Thursday, January 29, 2026
HomeBeritaErdogan tawarkan mediasi antara Trump dan Pezeshkian

Erdogan tawarkan mediasi antara Trump dan Pezeshkian

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah telekonferensi antara presiden Amerika Serikat dan Iran guna meredakan ketegangan. Tawaran untuk menghindari potensi konflik ini muncul saat Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan aksi militer terhadap Teheran dalam beberapa hari mendatang.

Dalam panggilan telepon dengan Trump pada hari Senin, Erdogan mendesak mitranya tersebut untuk memprioritaskan diplomasi dan menawarkan diri untuk menjadi mediator.

  • Respons AS: Trump menyatakan ketertarikannya pada inisiatif tersebut.

  • Respons Iran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian belum memberikan jawaban resmi.

  • Langkah Selanjutnya: Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dijadwalkan tiba di Turki pada hari Jumat. Banyak pihak meyakini ia akan membawa jawaban resmi Teheran terkait tawaran ini.

Para pejabat mencatat bahwa Turki pernah memberikan tawaran serupa saat perang 12 hari di bulan Juni, namun Teheran tidak mengambil kesempatan tersebut. Turki sendiri secara tegas menolak intervensi asing di Iran. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyarankan agar kedua negara menyelesaikan masalah mereka secara bertahap, “berkas demi berkas”.

Di sisi lain, posisi AS sangat dipengaruhi oleh Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sangat ingin mengakhiri ancaman dari program rudal balistik dan riset nuklir Iran, terutama menjelang pemilihan parlemen Israel akhir tahun ini.

Kolumnis surat kabar Hurriyet, Hande Firat, menulis bahwa tujuan Ankara adalah membawa para pihak kembali ke meja perundingan. Namun, ia memperingatkan bahwa tanpa keterlibatan ini, kawasan tersebut mungkin sudah menghadapi realitas yang berbeda. Krisis saat ini dianggap hanya tertunda, namun belum terselesaikan.

Pada hari Rabu, Trump memperingatkan melalui platform Truth Social bahwa sebuah “armada besar” sedang menuju Iran dan akan menyerang dengan “kecepatan dan kekerasan” kecuali Teheran setuju untuk berunding.

Pizaro Idrus
Pizaro Idrus
Kandidat PhD bidang Hubungan Internasional Universitas Sains Malaysia. Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue
ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler