#palestinechild

Kian Tersiksa, “Israel” Tunda Pembebasan Ahmad Manasra

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Pengacara tahanan remaja Palestina, Ahmed Manasra mengkonfirmasi tidak adanya keputusan jelas yang ditetapkan pengadilan “Israel” atas kebebasan Manasra. Hal ini semakin menunjukkan tindakan rasisme “Israel” terhadap bangsa Palestina, Ahad (19/6/2022).

Pengacara pihak keluarga Ahmad Manasra, Khaled Zabarka mengatakan dalam konferensi pers: “Pengadilan penjajah hanya membahas pengalihan kasus di bawah Undang-Undang Terorisme tanpa mengambil keputusan apapun.”

“Sidang berakhir setelah pihak pengadilan penjajah hanya tidak mengeluarkan keputusan apa pun dengan kemungkinan mengeluarkan keputusannya hari ini atau selama seminggu kedepan dan itu belum dipastikan.” Kata Zabarka

Sebaliknya, Saleh Manasra ayah dari Ahmed membenarkan bahwa putranya tidak menghadiri sidang karena kondisi kesehatan mentalnya yang memburuk dan tengah menjalani perawatan di klinik penjara Ramle.

Ayah Manasra menuntut pihak pengadilan penjajah segera membebaskan putranya yang menghabiskan lebih dari tujuh tahun di penjara “Israel” dengan gangguan mental dan penyiksaan yang sulit. [ml/ofr]

Kesehatan Ahmed Manasra Kian Memburuk dan Terpaksa Dilarikan ke Rumah Sakit

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Otoritas “Israel” terpaksa memindahkan tahanan Ahmed Manasra ke Rumah Sakit Ramle akibat kondisi kesehatan mentalnya yang kian memburuk, Selasa (14/6/2022).

Pengacara Khaled Zabarka mengatakan dalam sebuah pernyataan pers, pihak sipir “Israel” terpaksa memindahkan Manasra ke rumah sakit, karena memburuknya kondisi kesehatan mentalnya tanpa mengungkapkan rincian mengenai waktu pembebasannya.

Zabarka memberitahukan, medis “Israel” telah mengeluarkan perintah paksa memindahkan tahanan Manasra ke rumah sakit penjara dalam jangka waktu sepuluh hari.

Manasra ditangkap pada tahun 2015 pada usia 13 tahun, dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, karena dituduh lakukan penikaman ke seorang pemukim ilegal “Yahudi” oleh polisi Zionist. [ml/ofr]