#nuclear

Redam Konflik Arab Teluk, Amerika Harapkan Iran Bijak Produksi Bom Nuklir

GAZAMEDIA, WASHINGTON – Kepala Departemen Luar Negeri AS, Antony Blinken memperkirakan Iran dapat memperoleh bom nuklir dalam beberapa minggu dengan memperingatkan Pengawal Revolusi Iran agar tidak membuat negara kawasan Arab Teluk menjadi tidak stabil, Selasa (14/6/2022).

Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan pers: “Iran dapat memperoleh bom nuklir dalam beberapa minggu, jadi kami ingin saling kembali ke perjanjian nuklir.”

Amerika Serikat sedang menunggu tanggapan konstruktif dari Iran terkait kebangkitan kembali perjanjian nuklir 2015.

Washington menekankan bahwa “langkah-langkah kami dalam membela diri terhadap eskalasi Iran adalah bijaksana, dan kami tidak berusaha untuk meningkatkan ketegangan di wilayah kawasan Timur Tengah.” [ml/ofr]

Dua Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Diracun, “Israel” Dalang Dibalik Pembunuhan

GAZAMEDIA, TEHERAN – Dikuip dari The New York Times, Teheran percaya bahwa “Israel” telah melikuidasi dua ilmuwan Iran dengan meracuni makanan mereka pada Mei lalu.

Sumber mengatakan bahwa kedua korban adalah Ayoub Taziri, seorang insinyur penerbangan yang bekerja di pusat penelitian militer, dan Kamran Aghmlai seorang ahli geologi.

Salah satu sumber media Iran menyatakan , gejala keracunan mulai muncul pada ilmuwan setelah menghadiri undangan makan malam di Kota Yazd, Iran Tengah.

2 ilmuwan itu menghilang setelah undangan makan malam, pihak berwenang Iran mulai mencarinya.

Diketahui, Waiti mengerjakan proyek yang berkaitan dengan rudal dan mesin pesawat di pusat ruang angkasa pemerintah Yazd.

Berkenaan dengan Aghlami, surat kabar itu menunjuk pada laporan-laporan yang diedarkan oleh media “Israel” dan Iran di luar negeri di mana Aghlami bekerja di fasilitas nuklir “Natanz”, tetapi teman-teman korban membantahnya, menekankan bahwa dia bekerja di sebuah perusahaan riset geologi swasta.

The New York Times mengutip seorang teman ahli geologi Kamran Aghmalai menyebutkan, bahwa dia mengalami gejala keracunan yang parah setelah kembali ke Teheran dari perjalanan bisnis ke kota Tabriz (barat laut Iran).

Selama dekade terakhir, Iran menyaksikan serangkaian pembunuhan dan serangan yang menargetkan sejumlah ilmuwan dan personel militer mereka di samping kemajuan fasilitas nuklir. Iran menuduh “Israel” sebagai dalang di balik pembunhan tersebut. [ml/ofr]

Amerika Ambil Langkah Kerja Sama dengan Teluk dan ‘Israel’, Perkuat Pertahanan Udara Lawan Iran

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Channel 12 TV Ibrani mengungkapkan bahwa pasukan ‘Israel’ mengerahkan sistem radar di wilayah di Timur Tengah, termasuk UEA dan Bahrain, sebagai bagian dari visi kerja sama bersama dalam menghadapi ancaman rudal Iran dan menciptakan sistem peringatan dini. Kamis (9/6/2022).

Anggota Kongres AS mengajukan RUU yang mewajibkan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) untuk berupaya mengintegrasikan pertahanan udara ‘Israel’ dan negara-negara Arab.

Saluran tersebut menyatakan bahwa sistem radar ‘Israel’ “berhasil memberikan peringatan dini beberapa bulan lalu, ketika Iran meluncurkan pesawat tak berawak yang dibom menuju Palestina yang terjajah, di mana mereka ditembak jatuh di atas Irak.”

