Monday, January 12, 2026
HomeBeritaIran: Jalur Komunikasi dengan AS Masih Terbuka

Iran: Jalur Komunikasi dengan AS Masih Terbuka

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan jalur komunikasi dengan Amerika Serikat (AS) masih terbuka, baik melalui kontak langsung dengan utusan khusus AS maupun melalui Swiss sebagai perantara. Namun, Teheran menegaskan tidak akan menerima tekanan atau campur tangan dari pihak asing dalam bentuk apa pun.

“Saluran dialog dengan Amerika Serikat tetap terbuka, baik melalui komunikasi langsung dengan utusan khusus AS maupun melalui Swiss sebagai mediator,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers yang disiarkan Press TV, Senin.

Baghaei menegaskan, Iran terbuka terhadap dialog, tetapi menolak pendekatan yang bersifat memaksa. “Iran adalah negara yang mengedepankan dialog. Namun, kami tidak akan menerima dikte, dan rakyat Iran tidak akan membiarkan adanya intervensi asing dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Ia menggambarkan situasi yang tengah dihadapi Iran sebagai “perang terorisme terhadap rakyat Iran” dan menyebutnya sebagai kelanjutan dari apa yang ia klaim sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Baghaei, terdapat bukti kuat mengenai keterlibatan unsur-unsur bersenjata asing yang menargetkan warga sipil. Ia menyatakan Iran akan membawa persoalan tersebut ke berbagai lembaga internasional.

Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah menghubungi Washington untuk membuka kemungkinan perundingan. Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan, serta gelombang protes di Iran yang dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler