Militer Israel pada Sabtu menyatakan telah menewaskan tiga warga Palestina di Jalur Gaza, yang menandai pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak tahun lalu.
Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut pasukan Brigade Lapis Baja ke-188 yang beroperasi di Gaza selatan mendeteksi tiga warga Palestina yang diduga melintasi Garis Kuning dan mendekati pasukan Israel, sehingga dianggap menimbulkan “ancaman langsung”.
Militer Israel mengklaim salah satu dari ketiga orang tersebut berupaya merebut peralatan militer sebelum melarikan diri.
Disebutkan pula bahwa sebuah pesawat Israel melancarkan serangan udara yang menewaskan pria tersebut di sebelah barat Garis Kuning dengan alasan untuk “menetralisasi ancaman”.
Sementara itu, di Gaza utara, militer Israel mengklaim pasukan Brigade Utara mendeteksi sejumlah warga Palestina yang juga diduga melintasi Garis Kuning dan mendekati posisi Israel. Langkah tersebut kembali disebut sebagai “ancaman langsung”.
Menurut pernyataan militer, pasukan Israel kemudian melepaskan tembakan yang mengakibatkan dua warga Palestina tewas.
Serangan-serangan tersebut terjadi setelah sumber medis Palestina melaporkan dua orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat tembakan militer Israel dalam sejumlah insiden terpisah di berbagai wilayah Gaza.
Aksi militer tersebut berlangsung di tengah berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 71.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 lainnya. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan luas di Jalur Gaza.
Meski gencatan senjata telah diberlakukan, serangan Israel dilaporkan terus berlanjut. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 425 warga Palestina tewas dan 1.189 lainnya luka-luka sejak kesepakatan tersebut berlaku.

