Saturday, January 17, 2026
HomeBeritaPecah! Jumlah tentara Israel yang bunuh diri capai rekor tertinggi

Pecah! Jumlah tentara Israel yang bunuh diri capai rekor tertinggi

Laporan militer Israel menunjukkan adanya peningkatan tajam kasus bunuh diri di kalangan tentara pada 2025. Temuan ini terungkap dalam sebuah investigasi yang diterbitkan surat kabar Israel, Haaretz.

Menurut laporan tersebut, sebanyak 22 tentara Israel meninggal akibat bunuh diri sepanjang tahun ini. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2010, ketika 28 tentara dilaporkan mengakhiri hidupnya setelah perang Gaza.

Data militer Israel menyebutkan, jumlah tersebut bertambah setelah seorang prajurit zeni tempur yang tengah menjalani wajib militer meninggal dunia pada Rabu lalu. Polisi Israel pun membuka penyelidikan resmi atas kasus tersebut.

Berdasarkan data yang ada, 12 korban merupakan prajurit wajib militer, sementara sembilan lainnya adalah tentara cadangan. Dari total kasus, 14 terjadi di luar pangkalan militer, sedangkan delapan kasus berlangsung di dalam pangkalan.

Laporan Haaretz mencatat bahwa lima tentara diketahui memiliki kondisi kesehatan mental yang serius dan sedang menjalani perawatan psikologis. Salah satu di antaranya adalah spesialis drone berpangkat senior. Ia dilaporkan sempat menyatakan tidak lagi mampu menanggung dampak psikologis dari operasi militer yang dijalankan.

Jurnalis Haaretz, Tom Levinson, mengaitkan peningkatan kasus bunuh diri tersebut dengan perang di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Jumlah kasus tercatat meningkat dari 17 kasus pada 2023 menjadi 21 kasus pada 2024.

Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan dekade sebelumnya, ketika rata-rata tahunan berada di kisaran 12 kasus.

Pihak militer Israel menyatakan tidak ada satu penyebab tunggal di balik meningkatnya kasus bunuh diri tersebut. Namun, sejumlah sumber militer mengatakan kepada Haaretz bahwa paparan terhadap situasi lapangan yang ekstrem selama perang diduga berdampak besar terhadap kesehatan mental para prajurit.

Laporan itu juga menegaskan bahwa data tersebut tidak mencakup mantan tentara yang melakukan bunuh diri setelah menyelesaikan masa dinas.

Kementerian Pertahanan Israel memperkirakan sekitar 15 mantan prajurit yang pernah bertugas selama perang Gaza meninggal akibat bunuh diri setelah keluar dari dinas militer.

Seiring meningkatnya kasus tersebut, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bersama mantan Kepala Staf Angkatan Darat Herzi Halevi membentuk komite khusus untuk mengkaji persoalan ini. Komite tersebut merilis kesimpulannya pada Selasa lalu.

Dalam rekomendasinya, militer Israel akan memberikan dukungan awal kepada keluarga mantan prajurit yang meninggal akibat bunuh diri, apabila penyelidikan menemukan keterkaitan dengan tugas militer.

Sejumlah pejabat militer memperingatkan bahwa tahun 2026 berpotensi menjadi periode paling berat secara psikologis, seiring dengan dampak akumulatif perang dan lamanya konflik yang berlangsung.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler