#savealquds

Wakaf Islam Al-Quds Peringatan “Israel” Agar Tidak Mengubah Bangunan Masjid Al-Aqsha

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Dewan Wakaf dan Situs Suci Umat Islam memperingatkan agar Zionist tidak terus merusak, menyabotase, dan mengubah tempat bersejarah dan keagamaan umat Islam yang berada di Masjid Al-Aqsa, Sabtu (25/6/2022)

Kepala Dewan Wakaf, Syaikh Abdul ‘Adzhim Salhab menegaskan “dengan sangat serius menindaklanjuti hal ini jika penggalian ilegal tetap dilakukan oleh pasukan penjajah dan alat berat di sekitar Masjid Al-Aqsha.

“Israel” Antiquities Authority dan asosiasi pemukiman ilegal Elad telah melakukan penggalian ilegal di sekitar Masjid Al-Aqsha, terutama dari sisi Selatan dan Barat yang berdekatan dengan fondasi luar Tembok Barat dan Istana Umayyah.” Keterengan Syaikh Salhab.

“Pekerjaan ilegal tersebut antara lain lakukan pengeboran dinding dan membuat lubang yang berdekatan dengan selatan masjid di mana Zionist berupaya mengosongkan koridor dalam upaya menyembunyikan penggalian ilegal yang mereka lakukan.” Ungkap pihak Dewan Wakaf. [ml/ofr]

Mengkhawatirkan! Ekskavator “Israel” Runtuhkan Beberapa Bangunan Sekitaran Masjid Al-Aqsha

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Dewan Wakaf Urusan Islam dan Situs Suci Al-Quds mengungkapkan adanya penggalian dan pekerjaan mencurigakan yang dilakukan sekelompok asosiasi pemukiman ilegal “Yahudi” Elad dan buldoser “Israel” di bawah pengawasan pasukan Zionist di wilayah Selatan dan Barat Masjid Al-Aqsha, Kamis (23/6/2022).

Dalam keterangan pers pihak Dewan mengkonfirmasi terus memantau sekelompok pekerja ilegal yang menggunakan buldoser menggali beberapa terowongan Tembok Al-Buraq dan Istana Umayyah di fondasi bawah tanah Masjid Al-Aqsha.

Mekanisme tersebut dilakukan secara tertutup membuat lubang di dinding yang berdekatan dengan wilayah Selatan masjid sebagai upaya untuk menyembunyikan penggalian yang mereka lakukan.

“Sebagaimana diketahui, alun-alun tembok Al-Buraq dan area istana Umayyah adalah wakaf umat Islam di masjid Masjid Al-Aqsha dengan luas 144 hektar meliputi kapel, halaman, teras, dinding dan jalan eksklusif milik umat Islam.” Ungkap dewan.

Ia menekankan perlunya mematuhi resolusi internasional yang dikeluarkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terutama resolusi yang diadopsi pada 18 Oktober 2016, membuktikan bahwa Masjid Al-Aqsha adalah Al-Haram Al-Sharif (bangunan suci) tempat ibadah murni milik umat Islam saja. [ml/ofr]

Media “Israel” Sebar Propaganda Palsu Syaikh Raed Salah Tewas Terbunuh

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Ketua Harakah Islamiyah (Gerakan Islam) Palestina wilayah Tepi Barat, Sheikh Raed Salah membantah keaslian berita yang beredar di beberapa media sosial tentang dirinya yang ditembak pasukan penjajah ketika berada di Kota Umm Al-Fahm, Rabu (22/6/2022).

Syaikh Raed mengungkapkan pemerintahan Zionist mesti bertanggung jawab atas segala bahaya yang mungkin menimpanya di masa depan, karena hasutan beberapa media “Israel”, petinggi Zionist maupun media ekstremis yang menyerang dirinya.

“Lembaga pers media harus menangani secara profesional dan kredibel dalam mengedarkan berita apa pun yang mungkin mereka terima dan memverifikasi sumber resmi, sehingga mereka tidak menjadi alat untuk menyebarkan desas-desus dan berita yang menyesatkan.” Ungkap Syaih Raed.

Syaikh menegaskan keberlanjutannya menyuarakan dan mendukung misi komite pemerintahan untuk menyebarkan perdamaian di wilayah Palestina, memperkuat ikatan keamanan dan perdamaian sosial, dan bekerja untuk melindungi warga Arab dan Islam Palestina.

Namun pihak keamanan “Israel” sebaliknya, menghasut pembunuhan ikonik Syekh Al-Aqsha tersebut karena pengaruhnya yang besar terhadap rakyat Palestina, Arab dan Islam untuk memperjuangan kemerdekaan Masjid Al-Aqsha. [ml/ofr]

Sambut Biden, “Israel” Dirikan 10 Pos Pemukiman Ilegal Baru di Tepi Barat

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Organisasi perkumpulan pemukim ilegal “Yahudi” tengah mempersiapkan pendirian 10 pos pemukiman ilegal baru di seluruh Tepi Barat antisipasi keamanan atas kunjungan Presiden AS Joe Biden ke wilayah jajahan tersebut, Rabu (22/6/2022).

