Direktur Jenderal Asisten Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Abdel Hakim El-Waer, Rabu (27/8/2025), menyatakan bahwa standar lama mengenai bantuan masuk ke Jalur Gaza—yakni 600 truk per hari sebelum 7 Oktober 2023—tidak lagi relevan dalam situasi saat ini.
Dalam wawancara dengan Al-Mamlaka TV, El-Waer menjelaskan bahwa sebelum konflik eskalatif pecah, Gaza mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan pangan dan pertanian secara mandiri, bahkan sempat mengekspor sejumlah produk. Namun, sejak 7 Oktober 2023, kondisi tersebut berubah secara drastis.
“Bahkan jika 1.000 truk bantuan masuk setiap hari, jumlah itu tetap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan saat ini,” tegas El-Waer. Ia menekankan urgensi pembukaan seluruh perlintasan untuk memungkinkan masuknya bantuan dalam jumlah besar dan pendistribusiannya secara merata ke seluruh pusat populasi.
El-Waer juga menjelaskan bahwa fase kelaparan kelima—kategori paling parah dalam skala krisis pangan—berarti satu keluarga tidak menerima setidaknya satu kali makan selama 10 hari berturut-turut.
Ia mengutip hasil kajian dari Komite Peninjau Kelaparan independen yang merupakan bagian dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC).
Komite tersebut terdiri dari para pakar dan menggunakan data dari rumah tangga, dengan membagi populasi berdasarkan kelompok dan wilayah guna memperoleh gambaran akurat mengenai tingkat kerawanan pangan.