#unitednation

Malaysia Ajak Internasional Intervensi “Israel”, Hentikan Agresi di Masjid Al-Aqsha

GAZAMEDIA, KUALA LUMPUR – Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah meminta PBB dan Organisasi Kerjasama Islam untuk campur tangan hentikan tindakan brutal yang dilakukan polisi “Israel” terhadap rakyat Palestina dan Masjid Al-Aqsa, Rabu (20/4/2022).

“Malaysia minta beberapa menteri luar negeri dari sejumlah negara untuk menegur “Israel”. Hentikan kekejaman di Al-Quds!” kata Abdullah pada konferensi pers di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Memperingatkan agar tidak mengulangi peperangan tahun lalu.

Abdullah menekankan, Malaysia, meskipun negara kecil akan berupaya lobi negara-negara dan organisasi internasional untuk menghentikan kekejaman Zionist atas bangsa Palestina. [mlofr]

Kabarkan Palestina, Haniyah Terima Telepon dari Utusan PBB

GAZAMEDIA, GAZA – Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah menerima panggilan telepon dari Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Timur Tengah, Tor Wencesland. Mereka membahas perkembangan politik dan situasi terbaru terkait masalah Palestina, Selasa (5/4/2022).

Hamas mengatakan bahwa Haniyah tengah meninjau “praktik terorisme Zionis “Israel” yang masih berlangsung di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Al-Quds mengacu pada pembunuhan yang terjadi baru-baru ini di Jenin, di mana rakyat Palestina menyambut bulan suci Ramadhan dengan suasana duka atas pembunuhan tiga warganya.

Haniyah meminta PBB untuk hentikan praktik-praktik terorisme “Israel” di kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dengan menghambat akses jamaah yang hendak beribadah, baik dari Tepi Barat dan wilayah jajahan “Israel” lainnya pada tahun 1948 dalam bentuk provokasi apa pun di sekitar oleh polisi “Isarel”.

Juga, Haniyah mengabarkan tentang kondisi para tahanan Palestina di penjara penjajah untuk segera dipenuhi kebutuhan kemanusiaan mereka, dan membebaskan para tahanan yang terbukti tidak melakukan tindakan kriminal tanpa ada tuntutan hukum sepihak dari “Israel”.

Selain itu, Haniyah berdiskusi dengan Tor bahas upaya membangun kembali Jalur Gaza dan mengakhiri blokade. Dan siap mendengarkan penjelasan tentang apa yang dilakukan PBB dalam hal ini.

Sementara itu, utusan PBB memuji hubungan baik yang dibangunnya dengan Hamas. Mereka menggambarkannya sebagai pandangan konstruktif dan strategis untuk menghargai upaya yang dilakukan di lebih dari satu arah dalam membantu Palestina. [ml/as/ofr]

Peringatan Hari Anak, “Israel” Penjarakan 9.000 Anak Palestina sejak 2015

GAZAMEDIA, PALESTINA –  Asosiasi Tahanan Palestina melaporkan, pasukan penjajah “Israel” menangkap lebih dari 9.000 anak-anak Palestina sejak 2015 hingga akhir Maret 2022.

Pihak Asosiasi mengungkapakan hal tersebut dalam peringatan Hari Anak Palestina, sekitar 160 anak di bawah umur mendekam di penjara Ofer, Damon dan Megiddo milik penjajah “Israel”.

Tercatat, pasukan penjajah menangkap sekitar 19.000 anak-anak di bawah usia 18 tahun sejak pecahnya “Intifada Al-Aqsa” pada tahun 2000, termasuk anak-anak di bawah sepuluh tahun.

“Penangkapan anak-anak Palestina adalah salah satu strategi ‘kotor’ yang saat ini masih dilakukan “Israel”. Operasi penangkapan mereka terkonsentrasi beberapa kota di Tepi Barat dan Al-Quds secara khusus.

Asosiasi juga melaporkan, meskipun ada upaya bantuan hukum yang terus dilakukan lembaga Palestina mengenai tahanan anak, nyatanya sistem hak asasi manusia internasional belum jelas mengeluarkan kebijakan yang mengarah pada penghentian atau pengurangan laju penangkapan dan pelanggaran terhadap anak Palestina oleh tentara penjajah “Israel”.  [ml/as/ofr]

PBB Mediasi Gencatan Senjata Koalisi Arab Teluk dan Houthi Selama Dua Bulan

GAZAMEDIA, NEW YORK – Utusan PBB, Hans Grunberg mengumumkan bahwa untuk pertam kalinya setelah beberapa tahun pihak-pihak yang bertikai dalam konflik tujuh tahun Yaman setuju memenuhi gencatan senjata nasional yang memungkinkan impor bahan bakar memasuki daerah yang kekuasaa Houthi dari beberapa penerbangan bandara Sanaa. Jumat (1/4/2022).

Grundberg mengataka gencatan senjata dua selama dua bulan akan mulai berlaku pada hari Sabtu (2/4/) dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak.

