#israeljail

4 Tahanan Palestina Terdeteksi Idap Penyakit Kanker di Penjara “Israel”

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Kepala Otoritas Urusan Narapidana, Qadri Abu Bakr mengkonfirmasi adanya 4 tahanan Palestina yang tengah alami penyakit kanker, Kamis (23/6/2022).

Abu Bakar mengatakan, “kini jumlah tahanan yang menderita penyakit kanker telah mencapai 27 jiwa, namun perawatan dan pengobatan yang disediakan penjara “Israel” sampai saat ini hampir tidak ada.”

Sebelumnya, pemerintahan “Israel” mewakili parlemen Knesset menyerukan tahanan Palestina yang sakit mesti menjalani perawatan tahanan dengan biaya sendiri, dan inilah yang terjadi dengan tahanan Esraa Al-Jaabis yang harus segera menjalani operasi.

Abu Bakar mengungkapkan penyebaran penyakit di antara tahanan diakibatkan karena kurangnya pengobatan dan kesengajaan yang dilakukan sipir “Israel”, terutama bagi tahanan yang tinggal lama,.seperti yang terjadi tahanan Nasser Abu Hamid ini.

Ia menyatakan, cara-cara kekerasan terhadap para tahanan ini dibalas dengan aksi demonstrasi harian yang terus-menerus dilakukan, penyerbuan dan inspeksi, sabotase bahan makanan, pembobolan persediaan bahan pangan bagi tahanan, pengenaan pelanggaran terhadap mereka, serta penyiksaan pada saat pemindahan.”

Diketahui, jumlah tahanan Palestina yang sakit kini mencapai lebih dari 500 jiwa, 27 di antaranya idap penyakit kanker dan membutuhkan perawatan intensif, sementara 11 tahanan lainnya idap penyakit ginjal 8 orang alami cacat, serta puluhan dengan penyakit kronis. [ml/ofr]

Kian Tersiksa, “Israel” Tunda Pembebasan Ahmad Manasra

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Pengacara tahanan remaja Palestina, Ahmed Manasra mengkonfirmasi tidak adanya keputusan jelas yang ditetapkan pengadilan “Israel” atas kebebasan Manasra. Hal ini semakin menunjukkan tindakan rasisme “Israel” terhadap bangsa Palestina, Ahad (19/6/2022).

Pengacara pihak keluarga Ahmad Manasra, Khaled Zabarka mengatakan dalam konferensi pers: “Pengadilan penjajah hanya membahas pengalihan kasus di bawah Undang-Undang Terorisme tanpa mengambil keputusan apapun.”

“Sidang berakhir setelah pihak pengadilan penjajah hanya tidak mengeluarkan keputusan apa pun dengan kemungkinan mengeluarkan keputusannya hari ini atau selama seminggu kedepan dan itu belum dipastikan.” Kata Zabarka

Sebaliknya, Saleh Manasra ayah dari Ahmed membenarkan bahwa putranya tidak menghadiri sidang karena kondisi kesehatan mentalnya yang memburuk dan tengah menjalani perawatan di klinik penjara Ramle.

Ayah Manasra menuntut pihak pengadilan penjajah segera membebaskan putranya yang menghabiskan lebih dari tujuh tahun di penjara “Israel” dengan gangguan mental dan penyiksaan yang sulit. [ml/ofr]

“Israel” Tambah Hukuman Tahanan Gaza dengan Tuduhan Bongkar Operasi Keamanan

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Pengadilan Beersheba “Israel” mendakwa tahanan Muhammad Al-Halabi anggota World Vision Foundation di Jalur Gaza lakukan serangkaian operasi keamanan, Rabu (15/6/2022).

Situs web Hebrew Walla menyatakan bahwa pengadilan “Israel” kembali mendakwa Al-Halabi yang memasuki tahun ketujuh penahanannya atas beberapa tuduhan termasuk membantu Hamas bocorkan strategi perang “Israel” dengan menghubungi beberapa delegasi negara asing.

Diketahui, tentara Zionist “Israel” menangkap Al-Halabi (yang kini berusia 44 tahun) sejak 6 tahun yang lalu. Al-Halabi terus mendapat interogasi dan siksaan psikologis dan fisik.oleh sipir “Israel” selama 52 hari berturut-turut. Saat ini ia berada di pusat penahanan “Raymond” dengan kondisi kesehatan yang memburuk. [ml/ofr]

Kesehatan Ahmed Manasra Kian Memburuk dan Terpaksa Dilarikan ke Rumah Sakit

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Otoritas “Israel” terpaksa memindahkan tahanan Ahmed Manasra ke Rumah Sakit Ramle akibat kondisi kesehatan mentalnya yang kian memburuk, Selasa (14/6/2022).

