehingga mengakibatkan korban jiwa di antara para karyawan. Terlepas dari risiko-risiko ini, UNRWA telah berupaya untuk menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang terkena dampak, meskipun dalam keadaan yang berbahaya.

 

“Konvoi kami ke utara Gaza diserang di tiga lokasi berbeda. Terakhir kali kami dapat mengirimkan bantuan ke sana adalah pada tanggal 23 Januari. Izinkan saya untuk memberikan penghormatan kepada 156 karyawan kami yang syahid dan kepada seluruh karyawan kami, staf yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari, 3000 staf UNRWA memilih untuk terus bekerja dengan dedikasi menyediakan makanan, obat-obatan, kesehatan dan kenyamanan.” katanya.

 

Lorenzo menekankan bahwa jika UNRWA menghentikan kegiatannya, hal ini tidak hanya akan menimbulkan konsekuensi kemanusiaan, tetapi juga akan dianggap sebagai penarikan dukungan internasional untuk penyelesaian konflik yang adil dan damai di wilayah tersebut.

 

Dia juga menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim pejabat Israel yang dituduhkan kepada UNRWA. “Jika kami menghentikan operasi kami, kami akan melihat lebih banyak ketidakstabilan di kawasan ini, bahkan di Eropa,” kata Lorenzo, mengakhiri pidatonya yang mendapat tepuk tangan dari anggota parlemen.

 

(Kamis, 15 Februari 2024)

(21.30)

_____

 

Source: Anadolu Agency

Writer/Translator: @nurlitas

UNRWA Diambang Kematian akibat Krisis Pendanaan Read More »

Penggerebekan dan Pembongkaran Rumah Warga Palestina di Tepi Barat Masih Terus Berlanjut 

Gaza Media, Tepi Barat – Serbuan militer Israel masih berlanjut di Hebron, Qalqilya, Nablus, Yerusalem (Al-Quds) Timur, Yerikho, dan Ramallah. Pasukan Israel menangkap 18 orang hanya dalam semalam, termasuk dua perempuan di Yerikho. Saat ini, jumlah total warga Palestina yang telah ditangkap di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem (Al Quds) Timur berjumlah 7.020 orang. Penangkapan telah disebut sebagai salah satu bentuk hukuman kolektif yang paling umum.

 

Selain itu, pemusnahan rumah juga Israel lakukan sebagai bentuk hukuman kolektif. Semalam, pasukan Israel menyerbu rumah seorang aktivis Palestina, Fakhri Abu Diab yang merupakan seorang juru bicara untuk lingkungan Silwan di Al-Quds Timur untuk menghancurkan rumahnya.

 

Sementara itu di wilayah Betlehem, Israel menyerang empat keluarga di Kaisan, timur Betlehem, pada Rabu (14/2). Kepala Dewan Desa Kaisan, Musa Abayat, mengatakan kepada WAFA bahwa sekitar 50 pemukim dari permukiman Ma’ale Amos, menyerang empat rumah di Kaisan. Dia menambahkan bahwa mereka menyerang rumah-rumah, mobil, dan tenda milik beberapa warga lokal dan memaksa mereka untuk meninggalkan rumah mereka di bawah todongan senjata.

 

Abayat juga menyoroti eskalasi serangan pemukim kolonial dalam beberapa hari terakhir, yang paling baru adalah serangan terhadap seorang perempuan Palestina, perampasan 40 ekor domba, sebuah kendaraan, dan traktor pertanian.

 

Kemudian di Salfit, pasukan Israel menyita peralatan bangunan dan menahan empat orang dalam serangan Israel ke kota Deir Ballut, di barat Salfit. Wali kota Deir Ballut, Samir Nimer, mengatakan bahwa pasukan Israel merazia kota tersebut dan menyita peralatan bangunan dari sebuah rumah yang sedang dibangun di daerah utara kota.

 

(Kamis, 15 Februari 2024)

(23.32)

_____

 

 

Source: Mondoweiss, wafa.ps

Writer/Translator: @nurlitas

Penggerebekan dan Pembongkaran Rumah Warga Palestina di Tepi Barat Masih Terus Berlanjut  Read More »

Presiden Palestina : Hamas Sebaiknya Percepat Kesepakatan Tawanan, Hindari Warga dari Bencana lain

Gaza Media, Palestina –

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Rabu menyerukan kepada Hamas untuk mempercepat penyelesaian kesepakatan tawanan untuk menghindarkan rakyat Palestina dari momok tahun 1948, bencana lain yang tidak kalah berbahayanya dengan peristiwa Nakbah dan untuk menghindari serangan penjajah Israel ke Rafah, yang akan mengakibatkan ribuan korban, penderitaan dan pengungsian warga Palestina.

“Dalam menghadapi perang komprehensif yang dilancarkan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dia meminta semua pihak, terutama Hamas, untuk segera menyelesaikan kesepakatan agar kita dapat melindungi rakyat Palestina dan menyingkirkan semua rintangan.

Abbas meminta pemerintah AS dan Arab untuk bekerja secara serius untuk menyelesaikan kesepakatan tawanan sesegera mungkin untuk menghindarkan rakyat Palestina dari momok perang yang menghancurkan ini.