“Kedua pihak sepakat untuk menghentikan semua operasi militer ofensif udara, darat dan laut di Yaman maupun wilayah perbatasan. Mereka juga menyetujui masuknya kapal bahan bakar ke pelabuhan Hodeidah dan beberapa layanan operasi komersial, baik penerbangan yang datang ke bandara Sanaa dan keberangkatan ke tujuan yang telah ditentukan di wilayah tersebut.” Tambah Grunberg.

Perjanjian yang ditengahi PBB antara koalisi yang dipimpin Saudi dan gerakan Houthi yang didukung Iran adalah langkah paling penting untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan puluhan ribu dan membuat jutaan orang kelaparan.

Penghentian permusuhan nasional terakhir yang terkoordinasi adalah selama pembicaraan damai pada 2016 silam. [ml/as/terj. nb]

PBB Terima Janji 2,44 Miliar Dolar Bantu Kemanusiaan di Afghanistan

GAZA MEDIA, NEW YORK – Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan adanya janji penerimaan keuangan sebesar $2,44 miliar dari donor internasional untuk bantu masalah kemanusiaan di Afghanistan, Kamis (31/3/2022).

“41 donor telah menjanjikan lebih dari $2,44 miliar sebagai respon masalah kemanusiaan di Afghanistan, juga bantuan negara tetangga lainnya,” Ungkap Joyce Msuya, Asisten Sekretaris Jenderal PBB.

Baru-baru ini, beberapa negara termasuk China dan Rusia menyerukan kerjasama dengan sistem perbankan Afghanistan serta meresmikan sejumlah cadangan bank sentralnya.

Patut dicatat, pada pertengahan Agustus tahun lalu Taliban resmi menguasai pemerintahan Afghanistan sebelumnya, Ashraf Ghani yang mengundurkan diri bersamaan dengan penarikan militer AS dari wilayah tersebut. [ml/as/ofr]

PBB Mediasi Pertukaran Tahanan Houthi dengan Koalisi Arab Teluk

GAZAMEDIA, NEW YORK – Kelompok Houthi Yaman telah mencapai kesepakatan pertukaran tahanan dengan koalisi Arab Teluk yang terdiri dari 16 warga Saudi dengan satu orang saudara laki-laki Presiden Yaman, Abd Rab` Mansour Hadi, Ahad (26/3/2022).

Seorang pejabat Houthi mengatakan, “Kesepakatan pertukaran tahanan dicapai dengan mediasi PBB.”

Ia menjelaskan adanya kesepakatan yang dicapai awal bulan ini, di mana 1.400 tahanan Houthi dengan imbalan 823 dari koalisi negara Arab Teluk yang dipimpin Saudi, termasuk tiga warga Sudan.

Koalisi militer Arab Teluk lakukan serangan udara di Yaman beberapa jam setelah Houthi mengumumkan tiga hari gencatan senjata bersamaan dengan Dewan Kerjasama Teluk yang menegaskan komitmennya untuk menemukan solusi politik atasi krisis Yaman, dua hari sebelum dimulainya konsultasi Riyadh.

Untuk diketahui, negara-negara Arab Teluk adalah tujuh negara Arab yang berbatasan dengan Teluk Persia, yakni Kuwait, Bahrain, Irak, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Seluruh negara tersebut adalah bagian dari Dewan Kerjasama Negara-Negara Teluk Arab yang diketuai oleh Arab Saudi. [ml/as/terj.af]

Selain Konflik Ukraina, PBB Ingatkan Dunia Krisis Kelaparan yang Kian Memburuk di Yaman

GAZA MEDIA, NEW YORK – Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa peringatkan sejumlah negara dunia bahwa Yaman kian berada di ambang krisis kelaparan yang selama paruh kedua tahun ini. Senin [14/03/2022].

Organisasi Pangan dan Pertanian, Program Pangan Dunia, dan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyatakan saat ini jumlah warga yang membutuhkan bantuan pangan mencapai 17,4 juta dengan rata-rata penduduk menghadapi tingkat darurat kelaparan.

Data yang dirilis dari Klasifikasi Fase Terpadu Ketahanan Pangan untuk Yaman menyatakan, Situasi kemanusiaan di negara itu diperkirakan akan memburuk selama periode dari Juni hingga Desember 2022, karena jumlah orang yang tidak dapat memenuhi makanan minimum mereka, sedangkan kebutuhan pokok penduduk di Yaman kemungkinan akan mencapai jumlah A dengan rekor 19 juta orang.

Data itu menunjukkan tingkat kekurangan gizi akut terus meningkat di antara anak-anak di bawah usia lima tahun, karena di seluruh negeri 2,2 juta anak menderita kekurangan gizi akut, di samping sekitar 1,3 juta wanita hamil atau menyusui yang juga menderita malnutrisi.

Yaman telah menderita konflik berdarah sejak akhir 2014. Meninggalkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Jutaan penduduk Yaman bergantung pada bantuan internasional.

Berdasarkan data dari UNICEF, mereka terpaksa mengurangi jatah makanan yang diberikan kepada delapan juta orang pada awal tahun karena kurangnya dana, dan dengan pemotongan ini beberapa keluarga hampir tidak mendapatkan setengah dari keranjang makanan harian minimum Program Pangan Dunia.