Surat kabar “Yediot Aharonot” melaporkan, organisasi pemukim ilegal “Nakhla” mulai mengorganisir misi eksplorasi ke perbukitan dan daerah-daerah strategis di Tepi Barat selama 3 hari ke depan, dengan tujuan menentukan lokasi yang tepat untuk mendirikan pos-pos ilegal.

Para pemukim menyebut pendirian posi ilegal tersebut dengan skema “Avitar 10” mengacu pada pos terdepan “Avitar” yang dibangun di Gunung Sabih Selatan Nablus, di mana pemerintah “Israel” sebenarnya belum memiliki izin bangunan, alias tindakan tersebut sama dengan merampas. Mereka memutuskan untuk membangun 10 pos ilegal serupa sebagai tanggapan atas keengganan pemerintah untuk memenuhi janji yang dibuat.

Para pemukim ilegal tetap getol dirika 10 pos ilegal terdepan pada tanggal dua puluh Juli mendatang, karena rencana tersebut mendukung beberapa dewan pemukiman ilegal “Yahudi” lainnya, termasuk di Hebron, Betlehem, Ramallah dan Tepi Barat Utara. [ml/ofr]

“Israel” Berencana Adakan Event Olahraga Provokatif di Al-Quds

GAZAMEDIA, AL-QUDS – “Israel” sedang bersiap untuk menyelenggarakan acara olahraga provokatif bertaraf besar mengibarkan bendera “Israel” di kota Al-Quds pada pertengahan Juli mendatang dengan menghadirkan 10.000 pemukim ilegal “Israel” dari seluruh dunia, Rabu (22/6/2022).

“Maccabiah Games” menjadi ajang olahraga yang akan  diselenggarakan Kementerian Luar Negeri “Israel” berarti Olimpiade khusus “Yahudi”, di mana atlet dari komunitas Yahudi di seluruh dunia ikut berpartisipasi.

Ini adalah pertama kalinya Maccabean Games diselenggarakan di Al-Quds setelah 20 tahun terakhir.

Acara ini dijadwalkan 14 Juli mendatang, sebelumnya perhelatan olahraga provokatif ini diadakan di Bukit Musim Semi milik tanah Palestina. [ml/ofr]

Buldoser “Israel” Kembali Hancurkan Rumah Satu Keluarga Palestina di Al-Quds

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Buldoser pasukan penjajah “Israel” menghancurkan sebuah rumah anggota keluarga Palestina di Kota Sur Baher, Tenggara Al-Quds, Rabu (15/6/2022).

Sumber media lokal melaporkan, sejumlah alat berat milik “Israel” dikerahkan menuju Wadi Al-Homs di Kota Sur Baher dan mengepung rumah milik keluarga Raba’a, dan mulai menghancurkannya.

Penghancuran rumah dan mengusir paksa anggota keluarga Palestina oleh pihak penjajah dengan dalih tidak memiliki izin. [ml/ofr]

Lagi, Puluhan Pemukim Ilegal “Yahudi” Provokatif Serbu Masjid Al-Aqsa

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Puluhan pemukim ilegal “Yahudi” serbu Masjid Al-Aqsa di tengah perlindungan ketat dari polisi Zionist, Rabu pagi (15/6/2022) waktu setempat.

Para pemukim ilegal sengaja lakukan tur provokatif di dalam halaman Masjid dan menodainya dengan melakukan ritual Talmud.

Untuk diketahui, para pemukim ilegal ini dijadwalkan menyerbu masjid Al-Aqsa hampir setiap hari, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu. [ml/ofr]

Semakin Merajalela, Puluhan Pemukim Ilegal “Yahudi” Serbu Halaman Masjid Al-Aqsha

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Puluhan pemukim ilegal “Yahudi” menyerbu Masjid Al-Aqsa yang diberkati, di tengah perlindungan ketat dari polisi Zionist, Kamis (9/8/2022)

Para pemukim ilegal berdalih lakukan ritual talmid dan provokatif sejumlah warga Palestina yang tengah beribadah di dalam halaman Masjid Al-Aqsa.

Diketahui, Kelompok pemukim ilegal semakin merajalela menyerbu Al-Aqsa setiap hari, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu. [ml/ofr]

Pengamat: Semangat Persatuan Berhasil Halau Program “Yudasisasi Israel” di Al-Quds

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Pasukan Zionist “Israel” lancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke kota Al-Quds setelah bulan suci Ramadhan, dalam upaya kompensasi kerugian yang mereka alami dengan memperluas wilayah penjajahan dan mengembalikan prestise yang hilang, baik selama pertempuran “Saif Al-Quds” atau Ramadhan terakhir, namun itu semua berhasil dihalau dengan ketabahan dan persatuan warga Palestina.

