#westbank

Lagi, Tentara “Israel” Bunuh Seorang Remaja Palestina di Ramallah

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Seorang remaja Palestina berusia 16 tahun Abdullah Hammad syahid setelah ditembak pasukan penjajah pada Jumat (24/6/2022) sore di Silwad Ramallah, Tepi Barat.

Sumber media lokal mengkonfirmasi, tentara penjajah secara langsung menembak Hammad yang tengah bergabung dalam konfrontasi, kemudian dia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Diketahui pada hari tersebut konfrontasi terus terjadi antara warga Palestina dengan pasukan penjajah terutama di Beit Dajan, Burin dan Kafr Qaddoum.

Puluhan warga dan pemuda terluka oleh peluru karet dan tabung gas air mata yang dilepas oleh tentara penjajah. [ml/ofr]

Puluhan Warga Palestina Terluka Akibat Serangan Tentara “Israel” di Nablus dan Qalqilya

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Puluhan warga Palestina terluka akibat peluru karet pasukan Zionist “Israel” dan alami gangguan pernapasan akibat gas air mata selama konfrontasi yang meletus di beberapa wilayah; Kota Beit Dajan, Burin Timur Nablus, Kafr Qaddoum dan Timur Qalqilya di Tepi Barat, Jumat (24/6/2022).

Sumber medis menyebutkan, sejumlah pemuda terluka akibat tembakan peluru karet dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sedang, sementara puluhan lainnya alami sesak nafas akibat gas air mata dan beruntung dapat pertolongan medis pertama di lokasi kejadian.

Bentrokan meletus setelah kelompok pemukim illegal Yahudi provokatif menyerang warga Palestina di Kota Nablus dan Qalqilya di bawah perlindungan pasukan penjajah.

Intensitas serangan dan ketidakseimbangan itu meningkat pada saat internal “pemerintahan Zionist alami kekosongan politik menyusul jatuhnya pemerintahan yang dipimpin oleh “Perdana Menteri” Naftali Bennett. [as/nb]

Sambut Biden, “Israel” Dirikan 10 Pos Pemukiman Ilegal Baru di Tepi Barat

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Organisasi perkumpulan pemukim ilegal “Yahudi” tengah mempersiapkan pendirian 10 pos pemukiman ilegal baru di seluruh Tepi Barat antisipasi keamanan atas kunjungan Presiden AS Joe Biden ke wilayah jajahan tersebut, Rabu (22/6/2022).

Surat kabar “Yediot Aharonot” melaporkan, organisasi pemukim ilegal “Nakhla” mulai mengorganisir misi eksplorasi ke perbukitan dan daerah-daerah strategis di Tepi Barat selama 3 hari ke depan, dengan tujuan menentukan lokasi yang tepat untuk mendirikan pos-pos ilegal.

Para pemukim menyebut pendirian posi ilegal tersebut dengan skema “Avitar 10” mengacu pada pos terdepan “Avitar” yang dibangun di Gunung Sabih Selatan Nablus, di mana pemerintah “Israel” sebenarnya belum memiliki izin bangunan, alias tindakan tersebut sama dengan merampas. Mereka memutuskan untuk membangun 10 pos ilegal serupa sebagai tanggapan atas keengganan pemerintah untuk memenuhi janji yang dibuat.

Para pemukim ilegal tetap getol dirika 10 pos ilegal terdepan pada tanggal dua puluh Juli mendatang, karena rencana tersebut mendukung beberapa dewan pemukiman ilegal “Yahudi” lainnya, termasuk di Hebron, Betlehem, Ramallah dan Tepi Barat Utara. [ml/ofr]

Pemukim Ilegal “Israel” Bunuh Seorang Petani Palestina di Salfit

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Seorang petani Palestina, Ali Harb syahid ditikam oleh seorang pemukim ilegal “Yahudi” di Iskaka Salfit, Tepi Barat, Selasa sore (21/6/2022) waktu setempat.

Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi, Harb tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis akibat luka tusuk di sekujur tubuhnya.

Sementara itu, sumber media lokal membenarkan, pembunuh dengan sengaja menikam Harb secara langsung saat dia sedang melakukan aktivitas bertani di kebunnya. [ml/ofr]

Tentara Zionist Kembali Tangkap 4 Pemuda Palestina di Al-Quds

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Pasukan penjajah Zionist “Israel” kembali menangkap empat pemuda Palestina dari Gerbang Bab Al-Amud dan Hatta di Al-Quds, Ahad sore (19/6/2022) waktu setempat.

Saksi mata mengatakan: “Pasukan penjajah menangkap 3 pemuda dari Bab al-Amud. Tamer Abu Sharka salah satunya ditangkap setelah berusaha melindungi diri dari serangan para pemukim ilegal “Yahudi” yang menyerang dan melemparnya dengan gas merica dan batu.”

Sementara itu, pasukan penjajah menangkap Shadi Abu Sneina dari Bab Hatta, salah satu pintu gerbang Masjid Al-Aqsha.

