Jumlah korban tewas akibat aksi protes di Iran meningkat menjadi 38 orang. Hal tersebut dilaporkan Iran Human Rights Activists News Agency (HRANA) pada Rabu.
Dalam laporan yang dimuat di situs kelompok berbasis di Amerika Serikat tersebut, HRANA menyebutkan bahwa demonstrasi telah berlangsung selama 11 hari dan terjadi di seluruh wilayah Iran.
Aksi protes tercatat berlangsung di seluruh 31 provinsi, dengan korban tewas terdiri dari 34 demonstran dan empat anggota aparat keamanan.
HRANA juga melaporkan bahwa unjuk rasa terjadi di 348 lokasi berbeda, menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka serta sedikitnya 2.217 orang ditangkap.
Menurut laporan tersebut, sebagian besar korban luka disebabkan oleh tembakan peluru karet dan peluru plastik.
Hingga kini, otoritas Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jumlah korban tewas maupun luka-luka dalam gelombang protes tersebut.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat lalu menyatakan bahwa Washington akan “turun tangan” jika Teheran menggunakan kekuatan mematikan terhadap para demonstran. Pernyataan itu memicu kemarahan sejumlah pejabat tinggi Iran.
Iran dalam beberapa pekan terakhir diguncang aksi protes besar-besaran di tengah memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial Iran, yang kini telah menembus 1.350.000 per dollar AS.