Pasukan Zionist memaksa laju pembongkaran rumah milik warga Al-Quds dengan opsi menghancurkan rumah mereka sendiri atau gunakan buldoser “Israel”, serta menyetujui lusinan skema pemukiman ilegal “Yahudi”, yang paling berbahaya adalah persetujuan “proyek kereta gantung” di Kota Tua, Al-Quds.

Pasukan penjajah tidak puas dengan tindakan teror, sehingga mereka menyerang prosesi pemakaman dua jasad syahid Palestina, jurnalis Sherine Abu Aqila dan pemuda Walid al-Sharif. Aksi brutal dengan menembakkan peluru karet, bom kejut dan gas air mata mengakibatkan puluhan pelayat terluka. Warga Palestina yang melawan-pun dijebloskan ke penjara.

Masjid Al-Aqsa sebelumnya telah menyaksikan serangkaian serangan dan serbuan oleh pemukim ilegal dan polisi Zionist, di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan pada masuknya warga Palestina, dan dikeluarkannya belasan warga dari masjid, dalam upaya untuk memaksakan pembatasan agar pemukim ilegal “Yahudi” bisa serbu halaman masjid serta skema pembagian ruang waktu di wilayah Al-Aqsha.

Picu Eskalasi Baru

Peneliti urusan Al-Quds, Fakhri Abu Diab mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Safa Media Agency “Pasukan penjajah meningkatkan serangan dan serangan mereka terhadap warga Al-Quds bahkan pelayat yang ikut menghantarkan jenazah para syuhada, karena penjajah ingin balas dendam atas kerugian yang mereka alami selama pertempuran “Saif al-Quds, Perlawanan rakyat Palestina di Masjid Al-Aqsha Ramadhan lalu, serta yang paling epik operasi gerilya pejuang Jenin, dan aksi heroik lainnya”.

Dia menambahkan bahwa “Israel” telah kehilangan kendali atas Al-Quds, dan sedang mencoba untuk memulihkan kemampuan pasukan tentara dan layanan keamanannya, dan memulihkan prestisenya, sebagai imbalan atas intensifikasi upaya represif dan penganiayaannya terhadap warga Palestina setelah kegagalannya untuk mencapainya. pencapaian apa pun dalam menghadapi ketabahan warga Palestina

Dia percaya bahwa warga Palestina telah mulai berinvestasi dalam pencapaian yang telah mereka capai belakangan ini, baik dengan menggagalkan penerapan realitas baru di Masjid Al-Aqsa atau “ritual Talmud”, atau mengibarkan bendera “Israel” di dalam masjid, atau bahkan mengorganisir sebuah “Pawai Bendera Israel” yang provokatif.

Dia menegaskan bahwa ketabahan warga Palestina dan kegagalan rencana “Israel” telah menempatkan penjajah dalam keadaan kebingungan yang konstan, sehingga mereka mencoba untuk mempererat cengkeraman besinya pada kota dan penduduk ilegalnya, dan untuk melakukan lebih banyak serangan dan kekerasan teror rakyat Palestina.

Menurut Abu Diab, pemakaman para syuhada telah menjadi bagian dari kedaulatan Al-Quds, menyoroti identitas Palestina, dan serangan serta penindasan yang terjadi hari ini datang dalam kerangka “Perang Kedaulatan (Haqq Al-‘Audah).

“Israel” sang penjajah berusaha untuk mematahkan semangat kekuatan warga Palestina dan moral mereka, karena mereka berhasil membingungkan penjajah dan menggagalkan rencananya, meskipun penuntutan, penderitaan, cedera, penangkapan, dan penggunaan kekuatan berlebihan terhadap mereka terus terjadi, menurut Abu Diab.

Dia menjelaskan bahwa “pemerintahan Israel” berusaha untuk memaksakan realitas baru di Al-Quds, baik dengan meningkatkan penghancuran, memaksakan proyek “Yudaisasi” atau mencegah persatuan dalam gunakan atribut Palestina di jalanan raya.

Kunci Kemenangan

Ini menunjukkan bahwa “Israel” merasakan kekalahan, kegagalan dan kebingungan di depan ketabahan, persatuan dan ketabahan rakyat Palestina, dan tanggapan mereka terhadap praktik, pelanggaran dan kebijakan rasisnya, serta mengungkap serangan dan pelanggarannya secara besar-besaran kepada dunia, seperti yang terjadi saat pemakaman jurnalis Abu Aqila dan syuhada Syarif.