Dia berkata: “Pemerintah AS sedang berusaha untuk membangun aliansi keamanan yang mencakup ‘Israel’ dan sejumlah negara Teluk, termasuk negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan ‘Israel’.” [as/nb]

Noha Al-Maya Ditetapkan Sebagai Wanita Peneliti Nuklir Pertama dari Arab Teluk

GAZAMEDIA, KUWAIT – Peneliti wanita asal Kuwait, Noha Al-Maya peroleh sertifikat sebagai penemu dalam pendeteksian kontaminasi radioaktif kedokteran nuklir dan menjadikannya sebagai wanita Arab Teluk pertama yang mendapatkan sertifikat tersebut.

Al-Maya memenangkan medali perak di Pameran Internasional Penemuan dan Inovasi Teknis Malaysia “ITEX” untuk penemuannya.

Penetapan ini diselenggarakan oleh Malaysian Invention Society sejak 1989 sebagai platform internasional bagi para penemu, investor, peneliti, dan ilmuwan untuk mempromosikan penemuan, kreativitas, dan teknologi mereka, serta tempat pertukaran perdagangan dan keahlian dalam sains dan pengetahuan.

Nuha Al-Maya lulus dari Universitas Kuwait melalui jurusan spesialisasi kedokteran nuklir melanjutkan perjalanannya dalam penelitian dan penemuan di bidang ini, berdasarkan studi dan pekerjaannya di kedokteran nuklir dan berbagai studi energi alam lainnya. [ml/ofr]

Pasca Kilang Minyak Amacron Dibombardir, Iran Kecam Sanksi Baru AS

GAZAMEDIA, TEHERAN – Kementerian Luar Negeri Iran mengkonfirmasi bahwa sanksi baru AS yang dikenakan pada Teheran adalah indikasi baru dari itikad buruk Washington terhadap rakyat Iran, Ahad (3/4/2022).

Juru bicara kementerian, Saeed Khatibzadeh mengatakan, “Amerika Serikat terus melanggar resolusi PBB terkait dengan kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan nuklir dunia, meskipun sebelumnya mengatakan bahwa mereka ingin menghidupkan kembali perjanjian tersebut.”

Seperti diketahui, hari Rabu (28/3) lalu Amerika Serikat berlakukan sanksi agen pengadaan di Iran dan anak perusahaannya atas peran mereka dalam mendukung program rudal balistik Teheran.

Pada gilirannya, Departemen Keuangan AS mengatakan, sanksi baru datang setelah serangan rudal Iran di Erbil (Irak Utara) pada 13 Maret, dan serangan kelompok Houthi di kilang Aramco di Arab Saudi pada tanggal 25 di bulan yang sama. [ml/as/ofr]

Irak Tuntut “Israel” Atas Pemboman Reaktor Nuklir di Tammuz

GAZAMEDIA, BAGHDAD – Irak mengumumkan rencaba menuntut kompensasi atas aksi pemboman “Israel” terhadap reaktor nuklir Tammuz, Tenggara Baghdad pada tahun 1981, Selasa (29/3/2022).

 

Kantor media Penasihat Keamanan Nasional Irak, Qassem Al-Araji, mengatakan dalam sebuah pernyataan : “Al-Araji membahas, selama pertemuan dengan para pejabat di Kementerian Luar Negeri, Energi Atom di Baghdad, cara dan mekanisme untuk menuntut Irak, yaitu kompensasi atas pengeboman reaktor.”

 

Ia menambahkan : “Klaim tersebut didasarkan pada Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 487 tahun 1981 dan sesuai dengan sarana dan opsi hukum yang memastikan bahwa Irak memperoleh haknya, sesuai dengan hukum dan perjanjian Internasional.