(Rabu, 14 Februari 2024)
(19.07)
_____

Source: almamlakatv
Writer/Translator: Rofif Syahrul

Presiden Palestina : Hamas Sebaiknya Percepat Kesepakatan Tawanan, Hindari Warga dari Bencana lain Read More »

Agresi intens di Rafah Gaza, Israel klaim akan bebaskan tahanan

Gaza Media, Gaza – Bertepatan dengan agresi intens terhadap Rafah, tentara penjajah mengklaim akan membebaskan para tahanan

 

Penjajah mengklaim akan membebaskan tahanan dalam operasi di Rafah

 

Pasukan penjajah mengklaim telah membebaskan para tahanan saat fajar pada hari Senin, bertepatan dengan peluncuran serangan intensif mereka terhadap kota di Jalur Gaza selatan.

 

Sementara itu, koresponden “Roya” mengatakan bahwa pesawat tempur dan helikopter penjajah melancarkan lebih dari 50 serangan udara, menargetkan rumah dan masjid di beberapa wilayah kota Rafah.

 

Koresponden kami menambahkan bahwa sekitar seratus warga Palestina tewas dan 230 orang terluka, menurut jumlah korban awal, akibat pemboman intensif penjajah di Rafah, selatan Jalur Gaza, pada Senin dini hari.

 

Penjajah terus melakukan kejahatannya selama 129 hari di Jalur Gaza, dengan pemboman kekerasan oleh pesawat tempur, helikopter, artileri, dan kapal perang di berbagai wilayah Jalur Gaza.

 

Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa jumlah syuhada Palestina telah meningkat, menurut statistik terbaru Kementerian Kesehatan di Gaza pada hari Minggu, menjadi 28.176 syuhada sejak 7 Oktober 2023 lalu, dan menambahkan bahwa agresi tersebut juga mengakibatkan 67.784 orang terluka.

 

Brigade Al-Qassam, cabang militer Hamas, melancarkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada tanggal 7 Oktober, sebagai tanggapan atas pelanggaran pendudukan Israel di wilayah pendudukan Palestina.

 

Di sisi lain, penjajah Israel melancarkan operasi militer terhadap Jalur Gaza, yang disebut “Pedang Besi,” dan melancarkan serangkaian serangan kekerasan di beberapa wilayah di Jalur Gaza, yang mengakibatkan ratusan orang syahid dan ribuan orang terluka. selain hancurnya sejumlah besar bangunan, menara tempat tinggal, institusi, dan infrastruktur.

 

 

(Senin, 12 februari 2024)

(12.24)

_____

 

Source: Royanews

Writer/Translator: @kuntariaii

Agresi intens di Rafah Gaza, Israel klaim akan bebaskan tahanan Read More »

Rusia Rebut Kota Baru di Ukraina Timur

GAZAMEDIA, MOSKOW – Tentara Rusia mengumumkan kendali penuh atas kota strategis Severodonetsk di Ukraina Timur, Jumat (24/6/2022).

Gubernur Provinsi Lugansk, Sergey Gaidai menyatakan tentara Ukraina di Severodonetsk telah menerima perintah mundur ke benteng tempur tanpa menentukan persetujuan oleh pihak Rusia.

Gaidai mengatakan, “Pasukan Rusia hampir setiap hari bombardir wilayah ini selama 4 bulan berturut-turut, 90% rumah warga sipil rusak.”

Penarikan Ukraina dari Severodonetsk menyusul berminggu-minggu pengeboman dan pertempuran dengan pasukan Rusia dan separatis di jalan-jalan kota. [ml/ofr]

Rusia Rebut Kota Baru di Ukraina Timur Read More »

50 Perwira dan Jenderal Ukraina Tewas Akibat Rudal Rusia

GAZAMEDIA, MOSKOW – Militer Rusia umumkan pembunuhan 50 perwira tentara Ukraina setelah pasukannya menargetkan markas komando di wilayah Dnipropetrovsk, Ahad (19/6/2022).

Kementerian Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengatakan, sebagian besar yang tewas adalah jenderal, yang tumbang akibat rudal jelajah Kalibr.

Hal ini dikonfirmasi setelah 100 tentara Ukraina menggunakan kereta membawa mereka ke wilayah Donbass sehingga menjadi sasaran rudal militer Rusia di Timur negara tersebut

Kementerian Rusia mengindikasikan pasukannya akan terus bergerak maju untuk mencapai target operasi militer mereka. [ml/ofr]

50 Perwira dan Jenderal Ukraina Tewas Akibat Rudal Rusia Read More »

Rusia Umumkan Berhasil Serang Gudang Senjata AS di Ukraina Barat

GAZAMEDIA, MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia mengkonfirmasi bahwa mereka telah menghancurkan gudang besar senjata Amerika dan Eropa dengan rudal Kalibr yang diluncurkan dari laut menujy wilayah Ternopil di Ukraina barat, Ahad (12/6/2022).

Kementerian mengkonformasi dalam sebuah pernyataan pers bahwa pasukannya menghancurkan gudang besar senjata yang diterima oleh Ukraina dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa di distrik Ternopil kota Shurkiv, dengan rudal jarak jauh, dan menembak jatuh 3 tentara Ukraina di Wilayah Kharkiv dan Donetsk.

Sementara itu, gubernur wilayah Ternopil mengatakan bahwa Rusia melancarkan serangan rudal yang menargetkan kota Shurkiv (Ukraina barat), menghancurkan fasilitas militer, 22 tentara Ukraina tewas termasuk diantaranya warga sipil.

Di sisi lain, pasukan NATO melanjutkan manuver pertahanan udara dengan peluru tajam di Polandia. [ml/ofr]

Rusia Umumkan Berhasil Serang Gudang Senjata AS di Ukraina Barat Read More »