#parlement

Anggota Parlemen AS Desak Biden Ungkap Penyelidikan Pembunuhan Jurnalis Shireen

GAZAMEDIA, WASHINGTON – 24 anggota Demokrat dari Senat AS mengirim surat kepada Presiden Joe Biden, memintanya untuk terlibat langsung dalam penyelidikan pembunuhan jurnalis Al-Jazeera, Shireen Abu Akleh di Tepi Barat, Kamis (23/6/2022).

Anggota parlemen Demokrat mengatakan dalam sebuah surat kepada Biden, “Jelas bahwa tidak ada pihak yang mempercayai yang lain untuk melakukan penyelidikan independen dan efektif atas pembunuhan Shirin Abu Aqleh yang terbunuh saat meliput penyerbuan pasukan penjajah di Kamp Jenin pada 11 Mei”.

Para legislator menegaskan sejauh ini belum ada kemajuan yang jelas dalam penyelidikan independen, komprehensif dan transparan mengenai pembunuhan jurnalis keturunan Amerika-Palestina, Shireen Abu Aqleh.

Perwakilan Partai Demokrat menyebutkan dalam surat mereka, 57 anggota Dewan Perwakilan Rakyat juga meminta FBI bulan lalu meluncurkan penyelidikan independen menemukan kebenaran tentang pembunuhan reporter Al-Jazeera tersebut.

Sejumlah anggota partai bahkan menandatangani surat tersebut, menegaskan keterlibatan mereka untuk mengusut tuntas masalah ini, yang mereka katakan telah menjadi hal mendesak dati beberapa tuntunan pers dengan mencuatnya informasi baru atas pembunuhan Abu Shireen dalam beberapa minggu terakhir. [ml/ofr]

Anggota Parlemen AS Desak Biden Ungkap Penyelidikan Pembunuhan Jurnalis Shireen Read More »

Terlibat Skandal, Perdana Menteri Inggris Malah Lolos Mosi Tidak Percaya

GAZAMEDIA, LONDON – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson lolos dari mosi tidak percaya di dalam Partai Konservatif yang tengah berkuasa pasca 54 anggota parlemen partai tersebut luncurkan tuntutan atas pencemaran “skandal partai”, Senin (6/6/2022).

211 anggota parlemen Konservatif memberikan suara dukung Johnson untuk tetap menjabat sedangkan 148 lainnya menolak.

Untuk menjatuhkan Johnson dari jabatannya membutuhkan 180 suara mayoritas anggota parlemen partai mengingat integritas kepercayaan kepadanya saat menjabat cukup lama yaitu sejak tahun 2018.

Setelah penetapan pemungutan suara, Johnson “meyakinkan” anggota partainya, “Tentu saja saya menyadari bahwa kita harus bersatu sebagai pemerintah dan sebagai sebuah partai. Itulah tepatnya yang dapat kita lakukan sekarang. ”

Johnson bersikukuh menolak mengundurkan diri atas skandal di partai kepresidenannya di tengah pandemi virus corona, dan sebelumnya membela pencapaian yang dia buat selama masa jabatannya sejak 2019, termasuk keluarnya Inggris dari Uni Eropa berikan dukungan untuk Ukraina dalam menghadapi serangan militer Rusia. [ml/ofr]

Terlibat Skandal, Perdana Menteri Inggris Malah Lolos Mosi Tidak Percaya Read More »