Syeikh Read Salah

17 Bulan Ditahan, Syeikh Read Salah Akhirnya Hirup Udara Bebas

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Ketua Perjuangan Islam wilayah Tepi Barat, Syeikh Read Salah, Senin (13/12) kemarin waktu setempat resmi menghirup udara bebas setelah 17 bulan dipenjara oleh rezim Zionis Israel. Bebasnya tokoh karismatik kelahira 1948 ini disambut sorak-sorai pendukungnya dari depan penjara sampai ke kota Umm al-Fahm.

Informasi yang dihimpun GAZAMEDIA, Syeikh Raed menghabiskan masa tahanannya di sel isolasi dengan kondisi yang sangat sulit. Bahkan pada saat momen akhir pembebasanya pihak penjajah sempat menolak memberitahu lokasi pembebasannya.

Perlu diketahui, Pengadilan Israel menghukum Sheikh selama 17 bulan penjara atas kasus “file konstan” dengan tuduhan sebagai provokator aktif dari pihak pejuang. Persidangannya sengaja diperpanjang selama 3 tahun, sejak tahun 2017.

Sebelumnya, Syeikh Raed juga ditangkap beberapa kali oleh pasukan penjajah atas ajakan dakwah Islam yang ia lakukan, dan strategi politiknya yang dianggap sebagai salah satu pembela terdepan Al-Quds & Masjid Al-Aqsha, serta kepiawaiannya dalam membocorkan strategi rencana penjajah Israel. []

17 Bulan Ditahan, Syeikh Read Salah Akhirnya Hirup Udara Bebas Read More »

Kesehatannya Memburuk, Israel Tunda Jadwal Pembebasan Syeikh Raed Salah

GAZAMEDIA, PALESTINA – Otoritas Israel kembali mununda jadwal pembebasan tahanan terhadap Syeikh Read Salah, seorang tahanan yang juga sebagai tokoh Gerakan Islam wilayah Palestina.

Israel melakukan kekejaman terhadapnya serta mengakibatkan kondisi kesehatan Syeikh kian memburuk.

Tim pembela sekaligus Pengacara Syeikh Salah, Khaled Zabarqa mengatakan pada hari Senin (6/12) pasukan Israel terus mengintimidasi Syeikh Salah dan tetap dalam kebijakan mereka untuk mencapai kesepakatan politik.

“Masa bebas beliau dijadwalkan pada 13 Desember / 24 Januari mendatang, namun, penahanan dan isolasi terhadap beliau terus dipersulit, berlangsung lama dan masih berlanjut entah sampai kapan, ” kata Khaled.

Al-Zabarqa menekankan, antara dua tanggal tersebut di atas, Syeikh Salah kemungkinan akan dibebaskan, sehingga tim pembela bertekad mendesak otoritas Israel untuk memastikan 2 tanggal tersebut.

“Namun, pihak administrasi penjara penjajah belum menanggapi surat yang berisi tanggal pembebeasan syeikh Salah tersebut, hingga detik ini.” Lanjut Zabarqa.

Rencananya tim pengacara akan terus mendesak Israel untuk menanggapi surat tersebut, mengingat pentinganya keberadaan Syeikh Salah, baik berupa perlindungan keamanan atau berkaitan dengan hak individual.

“Setelah tanggal pembebasannya ditetapkan, kami dibolehkan menjemput Syeikh Salah dan membawa beliau pulang sesuai dengan hak yang seharusnya beliau dapatkan” imbuhnya.

Dia juga menekankan bahwa staf pertahanan tidak akan membiarkan pasukan penjajah ulangi kejahatan yang mereka lakukan dalam penangkapan Syeikh Salah sebelumnya, dengan tiba-tiba melepaskannya di area kosong tanpa koordinasi atau pemberitahuan kepada keluarga dan tim pembelanya.

Kondisi kesehatan Syeikh Salah

Mengenai kondisi kesehatannya kini mulai menurun akibat penyiksaan dilakukan terhadapnya di ruang isolasi khusus.

Al-Zabarqa mengatakan Syeikh Salah menyadari tujuan di balik kebijakan “keji” ini, dan dia tahu betul bahwa mereka (Israel.Red) berusaha mengintimidasinya, namun Syeikh tetap menghadapi kejahatan tersebut dengan penuh optimis dan semangat.

Diberitakan sebelumnya pada 18 Agustus 2021, Pengadilan Pusat Israel menanggapi permintaan Penuntut Umum Penjajah dan Otoritas Penjara Israel, untuk memperpanjang masa tahanan Syeikh Salah sampai akhir hukumannya dalam arsip tidak jelas, yang mengklaim bahwa Syeikh Salah menimbulkan ancaman terhadap keamanan negara dan melakukan 3 pelanggaran mendukung organisasi ilegal yaitu Gerakan Islam yang dilarang oleh Israel, dan 3 pelanggaran penghasutan terorisme.

Syeikh Salah ditahan sejak 16 Agustus tahun lalu, dan menderita kondisi yang sulit di penjara penjajah. Ia menjalani hukuman penjara selama 28 bulan, dan telah melalui 11 bulan masa tahanan. []

Kesehatannya Memburuk, Israel Tunda Jadwal Pembebasan Syeikh Raed Salah Read More »