 

Patut dicatat bahwa pada tanggal 7 Juni 1981, pesawat-pesawat “Israel” mengebom reaktor nuklir yang masih dalam pembangunan dengan dukungan teknis dari Prancis, menyebabkan kehancuran sebagian besar, dan serangan “Israel” menewaskan sedikitnya 10 tentara Irak dan seorang warga sipil Prancis. [ml/as/terj. af]

Iran: Kami Siap Lakukan Kesepakatan Nuklir di Wina

GAZAMEDIA, TEHERAN- Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdullahian menegaskan bahwa Iran siap mencapai kesepakatan yang baik dan kuat dalam negosiasi nuklir di Wina, Rabu (23/3/2022).

Dalam percakapan telepon melalui rekannya dari Qatar, Abdullahian menekankan perlunya menjaga kepentingan dan garis merah Iran.

Sementara itu juru bicara Departemen Luar Negeri AS , Ned Price mengatakan, “setelah hampir satu tahun negosiasi, tanggung jawab sebenarnya terletak pada Iran untuk membuat keputusan yang mungkin dianggap sulit,” Ned menambahkan, “Ada sejumlah masalah sulit (dalam kesepakatan) yang saat ini masih kami upayakan dan mecari solusinya.”

Price menyatakan, kesepakatan nuklir ini tidak akan segera terjadi itulah mengapa Amerika mempersiapkannya sepanjang tahun untuk menghadapi segala kemungkinan buruk di masa depan. [ml/as/terj.nb]

Iran Siap Tandatangani Kesepakatan Nuklir Jika Amerika Cabut Sanksi Program Uranium 2015

GAZAMEDIA, TEHERAN – Iran menuntut solusi pemecahan tiga masalah utama, agar perjanjian nuklir kembali hidup. Disisi lain, ‘Israel’ mengambil inisiatif agar menolak “janji manis” Iran yang disepakati dengan negara adidaya dunia, Amerika Serikat dan Eropa. Selasa(1/3/2022).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengatakan: “Kesepakatan yang baik mungkin dapat terjadi, tetapi masih ada 3 tututan yang harus dipenuhi pihak Amerika dan Eropa. Hingga kini pihak Barat belum mengambil keputusan politik mengenai masalah besar ini.”

Dia menjelaskan bahwa isu-isu yang beredar terkait sejauh mana sanksi akan dicabut, dengan memberikan jaminan bahwa Amerika Serikat tidak akan menarik diri lagi dari perjanjian, dan menyelesaikan masalah terkait dengan jejak uranium yang ditemukan di banyak situs lama yang hingga kini tidak diakuuisisi Iran.

Pada gilirannya, Perdana Menteri ‘Israel’, Naftali Bennett menyatakan  negosiasi internasional dengan Iran mengenai program nuklirnya mendekati momen penting, tetapi dia mengindikasikan bahwa kesepakatan yang diharapkan tidak mengikat ‘Israel’.

Austria menyaksikan pembicaraan antara Iran dan Amerika – Eropa untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015, yang memberlakukan pembatasan pada implementasi program nuklir Iran, dengan imbalan pencabutan sanksi, sebelum mantan Presiden AS Donald Trump mencabut permintaan tersebut pada 2015 silam. [ml/as/terj.nb]

Putin Perintahkan Pasukan Pencegah Nuklir untuk Siap Siaga

GAZAMEDIA, MOSCOW – Presiden Putin beri perintah komando militer untuk menempatkan pasukan pencegah nuklir Rusia pada unit senjata nuklir dalam siaga tinggi, Ahad (27/2/2022).

 

“Seperti yang Anda lihat, negara-negara Barat tidak hanya mengambil tindakan tidak bersahabat terhadap negara kita dalam dimensi ekonomi, maksud saya sanksi ilegal, yang semua orang tahu betul, tetapi juga pejabat senior negara-negara utama NATO membiarkan diri mereka membuat pernyataan bermusuhan tentang negara kita.” kata Putin di televisi pemerintah.

 

Serangan Rusia di wilayah Ukraina telah berlanjut sejak Kamis pagi, menyebabkan ribuan kematian dan lebih dari 100.000 warga Ukraina mengungsi, di samping penghancuran dan kerusakan puluhan bangunan dan infrastruktur lainnya. []