#prisoner

2 Tahanan Palestina Lanjutkan Aksi Mogok Makan Protes Hukum Diskriminatif “Israel”

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Tahanan Palestina Khalil Awawda masuki hari ke-109 lanjutkan aksi mogok makannya, hal serupa juga dilakukan tahanan Raed Rayan, yang memasuki hari ke-74 sebagai penolakan mereka terhadap penahanan administratif sepihak dari “Israel”, Sabtu (18/6/2022).

Administrasi Penjara “Israel” terpaksa memindahkan Al-Awawdah dari penjara Ramleh ke rumah sakit setelah kesehatannya memburuk.

Beberapa bulan belakangan administrasi penjara “Israel” menolak memindahkan Awawdah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, mengetahui bahwa penolakan pengobatan dan pemeriksaan medis adalah alat yang paling berat dijalani tahanan dalam lakukan aksi pemogokan.

Kini Awawdah menderita nyeri sendi yang parah, sakit kepala, penglihatan kabur, tidak bisa berjalan, dan berjalan gunakan kursi roda.

Adapun tahanan Rayan kini masih melanjutkan pemogokannya di dalam sel isolasi penjara Ofer, dengan kondisi sakit seperti yang dialami Awawdah. [ml/ofr]

Jumlah Narapidana Palestina Terdakwa Seumur Hidup Meningkat 549 Orang

GAZAMEDIA, PALESTINA – Pusat Studi Tahanan Palestina melaporkan, jumlah tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di penjara “Israel” naik menjadi 549, setelah “Israel” mengeluarkan hukuman seumur hidup terhadap seorang tahanan dari Jenin baru-baru ini, Ahad (3/4/2022).

Dalam sebuah laporan, Asosiasi Tahanan Palestina mengatakan : “Pengadilan “Israel” telah menyetujui hukuman seumur hidup untuk Muhammad Marrouh Kabha dari Desa Toura, Jenin, di samping denda tiga juta shekel terhadapnya”.

Pasukan tentara “Israel” juga menghancurkan rumah seorang ¬†tahanan di Qabha pada bulan Februari tahun lalu, dan hari ini dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

“Sejumlah narapidana yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup telah ditahan lebih dari 25 tahun, mereka adalah narapidana lama, dan yang lainnya telah ditahan lebih dari 20 tahun”, Tambah keterangan pihak Asosiasi. [ml/as/terj. af]