#zionistarmy

Lagi, Puluhan Pemukim Ilegal “Yahudi” Paksa Masuk Masjid Al-Aqsha

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Puluhan pemukim ilegal “Yahudi” kembali menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa dengan perlindungan ketat polisi Zionist “Israel” pada Ahad pagi (26/6/2022) waktu setempat.

Sumber media lokal melaporkan, para pemukim ilegal menyerbu masjid dengan beberapa kelompok dari Gerbang Mughrabi dengan tujuan melakukan ritual Talmud dan melakukan tur keliling masjid secara provokatif.

Tindakan berulang para pemukim ilegal ini sepanjang minggunya adalah bagian dari upaya penjajah untuk memaksakan rencana pembagian temporal dan spasial di Masjid Al-Aqsa.

Selama periode penyerangan, pasukan penjajah “mensterilkan” area Timur masjid dari jemaah muslim dan mengasingkan para laki-lakinya agar memudahkan penyerbuan oleh pemukim ilegal. [ml/ofr]

Lagi, Angkatan Laut “Israel” Serang 3 Nelayan Gaza dengan Peluru Karet

GAZAMEDIA, GAZA – 3 nelayan Palestina terluka akibat peluru karet pasukan penjajah “Israel” di laut Kota Gaza, Kamis pagi (16/6/2022) waktu setempat.

Kementerian Kesehatan membenarkan bahwa kondisi para nelayan alami luka sedang kini dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Koresponden Gaza Media melaporkan bahwa tentara penjajah gunakan kapal perang sengaja menembak kapal nelayan Gaza yang bekerja di laut.

Diketahui, serangan “Israel” terhadap nelayan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, mulai dari penangkapan, teror, dan gangguan terhadap kapal nelayan Palestina yang bekerja untuk menafkahi keluarganya . [ml/ofr]

Keluarga Perwira Zionist yang Tewas Keluhkan Sikap Diskriminasi “Pemerintah Israel”

GAZAMEDIA, AL-QUDS – Keluarga perwira Unit Operasi Khusus “Sirt Matkal” yang tewas dalam operasi keamanan di Timur Khan Yunis Jalur Gaza Selatan mengeluh bertahun-tahun di saat pejabat “Israel” mendiskriminasikannya.

Saudara dari perwira yang terbunuh itu berkata: “Andaikan yang tewas itu adalah keluarga Yahudi Kaya dari Utara Tel Aviv maka ceritanya akan berbeda, baik pejabat militer maupun pemerintahan tidak akan menangani ini secara sembrono hadapi keluhan keluarganya.”

Keluarga tersebut mencela atas penolakan “pejabat Israel” mengizinkan sebar identitas putranya yang telah meninggal sejak 4 tahun dengan dalih menjaga rahasia tentara. Di lain sisi “pemerintah” dengan cepat umumkan identitas perwira unit khusus Yamam yang tewas terbunuh di Jenin Tepi Barat beberapa minggu lalu tanpa ada penundaan apapun.

Pihak keluarga telah membocorkan nama putra mereka ke media sosial beberapa minggu yang lalu, setelah kehabisan kesabaran dan ingin menekan pihak tentara untuk mengizinkan publikasi nama lengkapnya serentak beberapa jam setelah nama perwira unit “Yamam” yang juga tewas konfrontasi dengan pejuang Jenin untuk segera diterbitkan.

Diketahui, petugas Mahmoud Khair El-Din terbunuh pada November 2018 dalam bentrokan bersenjata dengan anggota Brigade Al-Qassam setelah mereka menyusup untuk melakukan pelanggaran intelijen di dalam wilayah Jalur Gaza. [ml/ofr]