Pengacara Khaled Zabarka mengatakan dalam sebuah pernyataan pers, pihak sipir “Israel” terpaksa memindahkan Manasra ke rumah sakit, karena memburuknya kondisi kesehatan mentalnya tanpa mengungkapkan rincian mengenai waktu pembebasannya.

Zabarka memberitahukan, medis “Israel” telah mengeluarkan perintah paksa memindahkan tahanan Manasra ke rumah sakit penjara dalam jangka waktu sepuluh hari.

Manasra ditangkap pada tahun 2015 pada usia 13 tahun, dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, karena dituduh lakukan penikaman ke seorang pemukim ilegal “Yahudi” oleh polisi Zionist. [ml/ofr]

Tahanan Palestina: Semangat Persatuan adalah Optimisme Kemerdekaan Kita

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Asosiasi Tahanan Palestina menegaskan bahwa para tahanan di penjara “Israel” tidak lagi khawatir mengenai kondisi Al-Aqsa dan Al-Quds mengingat optimisme kebebasan mereka setelah faksi pejuang siap mematuhi persyaratan gencatan senjata pasca agresi Saif Al-Quds tahun lalu, Sabtu (28/5/2022).

“Apa yang disaksikan masyarakat dunia saat sudah mengungkapkan sebagian kecil keberhasilan operasi pejuang pada agresi Saif al-Quds dengan tersendiri bagi mereka, hal ini menegaskan bahwa kesepakatan pertukaran tahanan terjadi dalam waktu dekat”. Tambah pihak asosiasi.

“Mereka para tahanan juga memperbaharui cara pandang mereka dengan semanagat optimisme pebih atas aksi pejuang Palestina. Bersatu dan bangkit adalah pesan yang sering disampaikan para tahanan kepada rakyat Palestina di segala lini. Karena 2 kunci utama itu menjadi langkah terdepan dan tercepat untuk merebut kemerdekaan”

Asosiasi tahanan sangat menghargai peran pejuang Palestina untuk memutuskan rantai penahanan dengan lobi menukar tawanan tentara “Israel” yang saat ini disinyalir beberapa orang berada di pihak pejuang. [ml/ofr]

Faksi Pejuang Gaza Ajak Masyarakat Bantu Nasib Tahanan Palestina di Penjara Israel

GAZAMEDIA, GAZA – Faksi Pasukan Nasional dan Pejuang Islam Gaza mengkonfirmasi tentang peningkatan dukungan mereka untuk para tahanan administratif Palestina di penjara penjajah Israel saat menghadiri acara Palang Merah Kota Gaza, Senin (28/3/2022).

Pejabat Bidang Arsip Komite Tahanan, Awad Al-Sultan mengatakan: “Pertempuran para tahanan Palestina melawan sipir Israel belum berakhir meskipun kondisi pertempuran saat ini sedang berbalik, di lain sisi pertempuran lain hadapi entitas “Israel” sudah dimulai.

Sultan menambahkan: “Keadaan saat ini merupakan pilihan terbuka bagi rakyat untuk mengambil segala dukungan dan tindakan bantu para tahanan. Inilah saatnya masyarakat internasional mesti berhenti menerapkan standar ganda dalam menangani masalah Palestina!”.

Pihak komite meminta rakyat Palestina lakukan aksi kampanye solidaritas jangka luas perjuangkan nasib para tahanan administrasi di penjara penjajah. Banyaknya dukungan berikan dampak positif untuk menekan penjajah “Israel” agar menyetujui tuntunan mereka. “Tanggungjawab kita bersama bahwa apa yang telah dilkukan para tahanan adalah masalah penting yang memerlukan dukungan dan kontribusi dari semua pihak untuk menghentikan kebijakan sepihak Israel ini!” Tegas Sultan.

Untuk diketahui, hampir 500 tahanan Palestina kini menjalani penahanan administratif (hukum sepihak) dari peradilan Israel. Mereka terus memboikot pengadilan penjajah selama 87 hari berturut-turut dengan menjalankan aksi mogok makan sebagai tuntutan agar segera dibebaskan. [ml/as/ofr]

Tahanan Palestina Menang, Aksi Mogok Makan Berhenti

GAZAMEDIA, PALESTINA – Gerakan tahanan Palestina di penjara penjajah ‘Israel’ pada Kamis (24/3) sepakat memutuskan pemberhentian aksi mogok makan yang dijadwalkan pada hari Jumat (25/3/2022) di semua unit.

Komite Tertinggi Darurat Tahanan Nasional Palestina  mengatakan : “Israel terpaksa menarik kembali semua tindakan sepihaknya terhadap kami, yang berusaha diterapkan selama periode baru-baru ini, setelah para tahanan Palestina bersabar menghadapi mereka.”

Dia menambahkan, “Kami berperang melawan administrasi penjara ‘Israel’ dengan cara patriotik dan kesatuan yang belum pernah kami alami selama beberapa tahun. Dengan memainkan peran penting untuk menggagalka administrasi penjara secara sepihak perihal pelarangan kunjungan keluarga kami yang terlibat dalam faksi perjuangan”.

