Pasukan suku di Provinsi Deir ez-Zor, Suriah timur, di sebelah timur Sungai Eufrat, dilaporkan berhasil merebut wilayah yang mencakup ladang minyak dan gas utama dari kelompok YPG/SDF, demikian dilaporkan Anadolu.
Tim Anadolu di Deir ez-Zor melaporkan pada Minggu (waktu setempat), kelompok-kelompok suku yang beroperasi di timur Sungai Eufrat, dengan dukungan bala bantuan dari wilayah barat sungai, telah menguasai ladang minyak Al-Omar serta ladang gas alam Koniko.
Penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayah tersebut memicu kekosongan keamanan. Sebelumnya, ladang-ladang energi itu digunakan oleh pasukan AS sebagai pangkalan militer.
Seiring dengan kemajuan pasukan suku melawan YPG/SDF di timur Eufrat, mereka juga mengambil alih sejumlah kota dan desa. Wilayah yang dikuasai antara lain Shehil, Al-Hawayij, Ziban, Tayyane, Abu Hamam, Hatla, Garanij, Baghouz, Susah, dan Shafeh, menurut sumber-sumber setempat.
Kantor Berita Arab Suriah (SANA) menyiarkan gambar Bundaran Al-Halabiya di wilayah pedesaan Deir ez-Zor, Suriah timur, setelah pasukan YPG/SDF mundur dari kawasan tersebut.
SANA menyebut bundaran itu sebagai titik strategis dan simpul transportasi utama yang menghubungkan wilayah pedesaan timur, barat, dan utara Deir ez-Zor.
Selain itu, SANA juga mempublikasikan gambar sejumlah lokasi yang sebelumnya ditempati pasukan SDF, termasuk pos pemeriksaan Hatlah dan Jembatan Al Muallaq di wilayah pedesaan Deir ez-Zor.
Kantor berita tersebut turut merilis gambar dari Penjara Al-Tabqah setelah tentara Suriah bersama pasukan keamanan dalam negeri mengambil alih fasilitas itu, yang terletak di sebelah barat Provinsi Raqqa, Suriah timur laut.
Sebelumnya, Komando Operasi Angkatan Darat Suriah mengumumkan telah menguasai sepenuhnya Bandara Militer Al-Tabqah.

