Monday, February 9, 2026
HomeBerita57% Warga Turki Ingin Erdogan Jadi Pemimpin Perang

57% Warga Turki Ingin Erdogan Jadi Pemimpin Perang

Survei ini seiring persiapan Amerika Serikat terhadap kemungkinan aksi militer terhadap Iran, serta berlanjutnya operasi militer Israel terhadap negara-negara tetangganya

 

Hampir 57 persen warga Turki menginginkan Presiden Recep Tayyip Erdogan memimpin negara jika terjadi perang. Angka ini lebih besar dibandingkan dukungan terhadap seluruh tokoh politik lainnya jika digabungkan, dan tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan pesaing terdekatnya, menurut hasil survei terbaru.

Survei lembaga GENAR Research yang dikutip kolumnis Harian Hurriyet, Abdulkadir Selvi, pada Senin, menunjukkan 56,8 persen responden memilih Erdogan ketika ditanya siapa yang seharusnya memimpin Türkiye dalam skenario perang.

Pertanyaan ini, menurut Selvi, semakin relevan seiring persiapan Amerika Serikat terhadap kemungkinan aksi militer terhadap Iran, serta berlanjutnya operasi militer Israel terhadap negara-negara tetangganya.

Ketua Partai Rakyat Republik (CHP), Ozgur Ozel, berada di posisi kedua dengan 20,3 persen. Posisi ketiga ditempati Ketua Partai Gerakan Nasionalis (MHP), Devlet Bahceli, dengan 4,5 persen. Sementara itu, mantan ketua bersama Partai Demokratik Rakyat (HDP) yang kini dipenjara, Selahattin Demirtas, berada di peringkat keempat dengan 3,4 persen.

Mantan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu—yang dicopot dari jabatannya dan ditangkap tahun lalu atas tuduhan korupsi—serta Wali Kota Ankara Mansur Yavas, dua figur penting dalam politik domestik, gagal memperoleh dukungan signifikan dalam konteks pengelolaan krisis internasional. Keduanya masing-masing hanya meraih 2,3 persen dan 1,3 persen suara.

Dukungan lintas partai untuk Erdogan

Survei tersebut juga mencatat adanya dukungan lintas partai yang signifikan terhadap Erdogan sebagai pemimpin di masa krisis.

Di kalangan pemilih CHP, 13,5 persen menyatakan lebih memilih Erdogan untuk memimpin saat perang. Di basis pemilih MHP, angka ini melonjak menjadi 68,6 persen. Sementara itu, 24,2 persen pendukung Partai Kesetaraan dan Demokrasi Rakyat (Partai DEM) juga memilih Erdogan.

Abdulkadir Selvi menilai Erdogan “dipersepsikan sebagai pemimpin global berkat kepemimpinannya yang kuat dan langkah-langkahnya yang dinilai berhasil dalam menghadapi momen krisis.”

“Dalam isu-isu internasional, Erdogan berada di posisi yang melampaui politik,” tulis Selvi, seraya menambahkan bahwa “karena itu, tingkat kepercayaan terhadap Erdogan bukanlah hal yang mengejutkan.”

Namun, Selvi juga mencatat bahwa sepertiga pemilih CHP tidak menginginkan ketua partai mereka sendiri, Ozgur Ozel, untuk memimpin Türkiye dalam situasi krisis.

AK Party unggul dalam niat memilih

Survei Januari 2026 tersebut juga mengukur preferensi pemilih terhadap partai politik. Hasilnya menunjukkan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) masih memimpin dengan 33,5 persen, disusul CHP dengan 31,2 persen.

Partai DEM berada di posisi ketiga dengan 9,7 persen, diikuti MHP di posisi keempat dengan 8,2 persen. Partai Baik (IYI Party) meraih 5 persen, sementara Partai Kunci (Key Party) yang baru dibentuk naik ke 4,2 persen. Partai Kesejahteraan Baru memperoleh 2,6 persen, Partai Kemenangan 2,5 persen, dan Partai Pekerja Türkiye (TIP) 1,2 persen.

Selvi mencatat bahwa preferensi pemilih relatif tidak banyak berubah selama setahun terakhir, dan menggambarkan politik Turki tengah berada dalam “periode stagnan, sementara dunia terus berubah.”

Kepercayaan terhadap ekonomi menurun

Survei tersebut juga menunjukkan penurunan kepercayaan publik terhadap pengelolaan ekonomi pada Januari 2026.

Proporsi responden yang menyatakan “tidak percaya” atau “sama sekali tidak percaya” terhadap manajemen ekonomi meningkat menjadi 67,6 persen, naik dari 64,8 persen pada Desember 2025.

Sementara itu, jumlah responden yang menyatakan percaya terhadap pengelolaan ekonomi turun dari 18,5 persen pada Desember menjadi 17,6 persen pada Januari.

Inflasi dan tingginya biaya hidup tetap menjadi masalah utama bagi warga Turki, dengan 28,8 persen responden menyebutnya sebagai persoalan terpenting yang dihadapi negara tersebut.

“Ekonomi masih menjadi titik lemah AK Party,” tulis Selvi.

Surya Fachrizal
Surya Fachrizal
Pimred Gaza Media, co-founder Timteng Podcast
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler