#savepalestine

Dalam 3 Hari, Israel Bunuh 44 Warga Gaza, 15 Di Antaranya Anak-anak

GAZAMEDIA, GAZA – 44 warga Palestina di Gaza “Syahid” terbunuh dan 360 lainnya terluka dalam serangan udara Zionis Israel sejak jum’at (5/8) sore hingga Senin (8/8) dini hari.

Dari total korban jiwa, 15 di antaranya adalah anak-anak dan 4 lainnya wanita, sebagaimana laporan dari koresponden Gazamedia.net di Gaza mengutip pernyataan resmi kementrian kesehatan Palestina yang dirilis Senin (8/8).

Dilansir dari Aljazeera English, dalam postingan Instagramnya: “Gaza Under Attack: Key Question Answered, Is “Israel” Targeting Civilians (Apakah “Israel” Sengaja Menyerang Warga Sipil?)” pakar analisa politik M Khimar Abusada menyebutkan, “Gaza dengan kisaran 2 juta penduduk yang membentang sejauh 365 km adalah hal mudah bagi “Israel” untuk membunuh warga sipil melalui jalur udara dengan dalih hendak menyerang kelompok pejuang Jihad Islami.”

“Motif politik petinggi “Israel” adalah penyebab utama kekejaman brutal ini, karena mereka akan menghadapi pemilihan umum baru. Salah satu cara meningkatkan elektabilitas adalah melemparkan serangan ke kelompok pejuang Gaza sekaligus dengan sengaja mentarget warga sipil”. Tambah pakar politik Universitas Al-Azhar Gaza tersebut.

Mengkhawatirkan! Ekskavator “Israel” Runtuhkan Beberapa Bangunan Sekitaran Masjid Al-Aqsha

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Dewan Wakaf Urusan Islam dan Situs Suci Al-Quds mengungkapkan adanya penggalian dan pekerjaan mencurigakan yang dilakukan sekelompok asosiasi pemukiman ilegal “Yahudi” Elad dan buldoser “Israel” di bawah pengawasan pasukan Zionist di wilayah Selatan dan Barat Masjid Al-Aqsha, Kamis (23/6/2022).

Dalam keterangan pers pihak Dewan mengkonfirmasi terus memantau sekelompok pekerja ilegal yang menggunakan buldoser menggali beberapa terowongan Tembok Al-Buraq dan Istana Umayyah di fondasi bawah tanah Masjid Al-Aqsha.

Mekanisme tersebut dilakukan secara tertutup membuat lubang di dinding yang berdekatan dengan wilayah Selatan masjid sebagai upaya untuk menyembunyikan penggalian yang mereka lakukan.

“Sebagaimana diketahui, alun-alun tembok Al-Buraq dan area istana Umayyah adalah wakaf umat Islam di masjid Masjid Al-Aqsha dengan luas 144 hektar meliputi kapel, halaman, teras, dinding dan jalan eksklusif milik umat Islam.” Ungkap dewan.

Ia menekankan perlunya mematuhi resolusi internasional yang dikeluarkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terutama resolusi yang diadopsi pada 18 Oktober 2016, membuktikan bahwa Masjid Al-Aqsha adalah Al-Haram Al-Sharif (bangunan suci) tempat ibadah murni milik umat Islam saja. [ml/ofr]

Petinggi Zionist Berencana Caplok Ratusan Hektar Tanah Palestina tuk Dirikan Taman Area Luas

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Surat kabar Ibrani “Israel Today” mengkonfirmasi bahwa para petinggi Zionist telah menyiapkan rencana untuk mendirikan taman di area seluas hampir satu ratusan hektar tanah Tepi Barat, Senin (13/6/2022).

Surat kabar itu mengatakan: “Para pemimpin pemukim di Tepi Barat telah menyiapkan rencana di tanah antara Al-Quds dan Laut Mati.”

Surat kabar, yang dekat dengan hak Israel, yang mendukung pemukiman di Tepi Barat, menyatakan bahwa rencana tersebut mencakup tanah yang berisi situs agama Islam, Kristen dan Yahudi.

Dia menjelaskan, rencana itu memisahkan utara dan selatan Tepi Barat.

