#nilriver

Perubahan Iklim Picu Kelangkaan Air di Mesir

GAZAMEDIA, KAIRO – Pemerintah Mesir peringatkan dunia bahwa mereka mendekati batas kelangkaan air setelah membunyikan alarm dan lonceng kecemasan sehubungan dengan krisis yang berkelanjutan dari Bendungan Renaisans Etiopia Besar yang dianggap Mesir sebagai ancaman bagi keamanan nasional bagi masa depan airnya, Senin (4/4/2022).

 

Menteri Sumber Daya Air dan Irigasi Mesir, Mohamed Abdel Aty dalam pertemuan virtual konferensi “Pekan Iklim Timur Tengah dan Afrika Utara” mengkonfirmasi konsekuensi berbahaya dari masalah tersebut.

 

Diketahui sebelumnya, Mesir menentang pembangunan dan pengoperasian Bendungan Renaisans Besar Ethiopia di Sungai Nil yang akan mengurangi pasokan air di Mesir. [ml/as/ofr]

Ethiopia Resmikan Produksi Pembangkit Listrik Bendungan Renaissance Dam

Gazamedia.net – Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed resmikan fase pertama produksi tenaga listrik dari Bendungan Renaissance di Blue Nile, 7 bulan pasca pengisian kedua reservoir untuk bendungan. Ahad (20/2).

Abi Ahmed berkata: “Air akan mengalir ke Sudan dan Mesir, karena hubungan Etiopia adalah persaudaraan dengan dua bangsa dan tidak ada bahaya yang akan menimpa mereka.”

“Kami akan memberikan energi kepada 60% penduduk yang belum pernah melihat lampu, dan kenyamanan kepada ibu pertiwi kami yang membawa kayu bakar untuk menghemat energi,” tambahnya.

Ethiopia meluncurkan proyek senilai $ 4 miliar pada tahun 2011 yang bertujuan untuk membangun bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika. Namun, hal itu menimbulkan ketegangan regional, terutama dengan Mesir, yang bergantung pada Sungai Nil untuk menyediakan sekitar 90% dari kebutuhan irigasi dan air minumnya.

Blue Nile, yang berasal dari Ethiopia, bertemu dengan Nil Putih di Khartoum untuk membentuk Sungai Nil yang melintasi Sudan dan Mesir dan mengalir ke Mediterania.

Bendungan itu merupakan ancaman eksistensial bagi Mesir, karena ketergantungannya pada Sungai Nil untuk menyediakan sekitar 97% dari kebutuhan irigasi dan air minumnya. [terj/nb].