Pada gilirannya, faksi-faksi Palestina memuji kemenangan pertempuran para tahanan Palestina di penjara “Israel”. Menekankan bahwa perlawanan harus dilakukan dengan tegas dengan membebaskan mereka dalam kesepakatan terhormat yang akan datang. [ml/as/terj.af]

Tahanan Palestina di Penjara “Israel” Tuntut Hak Mereka Segera Dipenuhi

GAZAMEDIA, PALESTINA – Asosiasi Gerakan Nasional Tawanan Palestina di penjara “Israel” memutuskan untuk terus meningkatkan eskalasi mogok makan terbuka yang berlangsung selama hampir sebulan karena keputusan administrasi sepihak yang diterapkan Otoritas Penjara “Israel” tidak menguntungkan tahanan. Jumat (4/3/2022)

“Israel” menolak tuntutan para tahanan penjara Nafha terkait pembatasan jam kunjungan yang menjadi pemicu eskalasi para tahanan Palestina lainnya saat ini.

Jubir Asosiasi Tawanan melalui koresponden Gazamedia mengatakan: “Mengingat tuntutan tahanan ditolak “Israel”, mereka akan melanjutkan perlawanan dan pemberontakan terhadap undang-undang hak tahanan di penjara sebagaimana mestinya, seperti yang terjadi di penjara Nafha.”

Para tahanan mengancam jika otoritas penjajah bersikukuh dengan keputusan administratif sepihak, mereka akan melakukan mogok makan terbuka hingga 25 Maret mendatang.

Patut dicatat bahwa para tahanan Palestina menghadapi serangan ganda yang bertujuan untuk merampas pencapaian sejarah mereka, karena administrasi penjara ‘Israel’ mulai menargetkan sistem keluar tahanan ke halaman penjara “Fora” untuk memaksakan kontrol dan pengawasan yang lebih besar pada mereka dan menghancurkan formasi organisasi pejuang Palestina yang berada di dalam penjara “Israel”. [ml/terj.nb]

Hamas: Kami Terus Pantau Perkembangan Tahanan Palestina di Penjara Penjajah!

GAZAMEDIA, GAZA – Pemimpin Hamas, Hussein Abu Kuwaik menegaskan, pejuang Palestina tidak akan membiarkan para tahanan sendirian dalam menghadapi tindakan sewenang-wenang administrasi sipir penjara penjajah “Israel”, Selasa (1/3/2022).

Abu Kuwaik mengatakan dalam pers: “Semua peristiwa yang terjadi di balik tahanan, itu menegaskan kepada penjajah bahwa rakyat Palestina dan Pejuang tidak akan meninggalkan para tahanan sendirian.”

“Pejuang terus mengamati dengan cermat apa yang terjadi di penjara dan pemicu sejumlah kekacauan. Memperlihatkan pasukan penjajah tahu betul status tahanan rakyat kami dan aksi perlawanan yang mereka tunjukkan.” Tambah Abu Kuwaik

“Penjajah “Israel” terlihat bermain api ketika menyerang para tahanan kami, serta membatasi mereka dan merampas hak asasi tahanan yang paling dasar. Cepat atau lambat, mereka (para penjajah) kelak menerima akibatnya!”. Tegas Abu Kuwaik.  [ml/as/ofr]

Tahanan Palestina Lanjutkan Aksi Mogok Makan Tolak Tuntutan Sepihak “Israel”

GAZAMEDIA, PALESTINA – Asosiasi Informasi Tahanan Palestina mengkonfirmasi para tahanan Palestina yang tidak akan menarik kembali langkah eskalasi mereka kecuali administrasi penjara ‘Israel’ menarik kembali hukuman yang dijatuhkan pasca operasi “Terowongan Kebebasan Penjara Gilboa”. Ahad (20/2/22).

Media para tahanan mengatakan: “Langkah-langkah tersebut dapat meningkat dalam beberapa hari mendatang di penjara ‘Israel’ dengan melanjutkan aksi mogok makan terbuka.”

Dia menjelaskan penjara ‘Israel’ menyaksikan pemberontakan nyata setelah administrasi penjara merampok hak tuntutan yang duajukan tahanan Palestina.

Diketahui, sejumlah tawanan Palestina beberapa hari yang lalu mengumumkan dimulainya langkah- eskalasi untuk menolak hukuman sepihak terutama penutupan semua departemen dan pembubaran badan pengatur di dalam penjara.

Tahanan Palestina di penjara ‘Israel’ terus memboikot pengadilan ‘Israel’ selama lebih dari 50 hari untuk menuntut diakhirinya kebijakan penahanan administratif di bawah slogan ‘keputusan kami adalah kebebasan’. [terj/nb].