Tuesday, January 27, 2026
HomeBeritaPolisi Israel tembak mati warga Palestina Badui di Negev

Polisi Israel tembak mati warga Palestina Badui di Negev

 

Polisi Israel menembak mati seorang warga Palestina asal desa Badui Al-Tarabin di wilayah Negev, Minggu (waktu setempat), sebagaimana dilaporkan media lokal.

Desa Al-Tarabin merupakan desa Badui Palestina yang tidak diakui secara resmi dan terletak di Gurun Negev, Israel selatan.

Harian Yedioth Ahronoth melaporkan, satuan khusus kepolisian bersama tentara dari “Garda Nasional” menggerebek desa tersebut untuk menangkap Mohammed Hussein Tarabin, yang dituduh terlibat aksi perusakan properti di permukiman Israel di sekitarnya.

Garda Nasional merupakan pasukan keamanan yang dibentuk oleh Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan sayap kanan, Itamar Ben-Gvir. Pasukan ini dipandang oleh oposisi Israel sebagai milisi yang berada langsung di bawah kendali Ben-Gvir.

Keluarga Tarabin mengatakan kepada media bahwa polisi menembak putra mereka “tanpa alasan”.

“Ia hanyalah orang biasa dengan tujuh orang anak. Tidak ada alasan untuk membunuhnya,” ujar pihak keluarga.

Mereka juga menilai tindakan tersebut sebagai upaya menyenangkan Ben-Gvir. “Bagi mereka (polisi), ini dianggap sebagai prestasi besar untuk menyenangkan Ben-Gvir, yang menari di atas darah orang Arab. Situasinya berbahaya, perilaku polisi tidak dapat diterima, dan mereka harus meninggalkan wilayah ini atau bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi,” kata keluarga.

Sementara itu, Ben-Gvir melalui platform media sosial X menyatakan dukungannya terhadap tindakan polisi di Desa Al-Tarabin. Ia mengklaim Mohammed Tarabin sebagai “penjahat berbahaya”.

Kepemimpinan Badui Negev mengecam keras penembakan tersebut dan menyerukan pemecatan Ben-Gvir. Mereka juga mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas insiden itu serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Puluhan ribu warga Badui diketahui tinggal di puluhan desa yang tidak diakui di wilayah Negev. Otoritas Israel selama ini menolak memberikan akses dasar kepada mereka, termasuk air bersih, listrik, infrastruktur, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler