Kendati kesepakatan gencatan senjata tengah berjalan dan Presiden AS Donald Trump sudah membentuk Dewan Perdamaian, militer Israel dilaporkan kembali melakukan serangan udara dan penembakan di Jalur Gaza pada Kamis. Insiden tersebut menyebabkan tiga warga Palestina tewas dan lima lainnya luka-luka, sebagaimana dikonfirmasi oleh sumber medis kepada kantor berita Anadolu.
Di wilayah Khan Younis, Gaza selatan, pasukan Israel menembak mati dua warga Palestina. Penembakan terjadi saat kendaraan militer Israel melepaskan tembakan di wilayah timur kota tersebut.
Sumber medis menyebutkan, salah satu korban tewas tertembak di dekat kawasan Sheikh Nasser, yang berdekatan dengan area “Garis Kuning” (Yellow Line) di timur Khan Younis.
Zonasi Jalur Kuning Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan Hamas yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, “Garis Kuning” ditetapkan sebagai batas pemisah. Jalur ini memisahkan zona penempatan militer Israel—yang mencakup lebih dari 50 persen wilayah Gaza—dengan area di sisi barat yang diizinkan bagi pergerakan warga sipil Palestina.
Saksi mata melaporkan bahwa penembakan tersebut terjadi bersamaan dengan rentetan tembakan dari kendaraan militer Israel yang bersiaga di timur Khan Younis. Sementara itu, korban kedua dilaporkan tewas di lokasi yang sebenarnya berada di luar zona penempatan militer Israel.
Di lokasi terpisah, sumber medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Deir al-Balah, menerima jenazah Hussam Abu Karim beserta lima korban luka lainnya. Mereka menjadi sasaran serangan rudal dari pesawat nirawak (drone) Israel di dekat bundaran Makki, kamp Maghazi, Gaza tengah.
Penghancuran Permukiman Situasi serupa terjadi di Rafah, Gaza selatan. Pasukan Israel dilaporkan terus melakukan penghancuran bangunan tempat tinggal di wilayah utara kota tersebut. Saksi mata melaporkan adanya suara ledakan keras dan kepulan asap yang membubung tinggi dari lokasi penghancuran.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada awal Oktober, rangkaian aksi militer Israel tercatat telah menewaskan 492 warga Palestina dan melukai 1.356 orang lainnya.
Kesepakatan gencatan senjata ini sedianya mengakhiri konfrontasi bersenjata selama dua tahun yang telah merenggut lebih dari 71.600 nyawa warga Palestina dan melukai 171.300 orang. Serangan tersebut juga melumpuhkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi wilayah tersebut mencapai sedikitnya 70 miliar dollar AS