Gerbang Al-Amud terus menjadi saksi ketegangan akibat provokasi para pemukim ilegal “Yahudi” yang mengibarkan bendera “Israel” tanpa ada pemicu apapun di bawah perlindungan pasukan Zionist penjajah. [ml/ofr]

Lagi, Tentara “Israel” Bunuh Seorang Pemuda Palestina di Qalqilya

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Pemuda Palestina bernama Nabil Ahmed Ghanem ditembak mati oleh pasukan penjajah saat mencoba melintasi tembok apartheid di kota Qalqilya, Ahad siang (19/6/2022)

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan Ghanem telah syahid sementara pasukan penjajah menghalangi ambulans untuk menyelamatkan jasadnya.

Patut dicatat bahwa tembok artheid didirikan “Israel” sejak tahun 2002 dengan tujuan mengisolasi kota dan mempersulit akses ekonomi rakyat Palestina. [ml/ofr]

2 Tahanan Palestina Lanjutkan Aksi Mogok Makan Protes Hukum Diskriminatif “Israel”

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Tahanan Palestina Khalil Awawda masuki hari ke-109 lanjutkan aksi mogok makannya, hal serupa juga dilakukan tahanan Raed Rayan, yang memasuki hari ke-74 sebagai penolakan mereka terhadap penahanan administratif sepihak dari “Israel”, Sabtu (18/6/2022).

Administrasi Penjara “Israel” terpaksa memindahkan Al-Awawdah dari penjara Ramleh ke rumah sakit setelah kesehatannya memburuk.

Beberapa bulan belakangan administrasi penjara “Israel” menolak memindahkan Awawdah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, mengetahui bahwa penolakan pengobatan dan pemeriksaan medis adalah alat yang paling berat dijalani tahanan dalam lakukan aksi pemogokan.

Kini Awawdah menderita nyeri sendi yang parah, sakit kepala, penglihatan kabur, tidak bisa berjalan, dan berjalan gunakan kursi roda.

Adapun tahanan Rayan kini masih melanjutkan pemogokannya di dalam sel isolasi penjara Ofer, dengan kondisi sakit seperti yang dialami Awawdah. [ml/ofr]

“Israel” Tambah Hukuman Tahanan Gaza dengan Tuduhan Bongkar Operasi Keamanan

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Pengadilan Beersheba “Israel” mendakwa tahanan Muhammad Al-Halabi anggota World Vision Foundation di Jalur Gaza lakukan serangkaian operasi keamanan, Rabu (15/6/2022).

Situs web Hebrew Walla menyatakan bahwa pengadilan “Israel” kembali mendakwa Al-Halabi yang memasuki tahun ketujuh penahanannya atas beberapa tuduhan termasuk membantu Hamas bocorkan strategi perang “Israel” dengan menghubungi beberapa delegasi negara asing.

Diketahui, tentara Zionist “Israel” menangkap Al-Halabi (yang kini berusia 44 tahun) sejak 6 tahun yang lalu. Al-Halabi terus mendapat interogasi dan siksaan psikologis dan fisik.oleh sipir “Israel” selama 52 hari berturut-turut. Saat ini ia berada di pusat penahanan “Raymond” dengan kondisi kesehatan yang memburuk. [ml/ofr]

“Israel” Kerahkan Pasukan Penjajah Tangkap dan Persekusi Warga Palestina di Tepi Barat

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Pasukan penjajah melakukan kampanye penangkapan besar-besaran terhadap sejumlah warga di bagian terpisah dari Tepi Barat yang diduduki, Selasa (14/6/2022) dini hari.

Sumber media lokal melaporkan, tentara penjajah menyerbu kota Nablus, melukai dua pemuda dengan peluru tajam, dan menangkap beberapa warga lainnya.

Sumber menyatakan bahwa pasukan menyerbu daerah Nablus Baru di Barat kota, dikonfirmas menangkap seorang pemuda Palestina bernama Abdel Rahman Istiya, setelah mengepung rumah keluarganya dan memintanya melalui pengeras suara untuk menyerah.

Intensitas serangan pasukan penjajah “Israel” terhadap rakyat Palestina telah meningkat secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir disebabkan perintah operasi penangkapan dan penculikan genosida dari petinggi Zionist lainnya. [ml/ofr]

Petinggi Zionist Berencana Caplok Ratusan Hektar Tanah Palestina tuk Dirikan Taman Area Luas

GAZAMEDIA, TEPI BARAT – Surat kabar Ibrani “Israel Today” mengkonfirmasi bahwa para petinggi Zionist telah menyiapkan rencana untuk mendirikan taman di area seluas hampir satu ratusan hektar tanah Tepi Barat, Senin (13/6/2022).

Surat kabar itu mengatakan: “Para pemimpin pemukim di Tepi Barat telah menyiapkan rencana di tanah antara Al-Quds dan Laut Mati.”

Surat kabar, yang dekat dengan hak Israel, yang mendukung pemukiman di Tepi Barat, menyatakan bahwa rencana tersebut mencakup tanah yang berisi situs agama Islam, Kristen dan Yahudi.

Dia menjelaskan, rencana itu memisahkan utara dan selatan Tepi Barat.

Sejak awal tahun ini, wilayah pendudukan telah menyaksikan rencana pemukiman ganda untuk mencuri tanah Palestina sebanyak mungkin. [ml/ofr]