Sejak awal tahun ini, wilayah pendudukan telah menyaksikan rencana pemukiman ganda untuk mencuri tanah Palestina sebanyak mungkin. [ml/ofr]

“Israel” Mulai Proyek Pemukiman Ilegal di Lembah Yordan

GAZAMEDIA, PALESTINA – Beberapa hari yang lalu, lusinan pemukim ilegal mulai bekerja di Lembah Yordan Utara untuk mendirikan pos pemukiman ilegal.

 

Aktivis Palestina, Aref Daraghmeh menyatakan, para pemukim ilegal terlihat memasang rambu-rambu jalan, menggali beberapa lubang kecil, dan membawa sejumlah tempat duduk dan tenda yang dipastikan untuk mendirikan pos terdepan pemukiman ilegal baru di Lembah Yordan Utara.

 

Patut dicatat, para pemukim ilegal telah mendirikan beberapa pos sejak 6 tahun yang lalu di Lembah Yordan Utara, yang menyebabkan penutupan ribuan dunum padang rumput bagi para pemelihara ternak milik petani Palestina di wilayah tersebut. [ml/as/ofr]

Al-Quds dan Pertempuran Eksistensi

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Kepala Akademi Wakaf dan Warisan Al-Aqsa, Sheikh Najeh Bakirat, menegaskan bahwa Al-Quds kini sedang bergerak menuju “pertempuran kritis.”

Bakirat mengatakan: “Penjajah Israel tidak mampu menyelesaikan kota tua Al-Quds yang diduduki secara demografis atau visual hadapi ketabahan dan ketangguhan warga Al-Quds.”

Bakirat menjelaskan bahwa Al-Quds adalah tujuan kemenangan, dan siapa pun yang memenangkannya adalah Mansour (dialah pemenangya). Al-Quds adalah ibu kota abadi rakyat Palestina, jiwa bangsa yang merupakan pintu gerbang para nabi menuju surga.

Kini Al-Quds menjadi sasaran penghancuran bangunan di sekitarnya, karena penjajah “Israel” berusaha menciptakan visi visual dan pemandangan baru di mana tidak ada kubah, menara, rumah wakaf Islam, atau gereja Kristen yang akan muncul di sana.

Konflik atas resolusi arsitektur dengan nyata menjelaskan watak para pemimpin pemukiman ilegal “Yahudi” dengan entitas rasisnya untuk me-Yudaisasi-kan Kota Suci Al-Quds.

“Pemukim ilegal tidak mampu menyelesaikan konsep pencaplokan peta mereka , karena warga Al-Quds masih melestarikan realitas arsitektur Arab, meskipun eksistensi masyarakat sekitar mulai terpinggirkan karena intimidasi penjajah, namun kita masih bisa melihat menara dan rumah-rumah berbudaya Arab berdiri kokoh.” Bakirat berkata.

Konflik di lingkungan Sheikh Jarrah tidak hanya tentang keberadaan manusia. “Otoritas penjajah ingin mengalihkan kepemilikan rumah warga Palestina kepada para ekstremis, kemudian menghancurkannya dan membangun menara dan pos-pos pemukiman ilegal “Yahudi”. Pertama, mereka merebut tanah dan kemudian mulai membangun gedung ilegal.”

Dia melanjutkan dengan mengatakan: “Sejak 1967, otoritas menghabiskan 30 miliar dolar AS bangunan arsitektur untuk menciptakan visi visual Yahudisasi, hingga kini rencana itu tidak berhasil karena melawan ketabahan warga para pejuang Al-Quds.”

Al-Quds merupakan kota penuh sejarah, karena di dalamnya terdapat arsitektur, bangunan, ligamen, sabil, gerbang, Masjid Al-Aqsha, dan harmoni hubungan Islam-Kristen.

Mengenai kehadiran warga Al-Quds, otoritas penjajah melancarkan perang terhadap warganya. Menurut Bakirat penjajah bekerja untuk menghancurkan Kota Tua dimulai dari ekonominya dengan memerangi pedagang, mengosongkan pendidikan dengan melecehkan, intimidasi dan menindas siswa, dan mengubah gerbang kota menjadi sinagoga, taman kanak-kanak pemukim ilegal dan penjara milik penjajah “Israel”. Pungkas Bakirat  []