Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS), Ustaz Dr. Jeje Zaenudin, M.Ag menyampaikan pandangannya terkait keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Selain Indonesia, sejumlah negara mayoritas Muslim seperti Turki, Arab Saudi, dan Mesir juga tercatat menjadi bagian dari badan tersebut.
Menurut Ustaz Dr. Jeje, sebenarnya keterlibatan para pemimpin negara Muslim dalam BoP berpeluang membuka ruang diplomasi internasional yang lebih luas.
Kehadiran negara-negara tersebut dinilai dapat memberikan pengaruh terhadap kebijakan global dalam menangani konflik berkepanjangan.
“Keberadaan mereka berpeluang memberi tekanan moral dan politik terhadap kebijakan dunia terkait konflik yang kompleks, termasuk mendorong gencatan senjata dan perdamaian di Gaza, serta membuka akses kemanusiaan dan rekonstruksi pascakonflik,” ujarnya Kantor PP PERSIS Bambu Apus, Jakarta, Senin (26/1/2026) seperti dikutip Persis.id.
Meski demikian, Ustaz Dr. Jeje menilai, keikutsertaan Indonesia juga berisiko besar menimbulkan polemik.
Hal ini mengingat Dewan Perdamaian ini dipimpin oleh Donald Trump yang dikenal memiliki sikap keras dan dukungan kuat terhadap Israel.
“Bergabungnya Indonesia dalam badan ini berisiko besar memunculkan persepsi publik bahwa Presiden Prabowo mendukung agenda Amerika Serikat yang selama ini dianggap merugikan perjuangan rakyat Palestina,” tegas dia.
Selain aspek politik, Ustaz Jeje juga menyoroti potensi beban biaya keanggotaan yang disebut mencapai sekitar Rp16,9 triliun.
Anggaran tersebut dinilai berisiko menimbulkan kritik publik karena dianggap tidak sejalan dengan kebutuhan mendesak rakyat di dalam negeri.
Ia menambahkan, kegelisahan dan kekhawatiran masyarakat atas berbagai implikasi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah.
“Situasi ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut berpeluang menimbulkan resistensi publik dan berisiko besar memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap arah politik luar negeri Indonesia,” pungkas Ketua Umum PP PERSIS ini.