Dari sudut pandangnya, “Israel” mulai kehilangan opini publik di masyarakat internasional sebagai akibat dari kejahatan dan agresi terhadap Palestina, sebagai imbalannya, rakyat Palestina membuat prestasi dan buktikan bentuk kedamaiannya di depan mata dunia

Kesatuan penduduk Al-Quds merupakan kunci kemenangan untuk melanjutkan perjuangan mereka dan mencegah serbuan pendudukan ilegal “Yahudi” meskipun mereka akan membayar harga yang mahal sebagai akibat brutalisme penjajahan dengan melakukan lebih banyak represi, penangkapan, penghancuran dan kebrutalan.

Aktivis Al-Quds menegaskan bahwa pencapaian rakyat Palestina perlu diinvestasikan dan didukung oleh khalayak internasional secara nyata, dengan menghadirkan visi strategis yang jelas yang menjamin bahwa “masa depan tidak akan suram, melainkan untuk kepentingan rakyat Palestina.” Jika tidak “Israel” akan mencoba mengosongkan mereka dan menduduki Al-Quds dengan masalah pembongkaran dan pemukiman dan lain-lain.

Pengusiran Warga Al-Quds

Salah seorang pengacara ternama Al-Quds, Medhat Diba menjelaskan bahwa eskalasi serangan “Israel” di Al-Quds adalah hasil dari kehadiran pernyataan ekstrimis radikal di internal pemerintahan “Israel”, yaitu Knesset.

Dia menambahkan bahwa “Internal “Israel” dikendalikan oleh ekstrim kanan yang berusaha untuk memaksakan kontrol dan penjajahan mereka terhadap Al-Quds untuk menutup manifestasi kedaulatan Palestina, sehingga hal itu mereka lampiaskan dengan menyerang para pelayat saat menghantarkan proses pemakaman pahlawan Jurnalis Abu Aqila dan syahid Syarif.”

Mengenai peningkatan laju pembongkaran paksa rumah warga Palestina di Al-Quds, pihak penjajah termasuk para pemukim ilegalnya berlomba untuk mengeluarkan keputusan pembongkaran administratif terhadap instalasi milik warga Al-Quds baik berbentuk rumah atau toko.

Hal ini semakin membuktikan, bahwa peningkatan penghancuran, terutama di kota-kota al-Tur dan Silwan disebabkan oleh kehadiran organisasi pemukim ilegal “Yahudi” yang membatasi populasi dengan mengajukan keluhan ke pihak “Israel”, untuk memaksa warga Al-Quds meninggalkan rumah mereka atau menjualnya secara paksa.

2 peneliti urusan Al-Quds ini, Fakhri Abu Diab dan Medha Dhiba sepakat dengan analisanya bahwa, “lagi-lagi ketabahan dan kekuatan persatuan warga Palestina di Al-Quds cepat atau lambat akan menghalau proses keji proyek pemukiman ilegal “Yahudisasi Israel” di Ibukota sejati milik Palestina, yaitu Al-Quds. [ml/ofr]

 

Terpecah Belah, “Parlemen Israel” Kehilangan Integritas Pihak Internal

GAZAMEDIA, AL-QUDS – “Pemerintah Israel” kehilangan mayoritas parlementernya di Knesset, setelah seorang anggota Arab dari Knesset mengumumkan pengunduran dirinya dari koalisi “pemerintah” karena marginalisasi sektor Arab, Kamis (19/5/2022).

Surat kabar Ibrani, Yediot Aharonot melaporkan bahwa anggota Arab Knesset dari partai sayap kiri “Meretz”, Ghida Zoabi mengumumkan pengunduran dirinya, secara tidak langsung sebabkan koalisi ini kehilangan mayoritas parlemen dan mengurangi jumlah wakilnya menjadi 59.

Surat kabar itu menggambarkan apa yang terjadi sebagai drama politik. Langkah Al-Zoubi datang sebagai pukulan keras bagi pemerintahan Naftali Bennett menuju keruntuhannya pada pemilihan suara mendatang.

Al-Zoubi mengatakan dalam surat pemunduran dirinya “Saya merasa bahwa pemerintah disibukkan dengan memperkuat kutubnya dari kanan dengan mengorbankan masyarakat Arab, yang terus mengalami ketidakadilan, kejahatan terorganisir, penindasan dan kekacauan”

Dia menjelaskan pembunuhan dan penyerangan pelayat pada pemakaman jurnalis Sherine Abu Aqleh membuatnya tidak punya pilihan selain mengundurkan diri.

Undang-undang untuk membubarkan Knesset akan dipresentasikan Rabu depan dalam sesi pleno, dan pemilihan awal diharapkan dapat mengembalikan Benjamin Netanyahu ke tampuk kekuasaan lagi. [ml/ofr]