Vaksin Turki Turkovac Mulai Diproduksi Massal

Turki dengan cepat mengambil langkah begitu kasus virus korona pertama di negara itu dilaporkan pada Maret 2020 dan meluncurkan penelitian untuk mengembangkan vaksin pertamanya.

Studi vaksin didukung oleh Kepresidenan Institut Kesehatan Turki (TUSEB) dan Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki (TUBITAK) dan vaksin tidak aktif yang dikembangkan oleh Universitas Erciyes menunjukkan kemajuan pesat, seperti dikutip dari AA.

Sementara itu, proses pengembangan Turkovac dimulai pada April 2020 di mana uji coba pada hewan berhasil diselesaikan pada Oktober di tahun yang sama.

Studi fase 1 untuk vaksin dimulai pada bulan berikutnya dan diberikan kepada 44 sukarelawan.

Studi fase 2 diluncurkan pada 10 Februari 2021 dengan 250 sukarelawan.

Karena kedua fase menunjukkan data positif, pihak berwenang meluncurkan Fase 3 dari proses pembuatan.

Sebagai bagian dari studi Fase 3, dosis pertama vaksin diberikan pada 22 Juni 2021 dalam program yang diikuti Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang mengumumkan nama vaksin itu sebagai Turkovac.

Ribuan sukarelawan yang belum terinfeksi Covid-19 atau divaksinasi sebelumnya diberikan Turkovac sebagai bagian dari studi Fase 3.

Pada bulan Oktober tahun ini, Turkovac diberikan sebagai suntikan booster.

Relawan yang sebelumnya menerima dua dosis vaksin Sinovac diberikan Turkovac atau Sinovac tergantung pada preferensi pribadi mereka.

Produksi massal dimulai 

Pada 25 November, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan pihak berwenang telah mengajukan persetujuan penggunaan darurat Turkovac, dan itu diberikan bulan berikutnya oleh Badan Obat dan Alat Kesehatan Turki.

Berbicara pada Rabu di fasilitas produksi vaksin di provinsi Sanliurfa Turki tenggara, Koca mencatat bahwa produksi massal Turkovac telah diluncurkan.

Dengan perkembangan terakhir ini, Turki menjadi negara kesembilan di dunia yang mampu memproduksi vaksin Covid-19 sendiri.

Penggunaan umum Turkovac diperkirakan akan dimulai sebelum akhir tahun ini.

Dengan memproduksi vaksin dalam negeri, Turki bertujuan mengakhiri ketergantungannya pada asing terkait pengadaan vaksin Covid-19 dan membantu mendistribusikan vaksin ke negara-negara yang belum memiliki akses ke vaksin tersebut.[]