Sedangkan 5 juta orang berisiko jatuh ke dalam kondisi kelaparan meskipun menerima jatah makanan lengkap. [ml/as/ofr].

 

Iran Peringatkan Konsekuensi DK PBB Embargo Senjata ke Militan Houthi

GAZAMEDIA, TEHERAN – Kementerian Luar Negeri Iran peringatkan konsekuensi buruk keputusan Dewan Keamanan PBB yang memperpanjang embargo senjata ke Yaman untuk Gerakan Militan Houthi, di tengah pertanyaan para diplomat tentang hubungan antara Rusia-Ukraina dan abstainnya UEA dalam dewan memberi 2 suara, Selasa (2/3/2022).

Juru bicara kementerian Iran, Saeed Khatibzadeh menekankan, “resolusi Dewan Keamanan PBB tentang krisis di Yaman dan literatur yang digunakan di dalamnya, akan memiliki konsekuensi negatif pada proses perdamaian dan akan meningkatkan perbedaan posisi antara pihak-pihak yang berkonflik.”

Senin lalu (28/2), Dewan Keamanan PBB  dengan dukungan UEA dan beberpa anggota koalisi yang dipimpin Saudi, mengeluarkan keputusan yang memperpanjang larangan pengiriman senjata ke semua Houthi, setelah itu terbatas pada individu dan perusahaan tertentu.

Sementara itu, Muhammad Ali al-Houthi kepala Komite Revolusi Tertinggi Houthi, mengkritik keputusan tersebut karena mengabaikan “kejahatan” koalisi, dan mengatakan dalam sebuah tweet: “Setiap embargo senjata tidak berlaku bagi koalisi yang didukung Barat , dan otomatis kehilangan nilainya.”

UEA baru-baru ini diserang oleh Houthi dengan rudal balistik dan drone. Sementara pertahanan udaranya menangkis sebagian besar serangan pertama, namun menewaskan 3 warga pekerja asing di Abu Dhabi 2 bulan lalu. [ml/as/ofr].

Invasi Rusia ke Ukraina Terus Berlanjut, Ibukota Kiev Jadi Target Utama

GAZAMEDIA, KIEV – Pertempuran terus berlanjut di semua wilayah Ukraina setelah Rusia luncurkan operasi militer komprehensif Kamis pagi (24/2). Kiev umumkan penggunaan tentara Rusia dengan rudal balistik, di tengah informasi mengenai NATO yang saat ini bergerak menuju Eropa Timur.

Unit tentara Rusia memasuki Ukraina pada pada Kamis malam melalui Krimea.

Dalam pernyataannya, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan pasukannya berhasil menghancurkan 83 fasilitas infrastruktur militer Ukraina.

Dikutip dari Bloomberg, Rusia kini bergerak menuju Kiev melalui aliran Sungai Dnieper. Yang menjelaskan ibu kota  Kiev mungkin jatuh ke tangan Rusia dalam beberapa jam setelah pertahanan udara Ukraina berhasil dihancurkan.

Kamis malam, Kementerian Kesehatan Ukraina mengumumkan 57 orang telah tewas dan 169 lainnya terluka akibat invasi Rusia.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan, Amerika Serikat akan mengirim 7.000 tentara ke Jerman untuk membantu meyakinkan sekutu NATO bertindak dan sudah siaga awal tahun ini.

Pejabat itu menyatakan pasukan akan berangkat ke Jerman dalam beberapa hari mendatang.

Pentagon mencatat Rusia telah meluncurkan lebih dari 160 rudal balistik dan kuasai beberapa wilayah perbatasan Ukraina.

Menurut media Ukraina, Walikota Kharkiv mendesak warganya untuk bermalam di kereta bawah tanah (bunker) dan tempat evakuasi sementara.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan 100.000 lebih warga Ukraina kini terlantar. Ribuan lainnya meninggalkan negara mencari tempat berlindung yang aman dari pemboman Rusia yang kejam. []

Keberadaan Al-Quds Kian Terancam, Palestina Kirim Surat Pengaduan ke PBB

Palestina, Gazamedia.net – Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengirim surat kepada 3 pejabat PBB untuk melindungi lingkungan Sheikh Jarrah di Al-Quds dan tempat suci lainnya, Selasa (22/2).

Pesan tersebut diterima oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Presiden Dewan Keamanan (Rusia) bulan ini, Vassily Nebenzia, dan Presiden Majelis Umum, Abdullah Shahid.

Mansour memberi penjelasan kepada para pejabat PBB tentang “Pelanggaran terus-menerus yang dilakukan penjajah “Israel” terhadap warga Palestina yang tidak berdaya, terutama di Al-Quds. Juga penargetan terhadap situs keagamaan Kristen, dan sepenuhnya yakin bahwa itu tidak akan dimintai pertanggungjawaban.”

Dia menekankan perlunya mobilisasi mekanisme diplomatik, politik dan hukum yang tersedia untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dari situasi yang menyedihkan, demi tercapainya perdamaian yang adil.

Sejak 13 Februari, pasukan penjajah “Israel” lakukan teror menyerang warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah, Al-Quds dengabn rencana untuk menggusur mereka secara paksa. []