Sebanyak 130 warga Palestina mengalami luka-luka akibat operasi militer Israel di Kabupaten Tubas, Tepi Barat bagian utara, sejak serangan dilancarkan pada Rabu pekan lalu.
Direktur layanan ambulans dan gawat darurat Tubas, Nedal Odeh, kepada Anadolu menyampaikan bahwa seluruh korban mengalami cedera setelah dipukuli oleh pasukan Israel selama operasi berlangsung.
Serangan yang terus berlanjut itu mencakup penggerebekan besar-besaran di sejumlah kota sekitar Tubas. Banyak rumah warga digeledah, dirusak, bahkan diubah menjadi pos militer setelah penghuninya diusir. Kerusakan material dilaporkan terjadi di banyak lokasi.
Masyarakat Tahanan Palestina menyatakan bahwa 162 warga ditangkap dalam operasi tersebut. Sebagian besar kemudian dibebaskan setelah menjalani interogasi lapangan disertai perlakuan kasar.
Sejumlah pengamat Palestina menilai operasi ini tidak semata-mata berorientasi keamanan sebagaimana klaim Israel—yang menyebut tujuannya “menghabisi militan.” Mereka memperingatkan adanya tujuan tersembunyi, termasuk ekspansi permukiman ilegal dan mendorong gelombang pemindahan penduduk Palestina dari wilayah tersebut.
Di Jenin, dua pemuda Palestina dieksekusi pada Kamis setelah menyerahkan diri. Video yang beredar menunjukkan pasukan Israel mengepung sebuah bangunan sebelum menembaki kedua pemuda itu dari jarak dekat saat mereka keluar dengan tangan terangkat.
Militer Israel menyatakan tengah melakukan penyelidikan lapangan. Mereka mengklaim kedua korban merupakan buronan dan telah dikepung selama beberapa jam sebelum tembakan dilepaskan.
Serangan di Tubas dan Jenin terjadi bersamaan dengan perang dua tahun di Jalur Gaza yang telah menewaskan hampir 70.000 orang. Di Tepi Barat, serangan pasukan Israel dan pemukim ilegal mengakibatkan sedikitnya 1.085 warga Palestina tewas, 11.000 terluka, dan lebih dari 20.500 ditahan, berdasarkan data resmi Palestina.
Pada Juli tahun lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) mengeluarkan pendapat penting yang menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.


